fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

78 Kali Gempa Bumi Guncang NTB Selama Sepekan - Info Gempa Bumi BMKG Mataram

78 Kali Gempa Bumi Guncang NTB Selama Sepekan

Mataram, KOBAR – Menurut analisa Stasiun Geofisika Mataram, bahwa dalam sepekan tercatat telah terjadi 78 kejadian gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya. Gempa bumi tersebut didominasi oleh Magnitudo < 3.0, dan kedalaman dangkal <60 km. Dari 78 kejadian itu, terdapat 1 kejadian gempa bumi yang dirasakan di sekitar wilayah NTB.

“Seismisitas di wilayah NTB dan sekitarnya yang tercatat dan teranalisa oleh Stasiun Geofisika Mataram, pada minggu keempat September 2021, diketahui telah terjadi gempa bumi sebanyak 78 kejadian. Kejadian tersebut didominasi oleh Magnitudo < 3,0, dan kedalaman dangkal <60 km,” tutur Ardhianto Septiadhi, Kepala Stasiun Geofisika Mataram, dalam siaran pers, Minggu, (3/10).

Ardhianto Septiadhi – Kepala Stasiun Geofisika Mataram

Untuk gempa bumi yang dirasakan, lanjutnya, telah terjadi pada tanggal 30 September 2021, pukul 22:56:24 WITA, dengan M 3,2. Gempa ini dirasakan di wilayah Lombok Barat III MMI. Adapun analisa gempa bumi yang dilakukan pihaknya ini, jelas Ardhianto, dikelompokkan menjadi 4 bagian. Yaitu; Gempa bumi berdasarkan magnitudo, gempa berdasarkan frekuensi kejadian, gempa berdasarkan kedalaman, dan gempa berdasarkan dominasi sumber gempa bumi.

“Berdasarkan grafik frekuensi kejadian gempa bumi pada minggu keempat, periode 24 September hingga 1 Oktober 2021, terlihat kejadian gempa bumi terbanyak terjadi pada tanggal 29 dan 30 September, sejumlah 14 kejadian,” bebernya.

Sedangkan berdasarkan kedalaman gempa bumi, jelasnya, bahwa kedalaman < 60 km terjadi sebanyak 68 kejadian. Gempa bumi dengan kedalaman 60 km ≤ D ≤ 300 km, sebanyak 10 kali gempa bumi, dan tidak terdapat kejadian gempa bumi dengan kedalaman > 300 km.

Info Gempa Bumi BMKG

“Berdasarkan kondisi seismisitas wilayah NTB dan sekitarnya. Pada minggu keempat periode 24 September hingga 1 Oktober 2021, aktivitas gempa bumi didominasi di daerah sumber Flores Backarc Thrust Utara Sumbawa,” terang Ardhianto.

Kendati demikian, tambahnya, masyarakat diminta agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Serta agar selalu memastikan setiap informasi yang diterima bersumber dari BMKG.

“Masyarakat kami imbau agar tetap tenang, dan selalu pastikan informasi yang didapat hanya bersumber dari BMKG, yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” demikian Kepala Stasiun Geofisika Mataram. (kdon)

Don`t copy text!