67 Unit Rumah Korban Kebakaran Baturotok Telah Berdiri

Baturotok-3

Sumbawa, KOBARKSB.com – Setelah kebakaran hebat yang meluluhlantakkan ratusan rumah di Desa Baturotok, Kecamatan Batu Lanteh, Kabupaten Sumbawa, pada bulan Nopember tahun 2020. Akhirnya, 67 unit rumah dari 72 unit rumah yang dibangun untuk korban kebakaran telah berdiri.

Desa Baturotok

“Alhamdulillah dari 72 rumah korban kebakaran Desa Batu Rotok, sudah terbangun 67 unit. Tersisa tinggal 5 saja yang saat ini dalam proses, dengan bahan sudah siap di dalam kampung. Semoga dipermudah semua prosesnya, dan pada akhir Februari ini tuntas terbangun. Tinggal kelengkapan lainnya menuju rumah sempurna,” tutur Abdul Azis, Tim Relawan Cepat Sumbawa (RCS), Kamis, (18/2), pelaksana pembangunan rumah korban kebakaran.

Tim RCS di Desa Baturotok

Bukan hanya membangun rumah, tim RCS juga menata pemukiman dan rumah-rumah yang dibangun, agar tampak asri dan menarik dipandang mata. Diantaranya, dengan mengecat atap rumah penduduk dan pagar rumah dengan warna pelangi.

Wujudkan Riset Berdampak Luas, Universitas Cordova dan PT Medco Energi Dirikan Menara Pengukur Angin di Sumbawa Barat

“Kalau ini semuanya sudah selesai, kami akan menunggu kunjungan semuanya. Meski tidak secara langsung, tapi dalam tatapan sejenak di beranda medsos, tentu akan membuat pandangan kita semakin indah,” ujarnya.

Abdul Azis

Jika tidak ada aral melintang, lanjutnya, ditarget seluruh rumah yang dibangun akan rampung pada bulan Maret mendatang.

“Sungguh nggak sabar menunggu untuk tuntas semuanya. Semoga kondisi cuaca akan terus mendukung, agar bulan Maret nanti sudah selesai di warna-warni untuk semua rumah korban kebakaran di Baturotok,” tutup Abdul Azis. (klar)

Tingkatkan Profesionalisme, PWI Sumbawa Barat Kirim 17 Wartawan Ikuti OKK dan UKW Lanjutan di Mataram

About The Author

Trending

  • 51
    Menenun Kembali Hijau Sumbawa: Jejak Keberlanjutan di Jantung Operasi AMMANOleh: Hardoni Di jantung Pulau Sumbawa, tepatnya di Kabupaten Sumbawa Barat, sebuah narasi baru sedang ditulis. Di tengah persepsi umum yang sering kali menempatkan industri pertambangan sebagai antitesis kelestarian lingkungan, area Tambang Batu Hijau milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) menyuguhkan perspektif berbeda. Di sini, industri berat mencoba berjalan…
  • 50
    Sirkuit Mandalika dan Sirkuit Samota Jadi Pemantik Geliat Pariwisata NTBPasca suksesnya event Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) digelar pada awal tahun 2022 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pariwisata NTB tampak sudah mulai bergeliat, seiring dengan berakhirnya pandemi Covid-19 yang menjadi kabut hitam industri pariwisata Indonesia. Angka kunjungan wisatawan ke NTB mulai bergerak naik. Pembangunan…
  • 50
    AMMAN dan Peselancar Rizal Tandjung Kolaborasi Majukan Wisata Bahari Sumbawa Barat"Hamparan pantai yang luas dengan pasir putih yang halus, air laut biru jernih, dan ombak yang menantang menjadikan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) surga bagi para pecinta wisata bahari. Potensi luar biasa ini tak luput dari perhatian AMMAN, salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, dan Rizal Tandjung,…
  • 49
    13 Tahun Membidik Realitas TerserakTak terasa, sudah 13 tahun sebuah surat kabar lokal mewarnai perjalanan sejarah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Ide berdirinya surat kabar ini, berawal dari bertemunya sekelompok anak muda yang peduli akan kelangsungan pembangunan di KSB yang baru terbentuk. Pada minggu pertama bulan Nopember 2006, mereka berkumpul membahas kondisi arus informasi dan…
  • 48
    Napas Biru di Selat Alas: Cara AMMAN Menenun Keabadian Ekologis Gili BaluOleh: Hardoni  Bumi selalu mengingat dua hal: apa yang diurai dari rahimnya, dan apa yang disemaikan kembali di permukaannya. Bagi sebuah entitas industri ekstraktif, kesadaran ini kerap kali berhenti sebagai sebaris angka di dalam laporan keberlanjutan tahunan. Namun, di kaki-kaki bukit Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), kesadaran itu mewujud menjadi perkara martabat…
  • 47
    Taliwang dalam Peta Sejarah IndonesiaOleh: Fathi Yusuf, S.Pd., M.Pd. Taliwang yang sekarang ini kita kenal sebagai ibu kota baru di wilayah paling barat pulau Sumbawa, mempunyai sejarah yang sangat panjang, lebih panjang daripada kehadiran Kesultanan Sumbawa di Sumbawa. Taliwang dan Seran, sebelum masuknya Islam ke Sumbawa merupakan dua kerajaan yang paling besar di bagian…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×