TKD Dipangkas Pusat, APBD KSB 2026 Tekor Rp 200 Miliar

DPRD Ketuk Palu Renja 2026, Pemkab KSB Putar Otak Tutup Defisit Rp 200 Miliar

Taliwang, KOBARKSB.com – Bayang-bayang tekanan fiskal yang berat mewarnai penetapan Rencana Kerja (Renja) dan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026 oleh DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Selasa (20/1). 

Di balik ketukan palu pengesahan yang dipimpin Ketua DPRD Kaharuddin Umar tersebut, tersimpan tantangan besar berupa defisit anggaran yang mencapai lebih dari Rp 200 miliar akibat pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.

Kondisi keuangan daerah untuk tahun 2026 menunjukkan ketimpangan tajam. Berdasarkan kesepakatan eksekutif dan legislatif, pendapatan daerah dipatok di angka Rp 1.511.359.123.916, terjun bebas sekitar 20,84 persen atau setara Rp 397,9 miliar jika disandingkan dengan Perubahan APBD 2025. 

Pesan Menohok Bupati KSB Saat Lantik 165 PNS Baru: “Jangan Jadikan KSB Hanya Tempat Transit!”

Ironisnya, beban belanja daerah justru membengkak hingga Rp 1.711.359.123.916. Selisih menganga antara pendapatan dan belanja inilah yang menciptakan lubang defisit ratusan miliar rupiah yang harus ditutup agar roda pemerintahan tidak macet.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat merespons situasi ini dengan strategi “Siasat Silpa”. Sekretaris Daerah KSB, drh. Hairul, MM, menegaskan bahwa Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun 2025 menjadi kunci utama untuk menambal kebocoran akibat pemangkasan dana transfer pusat. 

“Penyesuaian TKD dari pusat terhadap APBD 2026 sudah kami lakukan. Dan kekurangannya dapat ditutupi oleh Silpa 2025,” ujar Hairul lugas.

Heboh Isu Tawuran di KTC Taliwang, Satpol PP Turun Tangan Bubarkan Remaja Nongkrong

Hairul menjamin, meski sabuk anggaran harus dikencangkan, pos-pos krusial yang menyentuh langsung perut ekonomi masyarakat tidak akan diganggu. “Efisiensi pasti ada, tapi itu bukan pada belanja wajib dan program-program prioritas pelayanan pemerintah kepada masyarakat,” tegasnya. 

Ia menekankan bahwa Silpa bukan sekadar indikator proyek gagal bayar, melainkan instrumen fiskal yang sah, termasuk dari pelampauan target pendapatan. “Orang sering berpikir Silpa itu murni dari dana program yang tidak dieksekusi. Padahal di situ ada juga pendapatan yang terlampaui atas target,” jelas Hairul, meluruskan persepsi publik.

Dana talangan dari Silpa tersebut diproyeksikan untuk mengamankan belanja operasional sebesar Rp 1,26 triliun dan belanja modal Rp 276,6 miliar. Di tengah keterbatasan ini, Ketua DPRD KSB, Kaharuddin Umar, mengingatkan bahwa dokumen rencana kerja yang baru disahkan tidak boleh berakhir sebagai tumpukan kertas administratif. Legislatif menuntut efektivitas tinggi, di mana setiap aspirasi reses harus dikonversi menjadi kebijakan anggaran yang presisi.

“Melalui rencana kerja ini, kami berharap setiap aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui reses dan kunjungan kerja dapat diakomodasi serta dikawal secara nyata dalam kebijakan anggaran daerah,” kata Kaharuddin.

Politisi senior ini juga mewanti-wanti agar produk hukum daerah (Perda) yang dihasilkan di tahun 2026 tidak membebani birokrasi yang sedang berhemat. Ia menuntut kualitas substansi regulasi, bukan kuantitas. 

“Perda yang disusun harus solutif, tidak tumpang tindih, serta benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat,” tambahnya. Bagi Kaharuddin, regulasi yang lemah hanya akan menjadi beban tambahan bagi implementasi pembangunan.

Bebas Intervensi! Bupati Amar Jamin Seleksi Karyawan PT AMMAN Murni Adu Nasib dan Kompetensi, SMKN 1 Taliwang Jadi Pusat Seleksi Teknis

Sementara itu, Sekretaris DPRD KSB, Hasanudin, S.H., M.H., memastikan mesin pengawasan dewan akan bekerja ekstra keras. Mulai dari rapat alat kelengkapan hingga pembahasan rancangan peraturan daerah telah dijadwalkan secara ketat. 

“Rangkaian agenda tersebut dirancang untuk memastikan keberlanjutan fungsi pengawasan DPRD terhadap kinerja pemerintah daerah, sekaligus memperkuat peran DPRD sebagai representasi kepentingan masyarakat,” paparnya.

Rapat paripurna diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara pimpinan DPRD dan Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah. Kesepakatan ini menjadi penanda bahwa meski dihimpit defisit Rp 200 miliar, kedua lembaga negara ini satu suara untuk mengamankan pembangunan KSB lewat optimalisasi Silpa. (kdon)

Dekatkan Pelayanan, Dinsos KSB Buka Tiga Loket Khusus Program KSB Maju Sosial

About The Author

Trending

  • 93
    DPRD KSB Sahkan KUA-PPAS APBD 2024 Rp 1,33 TriliunTaliwang, KOBARKSB.com - DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggelar rapat paripurna untuk menyepakati Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (KUA-PPAS) APBD sebesar Rp 1,33 triliun bersama pemerintah setempat, Jumat, (3/11).  Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, Kaharuddin Umar. Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman…
  • 92
    Ketua DPRD KSB Ajak Masyarakat Jaga Iklim Investasi di Sumbawa BaratTaliwang, KOBARKSB.com - Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, saat ini menjadi poros baru pengembangan ekonomi NTB dan Nasional. Hilirisasi industri pertambangan membawa berkah tersendiri dengan dibangunnya pabrik pemurnian tembaga dan emas di Sumbawa Barat. “Kita sekarang jadi kawasan industri baru. Ini tentu akan membawa dampak ekonomi cukup besar.…
  • 91
    Bupati KSB Kantongi Nama Calon Sekda, Pelantikan Direncanakan Pertengahan MeiTaliwang, KOBARKSB.com - Proses penentuan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memasuki babak akhir setelah Tim Panitia Seleksi (Pansel) menyerahkan hasil seleksi kepada Bupati H. Amar Nurmansyah. Kini, Pemkab KSB bersiap mengajukan permohonan pelantikan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). "Saya sudah menerima hasil seleksi Sekda dari panitia seleksi, dan…
  • 90
    Dari Cibiran Menjadi Kenyataan, DPRD KSB Apresiasi Program Unggulan "KSB Maju"Taliwang, KOBARKSB.com - Suasana penuh harapan menyelimuti Taliwang, Sumbawa Barat, saat Bupati H. Amar Nurmansyah dan Wakil Bupati Hj. Hanipah secara resmi meluncurkan program unggulan "KSB Maju" yang ditandai dengan peluncuran kartu Sumbawa Barat Maju. Acara yang berlangsung meriah ini menjadi penanda dimulainya babak baru pembangunan di Sumbawa Barat, dengan…
  • 88
    Kepala Daerah dan Sekda Sibuk Tebar Pesona Hadapi 2024, Birokrasi di KSB Terkotak-kotak dan Berkinerja BurukTaliwang, KOBARKSB.com - Pasca diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) bahwa tahapan Pemilu 2024 dimulai 14 Juni 2022. Seketika tensi politik di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai memanas. Genderang perang antar bakal kandidat Kepala Daerah dan bakal calon legislatif pun telah ditabuh. Sayangnya, kondisi ini berakibat pada terkotak-kotaknya birokrasi setempat dan…
  • 88
    “Sumbawa Barat Smart” Jadi Slogan Harla KSB Ke-19Taliwang, KOBARKSB.com - Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebentar lagi akan menginjak usia 19 tahun. Untuk memperingati hari lahir (Harla) KSB ke-19, Pemerintah KSB mengusung slogan "Sumbawa Barat Smart". Adapun maksud dan tujuan dari logo Sumbawa Barat Smart, menurut rilis Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, yang diterima media ini, Senin, (31/10), adalah…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×