Hasil survei MEDIAN yang menempatkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat pada angka 69,0 persen adalah sebuah angin segar. Angka ini, secara statistik, merupakan sebuah legitimasi yang solid. Pemerintah daerah patut menerima apresiasi atas capaian ini, sebab angka tersebut tidak muncul dari ruang hampa, melainkan buah dari kebijakan dan eksekusi program yang dirasakan dampaknya oleh mayoritas masyarakat.
Namun, berpuas diri pada angka agregat 69 persen adalah sebuah jebakan intelektual dan politis yang berbahaya. Sebuah surat kabar memiliki tanggung jawab untuk membaca apa yang tersirat di balik angka yang tersurat. Dan di balik angka gemilang itu, survei ini sesungguhnya membunyikan alarm peringatan yang tak boleh diabaikan.
Data ini melukiskan dua wajah Sumbawa Barat yang kontras. Di satu sisi, ada kecamatan seperti Brang Ene yang memberikan rapor nyaris sempurna dengan 96,9 persen kepuasan. Ini adalah cerminan keberhasilan yang patut menjadi model. Namun di sisi lain, ada Brang Rea dan Sekongkang, di mana sentimen publik terbelah persis di tengah: 50 persen puas, sementara sisanya—dengan persentase ketidakpuasan yang sangat tinggi—merasa sebaliknya. Ini bukan sekadar angka statistik; ini adalah sinyal darurat tentang adanya jurang persepsi dan mungkin juga jurang pelayanan.
Pemerintah KSB harus berani mengajukan pertanyaan yang tidak nyaman: Mengapa di dua kecamatan ini, tingkat ketidakpuasan menjadi yang tertinggi di seluruh kabupaten? Apakah ada program prioritas yang tidak sampai? Apakah komunikasi pemerintah gagal menyentuh akar masalah lokal? Atau, apakah ada persoalan mendasar terkait kualitas layanan publik yang spesifik di wilayah tersebut? Mengabaikan polarisasi ini sama artinya dengan membiarkan luka kecil menjadi borok.
Lebih jauh lagi, perhatian serius harus diberikan kepada 16,8 persen responden yang memilih “Tidak Tahu/Tidak Jawab”. Mereka bukanlah kelompok yang apatis. Mereka adalah segmen masyarakat yang menunggu untuk diyakinkan. Diamnya mereka bukanlah tanda setuju, melainkan sebuah tanda tanya besar bagi efektivitas komunikasi pemerintah. Di Poto Tano dan Taliwang, kelompok ini membengkak menjadi sangat signifikan. Ini menunjukkan bahwa narasi keberhasilan pemerintah mungkin hanya bergaung di sebagian wilayah, sementara di wilayah lain, gaungnya lemah atau bahkan tidak terdengar sama sekali.
Survei ini, pada akhirnya, bukanlah sebuah piala yang pantas dipajang di etalase. Ia adalah sebuah peta diagnostik. Sebuah alat untuk kalibrasi ulang kebijakan. Angka 69 persen adalah modal awal, bukan tujuan akhir. Tugas pemerintah selanjutnya bukanlah merayakan angka tersebut, melainkan bekerja keras untuk menaklukkan angka-angka anomali yang terungkap.
Tantangan sesungguhnya bagi Pemerintah KSB sekarang adalah bagaimana mengubah angka 50 persen di Brang Rea dan Sekongkang menjadi angka yang lebih sehat, dan bagaimana mengubah kebisuan 16,8 persen warga menjadi suara kepuasan yang solid. Jika tidak, angka 69 persen yang hari ini terlihat membanggakan, bisa terkikis perlahan oleh ketidakpuasan yang diam-diam membesar di kantong-kantong wilayah yang merasa ditinggalkan. Kepercayaan publik adalah aset yang rapuh; ia diraih dengan kerja keras dan harus dijaga dengan kewaspadaan penuh. ** – KOBARKSB.com –
About The Author
Trending
- 90
Taliwang, KOBARKSB.com - Pasca diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) bahwa tahapan Pemilu 2024 dimulai 14 Juni 2022. Seketika tensi politik di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai memanas. Genderang perang antar bakal kandidat Kepala Daerah dan bakal calon legislatif pun telah ditabuh. Sayangnya, kondisi ini berakibat pada terkotak-kotaknya birokrasi setempat dan… - 90
Taliwang, KOBARKSB.com - Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebentar lagi akan menginjak usia 19 tahun. Untuk memperingati hari lahir (Harla) KSB ke-19, Pemerintah KSB mengusung slogan "Sumbawa Barat Smart". Adapun maksud dan tujuan dari logo Sumbawa Barat Smart, menurut rilis Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, yang diterima media ini, Senin, (31/10), adalah… - 89
“Pemerintah Dituntut Peduli” Taliwang, KOBARKSB.com - Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang berada di Kecamatan Poto Tano, dilaporkan hingga saat ini telah meluluskan sekitar ratusan orang siswa. Alumni BLK tersebut berasal dari hampir seluruh Kecamatan yang ada di KSB. Namun setelah lulus pelatihan, banyak dari mereka yang… - 89
Taliwang, KOBARKSB.com - Sebanyak 14 orang Atlet dan 5 orang Official, Kontingen PWI KSB, dilepas Bupati Sumbawa Barat, H W Musyafirin, untuk berlaga di Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XIII, Malang Raya, Jawa Timur. “Semoga para wartawan ini senantiasa sehat, sehingga bisa bertanding dengan baik dan mengharumkan nama Daerah dan… - 89
Taliwang, KOBARKSB.com - Menurut Bupati Sumbawa Barat, H W Musyafirin, bahwa dengan keberadaan industri pertambangan, sektor ini sangat berperan besar terhadap angka pengangguran dan kemiskinan di daerah. “Terkait dengan pengangguran, bahwa KSB sebagai daerah tambang terdapat banyak sekali pendatang. Dan dampak dari mutasi penduduk, banyak berimbas pada peningkatan kemiskinan,” kata… - 89
Taliwang, KOBARKSB.com - Rencana relokasi sekolah Muhammadiyah yang berlokasi di pertigaan simpang berang Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, berlarut-larut. Sehingga Bupati Sumbawa Barat, H W Musyafirin, meminta agar pengurus PD Muhammadiyah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadikan persoalan ini sebagai prioritas untuk dituntaskan. Sebab menurut Bupati, bahwa secara tata ruang lokasi Sekolah…
Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Komentar