Pemerintah akan Manjakan Petani Jagung dengan Aneka Fasilitas

Pemerintah akan Manjakan Petani Jagung dengan Aneka Fasilitas

Taliwang, KOBAR – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan melakukan beberapa langkah tepat guna dalam rangka mendukung dan mensukseskan penanaman jagung oleh masyarakat, karena tanpa langkah cepat dan tepat dari pemerintah, maka semangat masyarakat untuk menanam jagung pada lahan tidur akan surut.

Salah satu opsi yang menjadi pemikiran pemerintah saat ini adalah menyediakan lantai jemur lengkap dengan Silo atau tempat penampungan sementara terhadap jagung sebelum masuk area produksi, karena dengan cara itu bisa menyelamatkan jagung hasil produksi petani.

“Silo adalah rangkaian lantai jemur dengan mesin pengering kadar air terhadap jagung, sehingga hasil produksi bisa bernilai tinggi dan tidak rusak, meski terlambat dijual,” terang kepala Dinas Kehutanan Perkebunan dan Pertanian (Dishutbuntan), Ir IGB Sumbawanto Msi, kepada sejumlah wartawan kemarin.

Masih keterangan Sumbawanto, untuk memiliki Silo dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit, sehingga ada pilihan yang akan dilakukan pemerintah, diantaranya, menyediakan anggaran khusus untuk pengadaan Silo atau membangun kerjasama dengan pengusaha pembeli jagung, dimana mereka yang akan membangun Silo di Bumi Pariri Lema Bariri dan mereka diberikan kepercayaan untuk menjadi pembeli jagung masyarakat itu sendiri. “Intinya pemerintah akan total mendukung untuk mensukseskan penanaman jagung yang rencananya pada 640 hektar tersebut,” tegasnya.

Disampaikan Sumbawanto, jika seluruh areal yang disediakan dapat ditanami jagung, maka jumlah produksi akan melimpah dan bakal over kapasitas nantinya, jadi pemerintah akan memikirkan opsi untuk jangka pendek, karena untuk pengadaan dan penyediaan Silo membutuhkan waktu. “Sedang dipikirkan opsi yang akan dilakukan pemerintah sebagai program jangka pendek, karena masyarakat sudah mulai menanam untuk saat ini,” lanjutnya.

Opsi yang menjadi pilihan awal saat ini adalah, pemerintah akan membagikan tarpal yang bisa dipergunakan sebagai lantai jemur alternatif masyarakat, agar jagung yang dipanen bisa langsung dijemur untuk mengurangi kadar air, karena dengan cara pengurangan kadar air bisa menjaga kualitas jagung tersebut. “Kemungkinan kami akan mengusulkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) untuk pengadaan tarpal,” ungkapnya.

Langkah lain yang sudah siap dilaksanakan dalam rangka mensukseskan penanaman jagung adalah perbaikan saluran irigasi, termasuk pengerukan sendimentasi terhadap irigasi tersebut, sehingga masyarakat petani jagung tidak kesulitan untuk mendapatkan air, termasuk untuk petani padi dan palawija. (kimt)

Don`t copy text!