fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Tangkal Terorisme - Kepala BNPT RI

Komjen Pol Boy Rafli Amar

Desa Didorong Jadi Garda Terdepan Tangkal Terorisme

Mataram, KOBAR – Aksi terorisme masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Terlebih di era digital seperti saat ini, paham radikalisme begitu mudah dijumpai di media sosial. Untuk itu, edukasi kepada masyarakat akan ancaman terorisme semakin masif dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Desa dan Dusun yang merupakan lingkup terkecil, didorong menjadi garda terdepan dalam menangkal persoalan ini.

Untuk mendukung gerakan itu, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) NTB bekerjasama dengan RRI Mataram, menggelar acara Ngobrol Pintar Cara Orang Indonesia (Ngopi Coi), yang berlangsung di Hotel Kila Senggigi Lombok Barat, Kamis, (12/11). Kegiatan ini bertajuk Pelibatan Aparatur Kelurahan dan Desa tentang Literasi Informasi dalam rangka Pencegahan Terorisme melalui FKPT NTB Bidang Media Massa, Hukum dan Humas.

Pada kesempatan itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar, menjelaskan, jika kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terkecoh dengan berbagai muatan narasi radikalisme dan segala hal yang berpotensi mengarah kepada tindakan tindakan terorisme.

Ngobrol Pintar Cara Orang Indonesia (Ngopi Coi)
Ngobrol Pintar Cara Orang Indonesia (Ngopi Coi)

“Kelompok jaringan teroris ini telah berhasil menggaet generasi muda Indonesia untuk terjebak dalam aktivitas kejahatan terorisme. Kita katakan terjebak, karena tentu ini kurang edukasi,” tuturnya.

Untuk itulah, katanya, keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam melawan ancaman terorisme. Selain itu, Rafli juga meminta masyarakat agar semakin pandai dalam memanfaatkan teknologi. Terlebih di era saat ini, ancaman terorisme begitu mudah ditemukan melalui media sosial.

“Maka-nya, untuk memperkuat masalah ini, perlu kerja bareng, bersama-sama dan tentunya perlu upaya-upaya yang maksimal,” tandas Rafli.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, kembali menekankan pentingnya peranan aparatur desa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Desa dan dusun yang merupakan lingkup terkecil, disebut Wagub, menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi baik sosial ekonomi hingga kesehatan.

“Kami menganggap bahwa apa yang dilakukan, literasi informasi yang menyasar desa dan kelurahan ini menjadi sesuatu yang sangat strategis,” ucap Wagub.

Ummi Rohmi Tangkal Terorisme
Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah

Untuk itulah, program-program Pemprov, katanya, selalu melibatkan desa sebagai ujung tombaknya. Ia menyadari bahwa banyaknya disinformasi dan kesalahpahaman akan dapat dihindari apabila mampu diatasi sedini mungkin.

“Jika kita bisa mengkolaborasikan seluruh kekuatan ini, sinergi yang luar biasa bersama dengan aparatur desa ini dapat menjadi garda terdepan kita dalam menghambat atau menghindari disinformasi. Juga menangkal pemahaman-pemahaman yang salah, yang justru mengancam keutuhan kita sebagai NKRI,” ulas Wagub, yang akrab disapa Umi Rohmi.

Umi Rohmi menanggapi ancaman terorisme sebagai permasalahan yang serius. Oleh sebab itu, strategi yang baik dan sinergi semua pihak begitu penting di dalam menghadapi persoalan yang satu ini.

“Sungguh-sungguh membutuhkan cara yang humanis, yang betul-betul bisa nyambung dengan pihak-pihak terkait, sehingga mereka bisa menyadari dengan kesadarannya sendiri, tanpa tekanan untuk kemudian memahami bahwa kita adalah satu Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tambahnya.

Namun, Umi Rohmi juga bersyukur, NTB mampu selalu menjaga keharmonisan dan rasa kekeluargaan meskipun dengan berbagai keberagaman yang ada. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat mensyukuri berbagai nikmat yang telah diberikan, dengan bersama-sama menjaga keutuhan NKRI.

“Mudah-mudahan Allah SWT mudahkan langkah dan ikhtiar kita untuk terus memperjuangkan NKRI, dalam rangka memberantas terorisme di Indonesia ini,” tutup Wakil Gubernur NTB. (klar)

Don`t copy text!