fbpx
KSB Tanpa Andon

KSB Tanpa Andon

Taliwang, KOBAR – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) tidak pernah mengeluarkan Andon atau surat keterangan nelayan yang melakukan penangkapan ikan dari kabupaten satu ke kabupaten lain yang bersifat sementara atau selama 30 hari dan bisa diperpanjang sesuai dengan Kepmen nomor 13 tahun 2009 tentang Andon.

Kepala DKPP KSB, Ir H Abbas menegaskan, potensi perikanan yang dimiliki Bumi Pariri Lema Bariri cukup besar, jadi bisa memancing para nelayan luar untuk melakukan aktifitas penangkapan, namun para nelayan itu harus mengurus surat andon terlebih dahulu. “Sampai saat ini belum ada nelayan yang mengajukan permohonan andon,” tegas H Abbas yang didampingi sekretaris DKPP, drh Khairul Jibriel MM dan kabid Perikanan tangkap, pengawasan pulau-pulau kecil, Noto Karyono Spi, Msi.

Diingatkan H Abbas, nelayan yang harus mengurus surat andon bukan nelayan yang melintasi perairan KSB untuk menuju areal tangkap seperti yang dilakukan para nelayan dari kabupaten Sumbawa, tetapi yang wajib mengurus andon adalah nelayan yang akan melakukan aktifitas tangkap dan aktifitas lainnya di daerah tujuan, jadi indikasi yang ditemukan ada nelayan luar yang melakukan aktifitas itu tidak benar. “Beda urusannya jika nelayan itu melintasi dengan nelayan yang akan beraktifitas total pencarian ikan,” tegasnya.

Diakui juga jika belum menemukan adanya nelayan luar yang melakukan aktifitas tangkap diperairan KSB tanpa memiliki andon, karena selain pengawasan yang ketat dilakukan, juga ada peranan langsung nelayan yang mengingatkan nelayan luar yang sedang melakukan aktifitas dimaksud. “Jika kami temukan pasti akan langsung dihentikan aktifitasnya dengan tetap memberikan pembinaan,” lanjut H Abbas.

H Abbas mengingatkan bahwa potensi perikanan milik daerah ini belum bisa digarap maksimal oleh nelayan, dimana potensi ikan yang dimaksud mencapai 20 ribu ton, sedangkan yang baru bisa tergarap kisaran 350 ton. “Nelayan kita masih menggunakan sistem tangkap yang sederhana, sehingga potensi yang ada tetap terjaga dengan baik,” terang H Abbas.

Hal penting yang disampaikan H Abbas, KSB termasuk daerah yang cukup aman dari destruktif fishing atau penangkapan ikan dengan cara melanggar aturan, itu semua termasuk besarnya dukungan masyarakat dalam menjaga perairan serta intensifnya dinas melakukan pengawasan.

H Abbas berharap peran penting masyarakat nelayan terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga potensi yang dimiliki untuk keberlangsungan nelayan sampai pada generasi mendatang.(Kimt)

Don`t copy text!