Trakindo PHK Karyawan OJT

Trakindo PHK Karyawan OJT

Taliwang, KOBAR – Keputusan managemen PT. Trakindo Utama untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 13 orang karyawan yang masih dalam status On Job Training menjadi perhatian serius Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans), apalagi karyawan itu sendiri telah melaporkan secara langsung kasus tersebut.

Atas laporan itu, Kabid Hubungan Industrian (HI) pada Disosnakertrans, Drs Zainuddin MM telah melakukan upaya komunikasi terhadap pihak perusahaan, termasuk telah menyusun jadwal pemanggilan terhadap karyawan yang merasa telah dirugikan dengan kebijakan PHK tersebut. “Rencana hari ini (kemarin, red) jadwal pemanggilan karyawan, namun saya ndak bisa hadir karena dalam kondisi tidak sehat,” ucap Zainuddin melalui selularnya senin 27/10 kemarin.

Disampaikan Zainuddin, pemanggilan terhadap karyawan itu sendiri untuk mendengarkan keterangan langsung terkait dengan kebijakan perusahaan, agar bisa menjadi bahan bagi Disosnakertrans saat melakukan pemanggilan terhadap pihak managemen perusahaan. “Kami akan memanggil managemen PT. Trakindo setelah mendengar keterangan dari karyawan yang di PHK,” lanjut Zainuddin.

Masih keterangan Zainuddin, beberapa waktu lalu dirinya telah bertemu dengan perwakilan perusahaan, namun bukan dalam pertemuan formal, dimana dalam kesempatan itu telah diminta komentar perusahaan terkait laporan tersebut. “Penjelasan lisan sudah pernah saya dengar, namun dalam menyelesaikan persoalan itu harus dalam pertemuan formal, agar bisa menjadi bukti bahwa tahapan telah dilaksanakan pihak Disosnakertrans dalam menyelesaikan masalah tenaga kerja,” timpalnya.

Pada kesempatan itu Zainuddin juga mengatakan, jika mengacu pada keterangan awal yang disampaikan tenaga kerja, bahwa saat ini mereka dalam posisi OJT, maka kebijakan perusahaan melakukan PHK bisa dikatakan salah, karena tidak dikenal dalam undang-undang tenaga kerja. “Tidak boleh melakukan PHK karyawan yang dalam status OJT,” tegas Zainuddin.

Soal keputusan akhir dalam masalah tersebut, Zainuddin mengaku masih harus menyelesaikan beberapa tahapan, terutama pemanggilan kepada kedua pihak. “Saya yakin tidak dalam waktu lama untuk menyelesaikan persoalan itu, karena berbeda status objeknya, termasuk dirinya sudah meminta kepada pihak perusahaan untuk partisipatif dalam menyelesaikan kasus tersebut,” ungkapnya.

Zainuddin juga belum bisa memberikan ketegasan waktu pemanggilan terhadap pihak perusahaan, karena sebelum melakukan pemanggilan harus mengajukan telaan kepada pimpinan terlebih dahulu. “Semoga dalam minggu ini bisa dijadwalkan pemanggilannya, agar bisa segera diselesaikan sengketa karyawan tersebut,” harapnya. (kimt)

Don`t copy text!