Sumbawa, KOBARKSB.com – Amanat Undang-undang Republik Indonesia No. 6 Tahun 2023 menegaskan pentingnya jalan sebagai urat nadi transportasi untuk menunjang ekonomi, sosial, dan budaya. Namun, bagi warga Desa Rhee Loka, Kecamatan Rhee, amanat tersebut terasa hampa. Akses utama desa mereka dibiarkan hancur lebur selama puluhan tahun, seolah tak bertuan.
Ironisnya, kondisi infrastruktur yang memprihatinkan ini justru menjadi saksi bisu kemeriahan pesta demokrasi. Setiap musim politik tiba, jalan sempit yang aspalnya telah mengelupas dan penuh lubang itu ramai dilintasi. Mulai dari tim sukses, calon Anggota DPRD, hingga calon Kepala Daerah silih berganti datang mengais suara.
Namun, setelah kursi kekuasaan didapat, jalan yang dilalui itu kembali dilupakan. Penderitaan warga melintasi “jalan neraka” tersebut hanya menjadi tontonan semata bagi para elit, tanpa ada tindak lanjut perbaikan yang nyata.
Sikap Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa yang dinilai “tutup mata dan tuli telinga” membuat kekesalan warga memuncak. Mereka merasa dianaktirikan di tanah sendiri.
“Sudah puluhan tahun jalan menuju Desa Rhee Loka seperti ini. Pemerintah Sumbawa seperti tidak menganggap Desa Rhee Loka bagian dari Kabupaten Sumbawa,” cetus Siska, warga Desa Rhee Loka, meluapkan kekecewaannya kepada media ini, Jumat (23/1).
Kondisi jalan yang rusak parah ini bukan sekadar masalah kenyamanan berkendara, tetapi menyangkut keselamatan nyawa, terutama bagi anak-anak sekolah. M. Yasin (52), warga setempat, mengungkapkan harapan yang sangat sederhana. Warga tidak menuntut fasilitas mewah, hanya hak dasar berupa jalan yang layak agar aktivitas sehari-hari tidak terhambat.
“Kami masyarakat cuma mengharapkan jalan diperbaiki. Tidak perlu lampu jalan, cukup jalannya saja, Pak, diperbaiki. Kami kasihan melihat anak cucu ke sekolah dengan kondisi jalan seperti itu,” ucap M. Yasin dengan nada memelas.
Atas realitas pahit ini, masyarakat mendesak Bupati Sumbawa untuk segera bangun dari tidurnya dan menindaklanjuti keluhan warga Desa Rhee Loka. Perbaikan jalan adalah harga mati untuk menjamin pertumbuhan ekonomi dan keselamatan warga. Sudah saatnya pemerintah membuktikan kehadirannya bukan hanya saat butuh suara, tetapi saat rakyat membutuhkan pembangunan nyata. (klar)
About The Author
Trending
- 73
Mataram, KOBARKSB.com - Peringatan keras bagi Nusa Tenggara Barat (NTB)! Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2024 menempatkan provinsi ini dalam kategori "Rentan" terhadap praktik korupsi. Dengan skor 65.74, Gubernur NTB dituntut untuk melakukan kerja ekstra dan mengambil langkah-langkah konkret demi meningkatkan integritas dan tata kelola… - 67
Taliwang, KOBARKSB.com - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) terus berupaya meningkatkan daya saing produk tenun lokal. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mendorong para penenun untuk menciptakan inovasi motif agar produk yang dihasilkan lebih variatif, modern, dan mampu menembus pasar yang lebih… - 65
Praya, KOBARKSB.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Praya mengeluarkan peringatan penting bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam beberapa hari ke depan, wilayah NTB diprediksi akan menghadapi potensi gelombang tinggi dan kondisi cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai. Informasi resmi dari BMKG yang… - 65
Taliwang, KOBARKSB.com - Tongkat estafet kepemimpinan birokrasi tertinggi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kini resmi beralih. drh. Hairul, M.M., secara definitif dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa Barat oleh Bupati H. Amar Nurmansyah. Upacara pelantikan yang berlangsung khidmat dan penuh harapan ini digelar di Pendopo Bupati,… - 65
Taliwang, KOBARKSB.com - Program unggulan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kartu Sumbawa Barat Maju (KSB Maju), yang digadang-gadang sebagai solusi kesejahteraan masyarakat, justru menuai keluhan di lapangan. Proses pembuatan dan pencairan yang dinilai semrawut dan jelimet membuat sebagian warga yang berhak justru enggan dan sungkan untuk mengurusnya. Berdasarkan pantauan di… - 65
Di hadapan kita tersaji sebuah dokumen visi yang megah: "Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2025-2030". Dibungkus dalam presentasi yang apik, penuh dengan infografis berwarna dan foto-foto seremonial, pemerintah daerah memaparkan sebuah mimpi transformatif bernama "KSB Maju Luar Biasa". Angka-angka triliunan rupiah digelontorkan untuk program-program unggulan—mulai dari "Kartu Sumbawa…
Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






Komentar