fbpx
Bupati KSB: ASN Harus Jadi Corong Pemerintah

Bupati KSB: ASN Harus Jadi Corong Pemerintah

Taliwang, KOBAR – Bupati Sumbawa Barat, Dr Ir H W Musyafirin MM, meminta agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dapat menjadi corong Pemerintah Daerah di tengah-tengah masyarakat. Terutama terkait isu yang berkembang dan simpang siur di tengah masyarakat. Diantaranya; Perihal pembangunan Bandara di Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano, dan juga soal pembangunan Smelter Amman Mineral di Desa Benete, Kecamatan Maluk.

“Saya berharap kepada para ASN agar dapat menyampaikan pesan Pemerintah Daerah, agar tidak terjadi perdebatan dan kesalahan informasi di tengah-tengah masyarakat. Kalau ada yang bertanya di dalam group diskusi atau pertemuan tatap muka, sampaikan dan beri pemahaman,” tegas Bupati, Senin, (17/5).

Terkait rencana pembangunan Bandara di Desa Kiantar. Ia menjelaskan, bahwa prosesnya terus dipacu, dan saat ini tim bentukannya masih bekerja di lapangan untuk menuntaskan segala hal yang berkaitan dengan lahan sebagai lokasi pembangunan Bandara. 

Dukungan dari semua pihak, katanya, termasuk bagaimana menumbuhkan iklim investasi yang sehat, harus terus menerus digalakkan. Karena proyek pembangunan bandara, terangnya, merupakan agenda besar Pemerintah KSB saat ini.

“Saya berharap para ASN menyampaikan ini semua kepada masyarakat. Jangan lagi mendebat apa keuntungannya. Kita bisa membandingkan, misalnya, antara Kabupaten Banyuwangi dengan Kabupaten Jember itu dekat. Tetapi, di masing-masing Kabupaten itu ada Bandaranya. Begitu juga di daerah-daerah lain yang sekarang sudah maju,” tutur Bupati.

Ia pun menjelaskan, bahwa rencana pembangunan Bandara di Desa Kiantar tersebut, bukanlah suatu hal yang baru. Pembangunan Bandara telah masuk dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) KSB. 

“Itu semua sudah masuk dalam dokumen tata ruang. Rencana pembangunan Bandara ini pun kami promosikan melalui internet, mencari siapa yang berminat. Pembangunan Bandara ini murni investasi, tidak menggunakan uang negara maupun uang daerah. Ini murni menggunakan dana dari swasta. Hingga saat ini, di sepanjang garis pantai dari Poto Batu hingga Poto Tano sudah dimiliki oleh swasta. Pihak swasta akan langsung berinvestasi, ketika bandara di Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano sudah terealisasikan,” beber HW Musyafirin.

Sementara terkait pembangunan Smelter Amman Mineral, ia memaparkan, bahwa pembangunan Smelter Amman Mineral di Kecamatan Maluk, merupakan amanat Undang-undang Nomor 4 tahun 2009, tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dan juga Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 5 Tahun 2017, tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian di Dalam Negeri.

“Insya Allah bulan Oktober tahun ini, tahap pembangunan smelter sudah mulai dilakukan. Selain pembangunan smelter, pembangunan kawasan industri turunan lainnya juga segera disiapkan,” tutup Bupati Sumbawa Barat. (kdon)

Don`t copy text!