fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Facebook Ubah Nama Jadi Meta

California, KOBAR – Mark Zuckerberg, CEO Facebook, secara resmi mengumumkan akan mengubah nama perusahaannya, dari Facebook menjadi Meta. Perubahan ini dilakukan untuk mengubah citra perusahaan, dari perusahaan jejaring sosial menjadi metaverse.

Metaverse, kata Mark, adalah dunia virtual tempat orang bekerja, bermain, belajar, dan terhubung dengan teman serta keluarga mereka. Meta akan menjadi semacam induk perusahaan yang menaungi merek platform yang sudah ada, seperti, Facebook, Instagram, WhatsApp, dan virtual augmented reality.

Perubahan nama ini, katanya, akan dimulai pada tanggal 1 Desember 2021, yang secara resmi juga akan mengubah kode saham mereka menjadi MTVRS.

Mark Zuckerberg Pada Acara Facebook Connect

“Dalam DNA kami, kami adalah perusahaan yang membangun teknologi untuk menghubungkan orang-orang. Metaverse adalah perbatasan berikutnya, sama ketika kami memulai jejaring sosial dahulu,” kata Mark, dalam Facebook Connect, Jum’at, (29/10).

Kata “meta”, jelasnya, berasal dari bahasa Yunani yang berarti “di luar” dan “itu melambangkan bahwa selalu ada lebih banyak untuk dibangun”. 

Mark meyakini, bahwa dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, pengalaman virtual akan menjadi mainstream. Dalam dekade berikutnya, ia berharap akan ada 1 miliar pengguna di metaverse. 

“Beberapa dari Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa kita melakukan ini sekarang. Jawabannya adalah, saya percaya bahwa kita diciptakan di Bumi ini. Saya percaya bahwa teknologi dapat membuat hidup kita lebih baik,” ujar Zuckerberg.

Mark Zuckerberg di Facebook Reality Labs

Mark pada kesempatan ini juga memperkenalkan lebih banyak alat VR dan AR. Termasuk ruang sosial virtual untuk rumah tangga, seperti, panggilan messenger di VR, pasar untuk barang digital, dan aplikasi baru bernama Polar, untuk membuat AR dan filter dengan mudah tanpa perlu tahu caranya kode.

CEO Facebook ini mengatakan, bahwa pihaknya saat ini sedang mengerjakan headset kelas atas yang dikenal sebagai Cambria dan kacamata augmented reality. 

Pihaknya, tambah Mark, sedang mencari cara untuk mencegah orang menggunakan avatar orang lain, dengan mengikatnya ke akun yang diautentikasi atau dengan memverifikasi identitas dengan cara lain.

“Dengan semua teknologi baru yang sedang dikembangkan, setiap orang yang membangun metaverse harus fokus membangun secara bertanggung jawab sejak awal,” demikian CEO Facebook. (kdnt) 

Don`t copy text!