fbpx Hotel di Lombok Full Booking 3 Bulan Jelang MotoGP Mandalika 2022

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Hotel-Lombok-Astoria-Mataram

Hotel di Lombok Full Booking 3 Bulan Jelang MotoGP Mandalika 2022

Mataram, KOBARKSB.com – Rencana pelaksanaan event MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika Lombok awal tahun depan menuai berkah bagi para pemilik penginapan dan hotel di Pulau Lombok. 3 bulan jelang pelaksanaan MotoGP 2022, sejumlah hotel dan penginapan dilaporkan telah full booking.

“Dari 164 kamar yang kita miliki 120 kamar sudah full booking,” beber Saeno Kunto, General Manager Lombok Astoria Hotel Mataram, kepada awak media, Selasa, (21/12).

Ia mengakui, bahwa pemesanan kamar di hotel yang dikelolanya sudah penuh untuk tamu-tamu yang akan menonton MotoGP pada bulan Maret 2022 mendatang. Dan rata-rata mereka yang memesan kamar hotel, jelasnya, adalah tamu-tamu atau pelanggan yang pernah menginap pada saat event World Superbike (WSBK) bulan Nopember lalu.

“Pemesanan ini sudah dari November. Mereka memesan lebih dulu ini sebab khawatir tidak dapat kamar karena pada saat WSBK lalu itu susah cari kamar hotel kata mereka kepada kami,” tuturnya.

Ia pun tidak menampik, bahwa tingginya permintaan kamar, membuat harga kamar hotel di Lombok melonjak drastis. Kendati demikian, menurutnya, kenaikan harga tersebut masih dalam batas-batas kewajaran.

“Bukan hanya kita memanfaatkan momen ini, tetapi kita harus berpikir secara bisnis. Di kala permintaan tinggi maka kita juga harus main harga. Tapi kita tidak hanya bermain harga, namun kita juga menjaga kualitas, produk dan layanan. Sehingga apa yang dibeli customer itu tidak buat rugi,” tandas Saeno Kunto.

Sementara itu, Ketua DPD ASITA NTB, Dewantoro Umbu Joka, membenarkan pemesanan kamar hotel untuk wilayah Lombok sudah mulai penuh, meski event MotoGP masih 3 bulan lagi digelar. 

“Kita senang dengarnya. Bukan hanya hotel, tetapi homestay yang ada di Mandalika juga sudah kehabisan pemesanan,” ujarnya.

Akan tetapi pihaknya, kata Umbu, menyayangkan sistem bloking pemesanan kamar hotel yang terjadi saat ini, membuat biro perjalanan wisata merugi. Karena dengan kondisi tersebut, terangnya, mengakibatkan para biro travel kelabakan memenuhi permintaan kamar, sementara kamar hotel sudah habis terjual.

“Ini juga yang kita tidak habis pikir, tiket MotoGP belum dirilis tapi kamar sudah tidak ada. Tapi inilah bisnis kita juga enggak bisa salahkan,” tukasnya.

Meskipun demikian, pihaknya berharap tidak hanya hotel yang menikmati untung. Melainkan juga pusat oleh-oleh, UMKM, restoran, dan pramuwisata ikut mendapatkan manfaat dari perhelatan MotoGP tersebut. 

“Harapan kita itu, tamu-tamu itu tidak hanya datang nonton tetapi bagaimana mereka juga bisa belanja,” tutup Ketua DPD ASITA NTB. (kdon)

About Post Author

Don`t copy text!