Sekongkang, KOBARKSB.com – Program Perhutanan Sosial dan Transformasi Penghidupan Masyarakat (PERTAMAS) yang diinisiasi oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) di Desa Talonang terus berjalan dengan pengawasan ketat. Melalui program ini, pohon yang ditanam oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) dipantau secara berkala setiap tiga bulan oleh tim teknis perhutanan yang didatangkan langsung oleh AMMAN untuk memastikan pertumbuhan yang optimal.
Program ini bukan sekadar aksi seremonial penanaman pohon, melainkan sebuah paradigma baru dalam pemanfaatan hutan. Dengan filosofi “dari hutan, untuk ekonomi lokal yang lestari”, PERTAMAS mendorong terciptanya ekosistem berkelanjutan yang melibatkan masyarakat secara aktif. Fokus utamanya adalah memberdayakan KTH agar mampu mengelola hutan secara legal, bertanggung jawab, dan menghasilkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi mereka dan generasi mendatang.
Kegiatan pengecekan rutin dan penanaman pohon ini turut didampingi oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sejorong Mataiyang, manajemen AMMAN, serta wartawan mitra.
Vice President Policy Permitting & Social Impact AMMAN, Priyo Pramono, menekankan komitmen perusahaan untuk menghadirkan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat melalui pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
“PT Amman Mineral Nusa Tenggara senantiasa melakukan beragam inisiatif berkelanjutan, yang terimplementasikan dalam Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat. Inisiatif ini mencakup pengembangan kapasitas masyarakat, agar dapat memaksimalkan kesejahteraan dan potensi sumber daya manusia di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), terutama pasca tambang beroperasi,” ungkap Priyo Pramono, Rabu (8/10).
Priyo menjelaskan, program PERTAMAS merupakan inisiatif strategis AMMAN sebagai bagian dari pilar Economic Empowerment (Pemberdayaan Ekonomi) dan Lingkungan. Program ini bertujuan menciptakan nilai bersama bagi perusahaan dan komunitas, khususnya di wilayah penyangga kawasan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) AMMAN.
“Hutan di wilayah penyangga ini merupakan titik kritis sosio-ekologis. Degradasi dapat berdampak langsung pada stabilitas ekosistem, kesejahteraan masyarakat, dan berpotensi memicu konflik. Untuk itu, PERTAMAS hadir sebagai model percontohan yang memadukan tiga elemen kunci: Kelestarian Hutan, Penguatan Kelembagaan Sosial, dan Pengembangan Usaha Berbasis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang terhubung dengan pasar berkelanjutan,” jelasnya.
Saat ini, program PERTAMAS berada pada tahap awal yang berfokus pada penyiapan pondasi kelembagaan dan teknis, yang diharapkan dapat menjadi model percontohan untuk direplikasi di wilayah lain.
Dalam pelaksanaannya, AMMAN berkolaborasi dengan KPH sebagai mitra utama dan KONSEPSI sebagai mitra pelaksana. Kepala KPH Sejorong Mataiyang, Syahril, menyatakan bahwa peran KPH adalah memberikan dukungan administratif, teknis, dan operasional untuk memastikan program ini selaras dengan kebijakan pemerintah.
“Sasaran program PERTAMAS AMMAN saat ini adalah dua Kelompok Tani Hutan di Desa Talonang. Pertama, KTH Batu Akik dengan anggota 158 Kepala Keluarga yang mengelola 200 hektare. Kedua, KTH Sampar Baru dengan 113 Kepala Keluarga dan luas kawasan 300 hektare. Kedua kelompok ini sedang dibina oleh AMMAN dan telah melakukan demplot penanaman pohon dengan luas masing-masing 5 hektare,” terang Syahril.
Sementara itu, Ketua KTH Sampar Baru, Saifullah, menyambut baik program ini. Ia berharap pembinaan dan bantuan yang diberikan tidak hanya berhenti pada pembibitan, tetapi juga mencakup sarana penunjang seperti sumur bor, pupuk, dan alat pertanian lainnya.
“Kami awalnya petani jagung yang panen hanya satu tahun sekali. Program AMMAN datang dengan harapan baru, mengarahkan kami mengelola hutan lebih efektif dengan menanam buah-buahan, pisang, dan umbi-umbian yang bisa dipanen berulang kali. Harapannya, pendapatan kami bisa jauh lebih baik dibandingkan jagung,” tutur Saifullah. (kdon/*)
About The Author
Trending
- 81
Taliwang, KOBARKSB.com - PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dilaporkan akan merehabilitasi 6 ribu hektar hutan di Pulau Lombok. Akan tetapi tak sejengkal pun hutan di Pulau Sumbawa bakal direhab. "Aneh, masa selama 5 tahun hutan di Pulau Lombok yang direhabilitasi. Tapi hutan di Pulau Sumbawa tidak, kan janggal," kata… - 80
Taliwang, KOBARKSB.com - PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) terus memperkuat komitmennya dalam Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Melalui inisiatif Sports For Development, AMMAN menggandeng Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) meluncurkan Basketball Development Program. Program ini bertujuan tidak hanya untuk mencetak atlet berprestasi, tetapi juga… - 79
Taliwang, KOBARKSB.com - Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan daerah. Penghargaan ini diserahkan dalam Apel Syukur yang berlangsung di Lapangan Graha Fitrah, Taliwang, pada Senin (20/01/2025). Apel Syukur, yang merupakan tradisi bulanan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, dihadiri… - 78
Jakarta, KOBARKSB.com - Ilustrasi musik dan kesenian adat tradisional Sumbawa yang ditampilkan Tim Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah memukau tamu negara yang melintas di gerbang utama istana pada puncak peringatan HUT RI Ke-78 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, (17/8). Ini merupakan kali kedua secara berturut-turut, Kabupaten Sumbawa Barat dipercaya menampilkan… - 78
Taliwang, KOBARKSB.com - Suasana haru dan bangga menyelimuti Central Kediaman Bupati Sumbawa Barat pada Senin malam, 15 Juli 2023. Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin., MM, melepas secara resmi 27 orang siswa terbaik dari Kabupaten Sumbawa Barat untuk melanjutkan pendidikan di 5 SMK Unggulan di Kudus dan Malang… - 78
Taliwang, KOBARKSB.com - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memastikan program KSB Maju Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berbasis Taman Baca Al-quran (TBA) Syariah dapat diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk warga non-muslim. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan potensi kesalahpahaman terkait penggunaan istilah "Syariah" pada program dana bergulir tersebut. Kepala Dinas…
Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






Komentar