2,25 Ton Melati Tegal Diekspor Ke Thailand

Melati-Tegal-Diekspor-Ke-Thailand

Semarang, KOBARKSB.com – Sebanyak 2,25 ton atau senilai Rp 79 juta melati asal Tegal, Jawa Tengah, dilaporkan diekspor ke Thailand. Melati dengan nama latinnya, jasminum sambac ini, sangat diminati warga negeri gajah putih tersebut, karena memiliki aroma wangi yang khas.

Sebelum dikirim ke Thailand, 2,25 ton melati tersebut diperiksa oleh pejabat Karantina Pertanian Semarang terlebih dahulu, untuk memastikan kelayakannya dikirim ke luar negeri.

“Bunga berbau wangi ini sebelum diekspor, dilakukan proses sortir, grading, dirangkai dalam bentuk ronce, dan dipacking. Melati segar curah dan ronce ini menjadi primadona masyarakat lokal hingga mancanegara,” tutur Buseri, pejabat karantina pertanian Semarang, Selasa, (2/11).

Amman Mineral Buka 18 Lowongan Kerja Terbaru Tambang Emas Sumbawa Barat

Pejabat Karantina Pertanian Semarang

Sementara itu, Parlin Robert Sitanggang, Kepala Karantina Semarang, mengatakan, bahwa pihaknya terus mendorong ekspor melati dari Jawa Tengah, dengan melakukan sertifikasi kesehatan karantina tumbuhan, sesuai permintaan negara tujuan.

“Wilayah Tegal merupakan sentra produksi melati di Jawa Tengah, dan kegiatan ekspor rutin dilakukan ke Thailand, Singapura, dan Malaysia,” jelas Parlin.

Prospek bisnis melati ini, tambahnya, diyakini kian menjanjikan, seiring dengan makin terbukanya pasar internasional. Sebab di negara tujuan, kata Parlin, melati umumnya digunakan masyarakat beragama Hindu dan Budha untuk ibadah. Selain itu, melati juga digunakan sebagai bahan dekorasi, aksesori pengantin, dan tanaman hias.

Pukul Bedug 3 Kali, Camat Nurdin Buka STQ Ke-18 Kecamatan Brang Ene

“Kami mendorong petani untuk meningkatkan luas lahan dan produksi melati serta memperkuat pola kemitraan, sehingga volume ekspor kian melejit,” tutup Kepala Karantina Semarang. (knda)

About The Author

Trending

  • 52
    Bonsai Indonesia Mendunia, Ekspor Meroket ke EropaSemarang, KOBARKSB.com - Pasar Eropa semakin terpikat dengan keindahan bonsai asal Indonesia. Hal ini tercermin dari data Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah (Karantina Jawa Tengah) yang mencatat lonjakan ekspor bonsai hingga 245% pada Januari 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kepala…
  • 36
    AMMAN dan Peselancar Rizal Tandjung Kolaborasi Majukan Wisata Bahari Sumbawa Barat"Hamparan pantai yang luas dengan pasir putih yang halus, air laut biru jernih, dan ombak yang menantang menjadikan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) surga bagi para pecinta wisata bahari. Potensi luar biasa ini tak luput dari perhatian AMMAN, salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, dan Rizal Tandjung,…
  • 33
    Timeline Sejarah KOBARKSB.com    Timeline Sejarah KOBARKSB.com Filter Tahun: Semua 2006 2007-2008 2009 2010 2014 2015 2016-2018 2019 2020 2021-2023 2024 2006 2006 November: Awal mula ide pembentukan KOBAR muncul dari diskusi sekelompok anak muda yang memiliki semangat untuk menghadirkan media lokal yang independen dan informatif. Diskusi ini berlangsung intensif dalam beberapa…
  • 32
    13 Tahun Membidik Realitas TerserakTak terasa, sudah 13 tahun sebuah surat kabar lokal mewarnai perjalanan sejarah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Ide berdirinya surat kabar ini, berawal dari bertemunya sekelompok anak muda yang peduli akan kelangsungan pembangunan di KSB yang baru terbentuk. Pada minggu pertama bulan Nopember 2006, mereka berkumpul membahas kondisi arus informasi dan…
  • 31
    Produk Olahan Kelapa Indonesia Laris Manis di Pasar Dunia“Kelapa Indonesia Nomor 1 di Dunia” Jakarta, KOBARKSB.com - Kementerian Pertanian mencatat, ada 13 ragam komoditas turunan kelapa yang telah tembus pasar dunia dan disukai. Produk turunan kelapa asal Indonesia dilaporkan laris manis di 6 benua. Mulai dari benua Asia, Eropa, Australia, Afrika, Amerika Utara, hingga Amerika Selatan. Hampir seluruh…
  • 30
    Sarang Burung Walet Jadi Produk Andalan Ekspor IndonesiaSurabaya, KOBARKSB.com - Dari bulan Januari hingga bulan Maret 2021, Kementerian Pertanian mencatat, bahwa ekspor sarang burung walet dari Jawa Timur telah mencapai 51,3 ton, atau bernilai Rp 661,3 miliar. Dengan negara tujuan ekspor, yaitu; Tiongkok, Australia, Amerika Serikat, Hongkong, Kanada, Singapura, Taiwan, Jepang, Malaysia, dan Vietnam. “Sarang burung walet…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×