Mataram, KOBAR – Bertempat di Kantor BNN Provinsi NTB, Brigjen Pol Drs Gde Sugianyar Dwi Putra SH MSi, Kepala BNN NTB, memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1.043,70 gram, dan barang bukti narkotika jenis ganja seberat 1.702,24 gram, hasil dari 4 perkara yang tengah ditangani BNN NTB.
“Hari ini kami menggelar barang bukti ganja seberat 4 Kg, hasil pengungkapan kasus peredaran gelap narkotika, sekaligus kami musnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1.043,70 gram dan ganja seberat 1.702,24 gram, dari 4 berkas perkara yang sedang kami ditangani,” tutur, Kepala BNN NTB, dalam siaran persnya, Senin, (21/12).
Pada kesempatan ini juga, ia menyampaikan sejumlah pencapaian kinerja BNN NTB dan jajaran selama tahun 2020. Tak lupa ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, untuk bersama-sama memerangi peredaran gelap narkoba di NTB.
“Narkoba adalah ancaman serius bagi bangsa dan negara, khususnya di Provinsi NTB. Narkoba bisa menyebabkan lost generation. Oleh karena itu, kita semua harus ambil peran lawan narkoba. Seluruh masyarakat NTB harus memiliki semangat anti narkoba. Apabila terdapat aktivitas yang mencurigakan, seperti adanya kegiatan transaksi jual beli narkotika ataupun mungkin produksi, jangan ragu untuk melaporkannya kepada pihak yang berwenang,” katanya.
BNN, jelasnya, telah melakukan program ketahanan keluarga, sebagai bagian dari upaya mewujudkan desa bersih narkoba. Program ini melibatkan kader PKK, perangkat desa, tenaga pendidik, dan komunitas anak muda, sebagai relawan anti Narkoba.
“Ayo lindungi keluarga kita dari bahaya narkoba! Karena keluarga merupakan faktor penting dalam menumbuhkan ketahanan diri remaja terhadap penyalahgunaan narkoba. Mulai frekuensi berkomunikasi orang tua dengan anak yang perlu lebih intens, pengasuhan orang tua yang demokratis, serta hubungan yang hangat. Hal itu penting dalam membuat remaja memiliki ketahanan diri yang tinggi,” tutup Kepala BNN NTB. (klar)
About The Author
Trending
- 31
Itulah sepenggal kalimat yang terucap dari mulut Imran, salah seorang anak yang putus sekolah, ketika ditanya oleh wartawan media ini, tentang alasan dia berhenti sekolah dari sebuah sekolah menengah atas. Itu baru satu orang, tidak tertutup kemungkinan ada sekian banyak anak-anak usia sekolah seperti Imran di bumi pariri lema bariri…
Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



Komentar