Tabu Menjadi Candu, Tanggalkan Status “Tertinggal”

Menu

Mode Gelap

SELA · 21 Mar 2012

Tabu Menjadi Candu, Tanggalkan Status “Tertinggal”


Tabu Menjadi Candu, Tanggalkan Status “Tertinggal” Perbesar

(Menuju Satu Dasawarsa Kabupaten Sumbawa Barat)

Oleh: Yahya Soud, M.M. *

Sumbawa Barat hingga hari ini masih menyandang status “tertinggal”. Bagi sebagian kalangan, status daerah tertinggal adalah objek proyek karena ada sumber pendanaan yang cukup besar berada pada pos Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal RI. Anggaran yang ada pada Kementerian tersebut terindikasi menjadi “candu” yang mengakibatkan daerah tidak keluar-keluar dari status “tertinggal”. Ke-candu-an dengan status tertinggal adalah situasi yang berbahaya karena ketika status “tertinggal” ini menjadi sebuah kenikmatan, maka pada saat itu pula Kabupaten Sumbawa Barat terbelenggu.

Memang, “tertinggal” adalah sebuah status yang disematkan pemerintah. Status itu merujuk pada kondisi ekonomi, SDM, infrastruktur, kapasitas daerah, aksesibilitas, dan karakteristik daerah; belum memadai. Terhadap status itu, Sumbawa Barat harus merasa terganggu dan gelisah. Dengan kegelisahan itu akan mendorong upaya-upaya yang keras untuk menanggalkan status “tertinggal”.

Atas kegelisahan yang mengkristal itu, Sumbawa Barat telah mendeklarasikan untuk harus keluar dari barisan Kabupaten tertinggal, dan ini dideklarasikan oleh Bupati Sumbawa Barat, Dr. KH. Zulkifli Muhadli di Masjid Darussalam, Kemutar Telu Centre pada saat acara Safari Ramadhan Menteri KPDT Helmy Faishal Zaini tahun 2011. Niat yang dideklarasikan pada bulan Ramadhan itu menemukan momentum serius tingkat tingginya pada Tahun 2012, Tahun Prestasi dan Pelayanan Prima, tahun menuju 1 (satu) dasawarsa Kabupaten Sumbawa Barat pada tahun 2013.

Keseriusan tingkat tinggi untuk keluar dari status “tertinggal” mulai ditandai dengan kedatangan Menteri Perumahan Rakyat Djan Fariz yang menandatangani naskah kesepakatan 3 (tiga) pihak yaitu Kabupaten Sumbawa Barat-PT. Newmont Nusa Tenggara-Kementerian Perumahan Rakyat. Pola kerjasama dengan pihak swasta diakui oleh Menteri Perumahan Rakyat sebagai pola pertama yang diterapkan di Indonesia dan akan ditularkan ke daerah lain di Indonesia. Kerjasama 3 (tiga) pihak tersebut akan menuntaskan permasalahan rumah tidak layak huni di Sumbawa Barat pada tahun 2012.

Data menunjukkan bahwa jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Sumbawa Barat sejumlah 3.883 unit rumah, dan ini harus dituntaskan. Jika ini tuntas, maka 1 beban dan banyak indikator untuk keluar dari status “tertinggal” akan terpenuhi. Bahwa dengan penuntasan masalah perumahan di Kabupaten Sumbawa Barat akan diikuti dengan penuntasan masalah yang lain seperti penataan lingkungan, air bersih, perilaku masyarakat yang sehat, dan estetika lingkungan yang indah.

Selain itu, permasalahan perumahan adalah salah satu kebutuhan dasar masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat yaitu kebutuhan “papan”. Dengan tuntasnya permasalahan rumah tidak layak huni tahun 2012, maka kebutuhan “papan” bagi masyarakat yang juga terpenuhi.

Pada tahun 2013 nanti, usia Kabupaten Sumbawa Barat adalah satu dasawarsa. Pada usia dengan angka dua digit itu mesti ada kado yang istimewa. Keluar dari status daerah tertinggal. Tak bisa menunggu lagi, harus diraih, maka Kabupaten Sumbawa Barat harus tanggalkan status tertinggal!.

Utopiskah untuk menanggalkan status itu? Jika telah ke-candu-an dengan status “tertinggal” maka jawabannya adalah utopis, namun jika sadar dengan segala potensi dan kekuatan yang akan dimobilisasi, maka menanggalkan status “tertinggal” adalah suatu hal yang realistis dan mesti terwujud. Kenapa ini menjadi realistis? Pertama, Sumbawa Barat punya pemimpin yang memiliki leadership yang kuat dan punya visi yang jauh ke depan, gelisah terhadap permasalahan daerah, dan think out of the box.

Kedua, Sumbawa Barat punya tambang emas yang dioperatori oleh PT. Newmont Nusa Tenggara. Perusahaan ini pasti akan punya manfaat bagi kepentingan Sumbawa Barat. Ketiga, Sumbawa Barat punya ketua RT-ketua RT yang partisipatif, yang selalu melakukan rembug warga untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan solusinya bersama dengan komunitas RT-nya. Keempat, Sumbawa Barat punya Perda yang memungkinkan untuk melakukan pembangunan multi years sehingga optimis untuk menyelesaikan pembangunan jalan yang memadai, Bendungan Bintang Bano, jaringan irigasi, optimalisasi pasar, pembangunan rumah sakit, unit layanan kesehatan di tiap desa, pembangunan pelabuhan, pemenuhan kebutuhan air bersih, pembangunan perpustakaan, museum, Sumbawa Barat juga punya bandara udara. Kelima, Sumbawa Barat punya rumput laut yang harus dimaksimalkan melalui Central Management Office (CMO), punya rotan yang harus dimaksimalkan, budidaya tanaman sisal dan akan diolah di Sumbawa Barat, Danau Lebo yang membentuk ekosistem yang kompleks, punya Pantai Balad, Pantai Maluk, Pantai Jelenga, Pulau Kenawa, Sumbawa Barat juga punya air terjun di beberapa titik.

Keenam, Sumbawa Barat punya RPJMD yang progresif untuk mewujudkan peradaban fitrah dan mengokohkan perubahan yang lebih baik di semua aspek kehidupan. Ketujuh, Sumbawa Barat punya modal sosial yang terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, sehingga nilai gotong royong dan musyawarah masih menjadi tradisi yang kuat. Disamping itu, Masyarakat Sumbawa Barat juga punya solidaritas yang tinggi, dan rela berkorban untuk kepentingan umum. Hal ini juga yang menyebabkan Sumbawa Barat menjadi daerah yang paling kondusif di NTB. Kedelapan, Sumbawa Barat punya program pendidikan gratis yang dapat memacu semangat untuk terus sekolah dan meningkatkan produktivitas, punya kesehatan gratis untuk menjamin masyarakat untuk mengakses fasilitas dan pelayanan di bidang kesehatan, Sumbawa Barat juga punya nyali dan keberanian menggugat PT. Newmont dan Subkon-nya untuk membuka ruang dan kesempatan melakukan rekrutmen tenaga kerja lokal, Sumbawa Barat punya program progresif di bidang koperasi yaitu KBRT dan pemberdayaan UMKM agar lapangan pekerjaan terbuka luas bagi pemuda Sumbawa Barat dan semangat kewirausahaan menjadi mindset dalam produktivitas. Kesembilan, Sumbawa Barat punya Kemutar Telu Centre dengan Masjid Agung Darussalam di dalamnya. KTC menjadi salah satu kebanggaan bagi Sumbawa Barat, di kompleks inilah seluruh aktivitas Pemerintah Sumbawa Barat berjalan, di kompleks ini pula tempat publik berkumpul, menikmati ruang terbuka hijau, berolahraga, dan mengakses internet gratis. Disamping itu, Sumbawa Barat punya PS. Sumbawa Barat yang terus menunjukkan prestasi di kancah persepakbolaan nasional.

Kesepuluh, Sumbawa Barat punya masterplan pembangunan kota dan perkembangan wilayah. Masterplan ini akan menjadi pedoman dalam menyusun dan membangun infrstruktur daerah yang aman, nyaman, dan menimbulkan rasa senang bagi masyarakat.

Ya, ada 10 (sepuluh) yang mampu Saya identifikasi, kemungkinannya masih banyak lagi alasan mengapa menanggalkan status “tertinggal” adalah suatu hal yang layak, rasional dan memang sepatutnya untuk dilakukan. Jadi tinggal melakukan mutasi semangat dan memperbarui motivasi untuk senantiasa istiqamah. Bukankah masyarakat Sumbawa Barat pernah membuktikan spirit dan ke-istiqamah-an geraknya ketika membentuk Kabupaten Sumbawa Barat? bukankah di kala itu banyak yang meragukan aksi masyarakat yang massif itu?.

Hari ini, Sumbawa Barat membutuhkan spirit seperti dahulu sewaktu berkeinginan menjadi Kabupaten Sumbawa Barat. Namun, berbeda ruang dan waktu, semangat yang kini dibutuhkan adalah semangat untuk keluar dari status “tertinggal” yang masih ada dalam dokumen Menteri KPDT di Jakarta sana. Tanpa semangat dan dukungan dari masyarakat, upaya ini akan menjadi mustahil. Semangat ini harus menunjukkan bahwa Sumbawa Barat bisa, dan mampu. Bahwa Sumbawa Barat tidak mau status “tertinggal” menjadi candu. Tabu menjadi candu, tanggalkan status “tertinggal”. [*]

*) Penulis Adalah Kabag. Humas Pemkab Sumbawa Barat.

About The Author

Trending di KOBARKSB.com

  • 55
    Pertama di Indonesia, Bedah Rumah Libatkan SwastaTaliwang - Pembenahan sebanyak 3.883 rumah tidak layak huni di Kabupaten Sumbawa Barat akan dilaksanakan bulan juni mendatang. Program kerjasama tri partite antara Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan PT Newmont Nusa Tenggara saat ini masih dalam tahap verifikasi data di Kementerian Perumahan Rakyat. “Program ini merupakan…
  • 53
    Bupati Minta Kantor Subkontraktor PT. NNT Direlokasi ke Dalam Kota MalukMaluk - Bupati Sumbawa Barat DR KH Zulkifli Muhadli SH.,MM meminta kepada Manager PT NNT David Lylei agar dapat mengkomunikasikan dan mengambil kebijakan agar semua kantor Subkontraktor yang bekerjasama dengan PT NNT yang selama ini berlokasi di kawasan tambang, agar ditempatkan di dalam kota Maluk. Ini disampaikan oleh orang nomor satu…
  • 51
    Bupati KSB Sambut Baik PTNNT Cabut Gugatan ArbitraseTaliwang, KOBAR - Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr KH Zulkifli Muhadli, SH, MM menyambut baik sikap PT Nusa Tenggara Partnership BV (NTPBV), pemegang saham mayoritas PTNNT yang meminta penghentian dan penarikan tuntutan arbitrase yang  diajukan ke International Centre for Settlement of Investment Disputes (ICSID), yang berkaitan dengan pembatasan ekspor dan…
  • 47
    Tiga Serikat Pekerja Kompak Dorong Newmont Beri Kompensasi Daerah PenghasilTaliwang, KOBAR - Tiga serikat pekerja, baik Serikat Pekerja Nasional (SPN), Serikat Pekerja Tambang Samawa (SPAT) dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), sepakat menyuarakan agar tidak hanya karyawan saja yang mendapatkan kompensasi dari hasil akuisisi saham PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) ke PT Amman Mineral Internasional (PTAMI). Kabupaten Sumbawa Barat (KSB)…
  • 47
    Wapres JK Hanya Singgah di KSBMaluk, KOBAR - Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, H M Jusuf Kalla, yang hari ini dijadwalkan bertandang ke Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah berlangsung sukses dan lancar. Akan tetapi sangat disayangkan, Wapres hanya melakukan kunjungan ke lokasi tambang PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) saja. “Tidak ada jadwal tambahan. Wapres dalam…
  • 47
    KSB Tetap Tolak Dumping Tailing Newmont di SenunuTaliwang - Pemkab Sumbawa Barat tetap konsisten melarang dumping tailing PT Newmont Nusa Tenggara di Teluk Senunu berdasarkan SK Bupati Nomor 148 A Tahun 2011. “Selama SK tersebut belum dicabut, maka SK itu sah dan berlaku bagi PT Newmont Nusa Tenggara. Sikap ini adalah penegasan terhadap penilaian beberapa kalangan yang menilai…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Artikel ini telah dibaca 115 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Sinergi Pengelolaan Keuangan Negara dan Keuangan Daerah di Masa Pandemi Covid-19

21 Juni 2021 - 22:35

Sinergi Pengelolaan Keuangan Negara dan Keuangan Daerah di Masa Pandemi Covid-19 - Bupati Sumbawa Barat - Indonesia Visionary Leader - HW Musyafirin

Pendidikan Akhlak Sangat Penting Untuk Menghadapi Penetrasi Budaya Asing dan Perubahan Kebudayaan Dunia

8 Juni 2021 - 10:36

Pendidikan-Akhlak-Mendidik-Anak-Hormat-Pada-Orang-Tua

Strategi APBD KSB Menghadapi Peluang dan Tantangan Ekonomi Global

4 Juni 2021 - 16:04

Strategi APBD KSB Menghadapi Peluang dan Tantangan Ekonomi Global - Bupati Sumbawa Barat - HW Musyafirin Luar Biasa

Peran Orang Tua Dalam Mengembangkan Pendidikan Anak di Masa Pandemi Covid-19

25 Mei 2021 - 13:40

Peran-orang-tua-dalam-mendidik-anak

Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah yang Bersumber dari Penghasilan ASN Kabupaten Sumbawa Barat

20 Mei 2021 - 19:20

Nurdin-Rahman-SE

Penuntasan STBM di Kabupaten Sumbawa Barat Patut Ditiru

6 Mei 2021 - 21:33

Surya-Darmayadi
Trending di SELA
Don`t copy text!