fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Pengaruh PNS “Pulang Kampung”, Dikes Akui Kekurangan Tenaga Kesehatan

Taliwang, KOBAR – Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), H Tuwuh mengaku, saat ini jumlah tenaga kesehatan yang bertugas di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih kurang, terutama tenaga Apoteker dan petugas Laboratorium.

Beberapa puskesmas diakui hingga saat ini belum memiliki tenaga apoteker,  diantaranya  Puskesmas Jereweh dan Puskesmas Brang Ene. Selain itu, Puskesmas yang belum memiliki tenaga laboratorium diantaranya Puskesmas Poto Tano, Sekongkang dan Puskesmas Tongo. “Kalau di Puskesmas lainnya sudah ada, tinggal tiga Puskesmas itu saja yang belum memiliki tenaga Apoteker dan petugas Laboratorium,” ungkapnya.

Dikatakan, kekurangan tenaga Apoteker dan petugas Laboratorium tersebut  disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah tidak adanya formasi tenaga tersebut pada penerimaan CPNS tahun 2014 lalu. Disamping itu ungkap H Tuwuh, banyaknya tenaga yang pindah tugas ke daerah lain juga diduga sebagai penyebab terjadinya permasalahan itu.

Dengan demikian, H Tuwuh mengaku cukup senang dengan adanya ketentuan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah untuk memperketat izin pindah PNS. “Kami bersyukur dengan adanya surat edaran bupati yang memperketat masalah izin pindah. Kebijakan tersebut cukup membantu, sehingga untuk pindah tugas, bukan masalah yang gampang,” ujarnya.

Sedangkan pada tahun 2015 ini, pihaknya sedang melakukan permohonan kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan untuk diberikan bantuan tenaga kesehatan dengan status PTT. Pasalnya, jumlah tenaga dokter umum di masing- masing Puskesmas saat ini hanya dua orang. Idealnya, bagi Puskesmas yang melayani perawatan, sedikitnya harus memiliki 3 orang dokter umum. Sedangkan Puskesmas non perawatan cukup memiliki dua tenaga dokter umum.

“Kalau Puskesmas non perawatan dua dokter umum saja sudah cukup. Tahun 2014 lalu, Dikes KSB juga mendapatkan bantuan tenaga bidan sebanyak 11 orang, tenaga ini statusnya PTT dari pemerintah pusat dan sudah kami sebar di daerah pelosok, seperti Mantar dan Rarak Ronges,” urainya.

Adapun bantuan tenaga kesehatan yang diusulkan ke pihak Kementerian Kesehatan meliputi tenaga dokter, seperti dokter umum sebanyak tiga orang, dokter gigi tiga orang. Selain itu juga Dikes KSB juga mengusulkan diberikan bantuan tenaga dokter spesialis seperti spesialis bedah, kebidanan, radiologi, rehabilitasi medik, mata, dan dokter spesialis patologi klinik. “Kita sudah usulkan, dan kami berharap bisa disetujui oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan,” tukasnya. (kimt)

Don`t copy text!