Taliwang Tempo Dulu

Taliwang Tempo Dulu - KRI TALIWANG - Sejarah Taliwang Sumbawa Barat NTB

Nama Taliwang sudah sangat dikenal sejak zaman majapahit dan tercatat dalam kitab Mpu Prapantja tahun 1365. Nama Taliwang juga diabadikan oleh Pemerintah Republik sebagai nama kapal, Kapal Republik Indonesia atau KRI TALIWANG, sebagai sarana perhubungan pertama yang menghubungkan Merak dan Panjang, pada tahun 1953.

Kapal Cargo ini dibuat oleh Belanda pada tahun 1946. Kemudian diberi nama TALIWANG, dioperasikan oleh Koninklijke Paketvaart Mij – berbendera Belanda. (IMO 5351284). Pada Tahun 1953 kapal ini dijual ke Pemerintah Republik Indonesia, sehingga berbendera Indonesia, dengan tetap bernama TALIWANG.

Wujudkan Riset Berdampak Luas, Universitas Cordova dan PT Medco Energi Dirikan Menara Pengukur Angin di Sumbawa Barat

“De Taliwang”, kapal cargo Belanda saat bersandar di dermaga pulau buru, Maluku. (1949) Photo: C.J. (Cees) Taillie, Koleksi Tropenmuseum, Belanda.

Kapal S.S. Van Heemskerk dari KPM di Teluk Taliwang (1920) Photo: Koleksi Tropenmuseum, Belanda.

Tingkatkan Profesionalisme, PWI Sumbawa Barat Kirim 17 Wartawan Ikuti OKK dan UKW Lanjutan di Mataram

Pemandangan Pantai di Taliwang (1900-1920) Photo: Koleksi Tropenmuseum, Belanda.

Kuda di pantai, Sumbawa (1900-1940) Photo: Koleksi Tropenmuseum, Belanda.

Suasana Pasar (1949) Photo: C.J. (Cees) Taillie, Koleksi Tropenmuseum, Belanda.

Peluang Emas! PT Freeport Indonesia Buka 91 Lowongan Kerja dan Program Magang Mahasiswa

Berburu rusa (Nganyang) (1900-1940) Photo: Koleksi Tropenmuseum, Belanda.

Sebuah keluarga Sumbawa di tangga rumahnya (1943) Photo: Koleksi Tropenmuseum, Belanda.

Perkuat Keahlian Abad 21, UNDOVA dan AMMAN Gelar Pelatihan Literasi AI Ready ASEAN di Sumbawa Barat

Asisten Residen Sumbawa dengan parade rampasannya (1900-1940) Photo: Koleksi Tropenmuseum, Belanda.

Klarinet dari bambu dengan enam lubang jari (Serunai) (1937) Photo: Koleksi Tropenmuseum, Belanda.

Tak Perlu Nyebrang ke Mataram, Vaksin Umroh dan Luar Negeri Kini Resmi Hadir di RSUD Asy-Syifa’ KSB

Gambang kayu (Gerompong) (1937) Photo: Koleksi Tropenmuseum, Belanda.

Danau Lebo Taliwang, Sumbawa Barat. Ini adalah danau air tawar. Terlihat Nelayan dengan kano mereka. (1988) Photo : J. (Jacobus) Woudsma, Koleksi Tropenmuseum, Belanda.

Logo Tropenmuseum

Lewat Gambar dan Permainan, Dinsos KSB Obati Trauma Anak-Anak Terdampak Bencana di Taliwang

Tropenmuseum, “Sebuah dunia penuh dengan cerita”. Di Tropenmuseum kita akan menemukan benda-benda yang khas dan menakjubkan dari seluruh dunia: obyek-obyek etnologis, seni populer dan seni kontemporer. Budaya-budaya menjadi hidup dalam berbagai-bagai eksposisi yang tetap dan sementara. Museumnya terletak di salah satu gedung bersejarah yang paling bagus di Amsterdam, Belanda. Tropenmuseum terletak di Amsterdam Oost [Amsterdam Timur], dekat dengan Oosterpark dan Artis. ** – KOBARKSB.com

About The Author

Trending

  • 45
    Taliwang dalam Peta Sejarah IndonesiaOleh: Fathi Yusuf, S.Pd., M.Pd. Taliwang yang sekarang ini kita kenal sebagai ibu kota baru di wilayah paling barat pulau Sumbawa, mempunyai sejarah yang sangat panjang, lebih panjang daripada kehadiran Kesultanan Sumbawa di Sumbawa. Taliwang dan Seran, sebelum masuknya Islam ke Sumbawa merupakan dua kerajaan yang paling besar di bagian…
  • 43
    Muhammadiyah Sumbawa Telah Ada Sebelum Indonesia MerdekaMuhammadiyah atau juga dikenal sebagai Persyarikatan Muhammadiyah adalah sebuah organisasi masyarakat Islam di Indonesia. Organisasi ini didirikan pada tahun 1912 oleh KH Ahmad Dahlan di kota Yogyakarta sebagai gerakan sosial keagamaan reformis, yang menganjurkan ijtihad, interpretasi individu terhadap Al-Qur'an dan Sunnah, sebagai lawan dari taqlid, sesuai dengan interpretasi tradisional yang…
  • 42
    13 Tahun Membidik Realitas TerserakTak terasa, sudah 13 tahun sebuah surat kabar lokal mewarnai perjalanan sejarah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Ide berdirinya surat kabar ini, berawal dari bertemunya sekelompok anak muda yang peduli akan kelangsungan pembangunan di KSB yang baru terbentuk. Pada minggu pertama bulan Nopember 2006, mereka berkumpul membahas kondisi arus informasi dan…
  • 42
    Napas Biru di Selat Alas: Cara AMMAN Menenun Keabadian Ekologis Gili BaluOleh: Hardoni  Bumi selalu mengingat dua hal: apa yang diurai dari rahimnya, dan apa yang disemaikan kembali di permukaannya. Bagi sebuah entitas industri ekstraktif, kesadaran ini kerap kali berhenti sebagai sebaris angka di dalam laporan keberlanjutan tahunan. Namun, di kaki-kaki bukit Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), kesadaran itu mewujud menjadi perkara martabat…
  • 41
    Kantor Disdukcapil Dianggap Tidak Memenuhi Standar Mutu Pelayanan PublikTaliwang,  KOBAR - Kondisi ruang pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dikeluhkan warga setempat. Meski biaya pembuatan administrasi kependudukan sudah sejak lama digratiskan, namun warga menyayangkan, bahwa faktor pendukung pelayanan di instansi itu dinilai belum memenuhi standar mutu sebuah kantor pelayanan publik. Ruang pelayanan sempit, hingga…
  • 41
    Menyemai Mandiri di Tana Samawa, Cerita 88 Persen Rantai Pasok AMMAN yang Menghidupi WargaOleh: Syuaib Ahkam Suara dering notifikasi transaksi digital berbunyi nyaring dari sebuah ponsel pintar milik pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di Sumbawa Besar. Di layarnya, tertera status pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang baru saja tuntas. Sementara ratusan kilometer dari sana, di sebuah ruang pelatihan…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

  1. be better berkata:

    amazing..

  2. fahrurizki berkata:

    kebanyakan foto2 lamanya itu di Bima, seperti residen yg bebrburu, kemudian orang yang berburu, tolong di koreksi

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×