fbpx
11 Tahun Kabupaten Sumbawa Barat, Pemerintah KSB Akui Tingginya Kontribusi Masyarakat dan Stake Holder

11 Tahun Kabupaten Sumbawa Barat, Pemerintah KSB Akui Tingginya Kontribusi Masyarakat dan Stake Holder

Taliwang, KOBAR – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr KH Zulkifli Muhadli, SH MM menegaskan, capaian yang terlihat sampai dengan tahun ke-11 ini tidak bisa lepas dari kontribusi masyarakat dan stake holder. Kontribusi itu terus diharapkan pemerintah dalam rangka mempercepat pembangunan di Bumi Pariri Lema Bariri ini.

Orang nomor satu di Bumi Pariri Lema Bariri itu juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat bahwa perjuangan pembentukan KSB pada sebelas tahun silam adalah sejarah yang tidak akan terlupakan, dimana saat itu dengan semangat kebersamaan, kejujuran dan ikhlas dalam berjuang membuahkan hasil dengan ditetapkannya KSB sebagai daerah otonom baru. Perjuangan itu jangan di sia-siakan, namun harus terus menjadi pemacu semangat dalam mempercepat pembangunan daerah ini.

Disampaikan Kyai Zul sapaan akrab Bupati KSB, kontribusi yang diberikan masyarakat dan stake holder, baik saat perjuangan dalam pembentukan KSB maupun keberlanjutan pembangunan cukup besar, tinggal sejauhmana perjuangan dan kontribusi itu ditingkatkan. “Mari kita sama-sama menjaga daerah ini dan berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing dalam mempercepat pembangunan daerah,” harap Kyai Zul.

Kyai Zul juga berharap bahwa peringatan hari lahir (Harlah) ke-11 tahun 2014 harus menjadi momen mensyukuri semua karunia yang diberikan Allah SWT kepada kabupaten dan masyarakat KSB. Banyak karunia yang dirasakan sebagai sebuah keberuntungan termasuk juga kegagalan. Dua hal ini harus dianggap sebagai karunia. “Kalau tidak pernah gagal, kita tidak pernah pandai mensyukuri keberuntungan. Apapun yang kita alami sampai usia ke 11 KSB ini, semuanya itu adalah karunia dan harus disyukuri,” terangnya.

pada kesempatan itu, Kyai Zul yang juga merupakan tokoh pendiri KSB ini juga mengingatkan semua pihak dan warga KSB bahwa apa yang dicapai hari ini semuanya karena bantuan dan kontribusi orang lain. “Baik itu yang masih ada hari ini, atau orang lain yang sudah tidak. Kita tidak pernah lepas dari masa lalu, kita berterimakasih kepada orang-orang itu. Dan sudah saat ini sekarang kita jadikan sebagai masa untuk berbuat,” ungkapnya.

Berbuat hari ini nantinya akan membawa dampak cukup besar kepada orang atau masyarakat dan pemimpin KSB dimasa yang akan datang. Khusus kepada rakyat KSB dan stake holder, komponen dan elemen masyarakat. “Saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh komponen masyarakat dan stake holder yang telah berpartisipasi dalam mensukseskan semua program yang telah dilaksanakan pemerintah. Termasuk kepada media yang selama ini telah memberikan segala hal yang ada di KSB. Saya percaya peran dan kontribusi media dalam perjalanan 11 KSB ini,” paparnya.

Harlah ke 11 ini juga menjadi momentum dan mengevaluasi diri dengan penuh kesadaran agar bisa lebih dari hari ini. Kyai Zul menyebut, peringatan harlah ke 11 sangat penting sebagai sebuah daerah otonomi, sebagai salah satu wujud eksistensi yang akan memberikan kesadaran dan kebanggaan kepada warga untuk mengingatkan semuanya bahwa semuanya ber KSB.

“Ber KSB itu tentu saja ada konsekuensinya, ber KSB membutuhkan kepedulian dan partisipasi. Saya harap peringatan ini bisa memberikan kesadaran kepada masyarakat,” harapnya.

Partisipasi masyarakat ini diakuinya sudah berjalan baik. Apa yang sudah dilakukan dan dianggap baik, itulah yang diharapkan dilakukan seluruh masyarakat dan semua komponen yang ada di KSB. Partisipasi ini lanjut Kyai Zul diantaranya keikut sertaan masyarakat dalam semua kegiatan yang berkaitan dengan harlah. Momen harlah ini juga dimanfaatkan Kyai Zul untuk meminta maaf kepada masyarakat KSB dan kepada siapapun atas segela kekurangan. “Mungkin juga ada kesalahan yang dilakukan pemerintah selama usia KSB ini, atas nama pemerintah saya minta maaf,” pintanya.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Bupati KSB, H Mala Rahman, pada kesempatan itu wakil bupati dua periode ini menyebut harlah KSB ke 11 yang jatuh pada 20 November menjadi momen spesial baik sebagai wakil bupati maupun sebagai masyarakat KSB.

Harlah ke 11 KSB ini adalah peringatan harlah terakhir bagi kedua pemimpin KSB tersebut selama 10 tahun menjadi nahkoda guna mewujudkan KSB lebik baik.

“Ini menjadi momen terakhir bagi saya dan Kyai Zul sebagai bupati dan wakil bupati KSB sebelum kami mengakhiri masa tugas kami,” katanya.

Sementara wakil Bupati KSB, Drs H Mala Rahman menilai harlah yang dilaksanakan ini menjadi sangat khusus dan bernilai bagi keduanya. Momen tersebut menjadi momen terakhir keduanya berdampingan sebagai bupati dan wakil bupati KSB. “Pada harlah mendatang, mungkin saya dan Kyai Zul akan hadir sebagai masyarakat biasa jika kami diberikan panjang umur,” paparnya.

Selama 10 tahun mendampingi Kyai Zul membangun KSB, Mala Rahman kembali mengingatkan selama dua periode ini banyak yang mengagumi bahkan ada juga yang mencibir dan mengkritis keras. Bahkan pada kesempatan itu, Mala Rahman mengaku ada sejumlah oknum yang berupaya membuat KSB tidak baik.

“Tapi inilah fakta yang harus kami hadapi selama 10 tahun berdampingan dalam membangun KSB termasuk jajaran pemerintah lain,” sebutnya.

Pimpinan daerah itu juga mengakui jika selama memimpin KSB ada kelebihan dan kekurangan. Tergantung dari perspektif mana dilihat. “Memang masih banyak yang belum sempurna. Kekurangan inilah yang akan kami upayakan bisa dipenuhi disisa masa jabatan kami. Akan kami terus evaluasi, baik itu dibidang kesehatan maupun pendidikan. Kedepan, kita berharap terus kita laksanakan dan sempurnakan lagi,” janjinya.

Mala Rahman bahkan menyampaikan terima kasih atas dukungan dan peranan pers yang selama ini sudah menyampaikan informasi pembangunan yang sedang berlangsung di Sumbawa Barat. “Dukungan media sangat membantu,” katanya menutup pembicaraan.

Sementara Sekda KSB, Dr Ir W Musyafirin MM menegaskan, momen harlah saat ini adalah momen bagi Pemerintah untuk melakukan evaluasi sekaligus mengucapkan rasa syukur terhadap apa yang sudah tercapai sekaligus meningkatkan kesadaran dan bangga ber KSB. “Ada yang berbeda dibanding dengan Harlah sebelumnya, dari sisi partisipasi hampir semua kegiatan yang dilaksanakan melibatkan semua pihak, mereka menjadi pelaksana sekaligus peserta. Baik kelompok pemuda, masyarakat maupun organisasi profesi,” jelasnya. (adv)

Don`t copy text!