Taliwang, KOBARKSB.com – Menjelang berakhirnya izin usaha pertambangan khusus Batu Hijau pada tahun 2030 mendatang, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mulai melakukan langkah-langkah antisipasi yang strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Dalam penyampaiannya di hadapan masyarakat saat pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Masjid Agung Darussalam, Taliwang, Sabtu (21/03/2026), Bupati H. Amar Nurmansyah menegaskan pentingnya kesiapan daerah dalam menghadapi perubahan struktur ekonomi tersebut.
Bupati Amar mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tetap memandang masa depan dengan optimisme tinggi. Menurutnya, Sumbawa Barat akan segera memasuki fase baru bukan lagi sekadar sebagai lokasi penambangan, melainkan sebagai daerah pengelola melalui keberadaan industri smelter.
“Kita harus mempersiapkan strategi pembangunan secara matang karena Sumbawa Barat akan bertransformasi menjadi daerah industri pengelola. Kemandirian ekonomi daerah terus kita perkuat melalui diversifikasi sektor pembangunan agar kita tidak lagi bergantung sepenuhnya pada ekstraksi mineral,” ujar Bupati Amar dalam sambutannya.
Salah satu langkah nyata yang diambil adalah mendorong sektor pariwisata kerakyatan melalui program KSB Maju Luar Biasa. Upaya ini didukung dengan rencana operasional Bandara Poto Tano yang saat ini sedang dalam tahap koordinasi intensif terkait perizinan bandara umum dengan Kementerian Perhubungan.
Selain itu, pemerintah juga melirik sektor ekonomi produktif lainnya seperti Program Agribisnis Peternakan Sapi berbasis intensif yang rencananya akan dilaksanakan di 12 lokasi pada tahun 2026, serta pengembangan Program Mandiri Benih Padi seluas 100 hektar untuk menjamin ketersediaan benih unggul lokal.
Di sektor ketenagakerjaan, Bupati Amar menekankan bahwa pemerintah kini melakukan terobosan besar dengan tidak lagi memfokuskan pelatihan hanya pada sektor pertambangan. Melalui revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) KSB, pemerintah mulai membuka kelas-kelas klasikal untuk berbagai sektor strategis, termasuk penyiapan tenaga kerja migran yang kompeten.
“Pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat memiliki peluang kerja yang lebih luas. Kami kini menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dan vendor untuk penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke negara-negara tertentu sesuai dengan kebutuhan keterampilan yang ada,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati Amar juga memaparkan kebijakan baru terkait dukungan finansial bagi calon tenaga kerja. Pemerintah daerah tengah menyusun formulasi pembiayaan yang melibatkan bank daerah untuk menanggung biaya mulai dari proses pelatihan hingga penempatan kerja. Langkah ini diambil untuk meringankan beban para pencari kerja yang berminat bekerja ke luar negeri namun terkendala biaya.
“Pembiayaan ini akan kita formulasikan melalui kerja sama dengan bank daerah sehingga akan sangat meringankan PMI kita yang memiliki keahlian tertentu,” tambahnya lagi.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati turut menyampaikan capaian membanggakan di bidang kesehatan, di mana Sumbawa Barat menjadi satu-satunya kabupaten di Nusa Tenggara Barat yang telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) 100 persen.
“Hal ini memberikan jaminan kesehatan penuh bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Keberhasilan ini selaras dengan efektivitas Program Kartu Sumbawa Barat Maju yang telah menjangkau lebih dari 43.000 kepala keluarga dari berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga UMKM dan perikanan,” bebernya.
Menutup penyampaiannya, Bupati berharap agar seluruh instrumen pembangunan ini dapat berjalan beriringan dengan program prioritas nasional seperti makan bergizi gratis dan penguatan ekonomi desa. Ia menargetkan agar pada akhir April 2026, seluruh masyarakat telah memegang Kartu KSB Maju agar manfaat dari pelayanan dasar yang terintegrasi dapat dirasakan secara optimal.
“Segala terobosan ini menjadi komitmen nyata pemerintah dalam membuka akses kerja dan kesejahteraan yang lebih luas demi mewujudkan visi KSB Maju Luar Biasa di masa depan,” tutup Bupati. (krij)
About The Author
Trending
- 68
Maluk, KOBARKSB.com - Presiden Joko Widodo, Senin, (23/9), meresmikan fasilitas smelter tembaga dan pemurnian logam mulia PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Peresmian ini menandai langkah besar Indonesia dalam hilirisasi industri mineral dan penguatan ketahanan industri nasional. Presiden Jokowi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi… - 68
Taliwang, KOBARKSB.com - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) meningkatkan upaya komunikasi publiknya menjelang operasional smelter di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Langkah ini diwujudkan melalui forum komunikasi yang digelar pada 9-12 Desember 2024, melibatkan masyarakat di sekitar wilayah smelter. Forum ini bertujuan untuk menyampaikan perkembangan proses komisioning serta membangun sinergi… - 67
Jakarta, KOBARKSB.com - Prestasi gemilang ditorehkan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), pengelola tambang tembaga dan emas Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Perusahaan ini dianugerahi sertifikasi Sistem Manajemen Pengamanan Objek Vital Nasional (SMP Obvitnas) kategori Gold oleh Mabes Polri. Penghargaan prestisius ini diraih berkat nilai kepatuhan… - 66
Maluk, KOBARKSB.com - Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto, memuji smelter tembaga yang dikelola PT AMMAN di Sumbawa Barat sebagai turunan aktivitas pertambangan terbesar di Nusa Tenggara Barat. Hal ini disampaikannya saat memimpin Kunjungan Kerja Reses Tim Komisi VII DPR RI di lokasi smelter, Senin, (15/7/2024). "Ini merupakan aktivitas… - 66
Taliwang, KOBARKSB.com - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) resmi mengumumkan pembukaan lowongan kerja untuk operasional PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN). Pengumuman ini dirilis guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja di area tambang Batu Hijau secara transparan dan bertanggung jawab. Berdasarkan surat pengumuman nomor: B.500.15.1/… - 65
Taliwang, KOBARKSB.com - Dinas Ketahanan Pangan bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mulai menyalurkan bantuan beras murah kepada fakir miskin dan kelompok miskin di Sumbawa Barat. “Beras murah ini disalurkan untuk 3 bulan. Masing-masing mendapat bantuan beras 10 kg per bulan. Ini sudah disalurkan ke semua wilayah,” kata…
Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



Komentar