fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Genderang Perang Sudah Ditabuh!

Setelah sekian lama menunggu siapa setelah DR. KH. Zulkifli Muhadli  yang akan maju memperebutkan kursi NTB 1, akhirnya DR. TGH. M. Zainul Majdi yang notabene gubernur NTB yang sedang menjabat secara resmi mendeklarasikan dirinya untuk ikut pada bursa Pemilihan Gubernur tahun depan.

“Ini lepas dari pemerintahan, siang hari ini, saya Zainul Majdi, secara resmi menyampaikan kepada rekan-rekan wartawan untuk maju menjadi calon Gubernur periode 2013-2018 mendatang. Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, saya berazam atau ingin menjadi Gubernur NTB kembali,” kata Ketua Umum Partai Demokrat NTB, yang akrab disapa Tuan Guru Bajang dalam jumpa pers, di Hotel Lombok Raya Mataram, Selasa (16/10).

Dengan majunya TGB sebagai salah satu kandidat Gubernur NTB, maka dipastikan sudah dua calon yang menyatakan akan maju pada Pilgub 2013 mendatang. Atau bisa dikatakan sudah dua partai besar di NTB yang siap bersaing di Pilgub mendatang, yaitu partai bulan bintang yang mengusung DR. KH. Zulkifli Muhadli atau yang akrab dipanggil Kyai Zul dan partai demokrat yang menjagokan  DR. TGH. M. Zainul Majdi. Dan diketahui bahwa jagoan dua partai ini adalah ketua umum partai tersebut.

Genderang Pemilihan Gubernur NTB 2013 pun ditabuh. Walaupun masing-masing kandidat belum menyatakan pendampingnya, tapi sedikit tidak peta pertarungan politik beberapa bulan ke depan sudah terang benderang.

Pertarungan ini akan semakin keras menjelang 2013. Di mana dengan munculnya bakal calon lain yang akan tampil di Pilgub NTB 2013, pasti akan menciptakan polarisasi yang sangat keras.

Polarisasi itu, semakin mengkristal menjelang Pilgub nanti. Ini akan menciptakan situasi yang sangat tidak kondusif bagi pemerintahan. Masing-masing partai akan menggunakan jurus dan amunisi yang mereka miliki, yang tujuannya menjatuhkan lawan politiknya. Termasuk jurus divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara, pasti akan digunakan menggerus partai yang menjadi  lawan politiknya.

Apalagi, politik di Indonesia cenderung tanpa mengedepankan etika (fatsoen), dan hanya mengedapankan kepentingan, serta menggunakan falsafah “Untuk Mencapai Tujuan Menghalalkan Segala Cara”. Dapat dipastikan pertarungan untuk memperebutkan kursi NTB 1 akan ‘berdarah-darah’.

Semoga para politisi sebagai aktor pada pemilihan gubernur NTB nanti dapat memahami dan mengamalkan fatsoen politik dan tidak mendewakan kekuasaan. Sebab kekuasaan bukan tujuan akhir perjuangan politik, tapi lebih difungsikan sebagai sarana guna memfasilitasi tumbuhnya politik yang mensejahterakan rakyat sebagai pemilik absah mandat berbangsa dan bernegara. Wallahua’lam. (*)

Don`t copy text!