fbpx
ASN, TNI, dan Polri, Harus Netral dan Tidak Memihak Paslon Tertentu di Pilkada

ASN, TNI, dan Polri, Harus Netral dan Tidak Memihak Paslon Tertentu di Pilkada

Jakarta, KOBAR – Selain menginstruksikan kewajiban penerapan protokol kesehatan selama penyelenggaraan Pilkada Serentak tahun ini, Presiden Joko Widodo secara tegas meminta, agar Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri bersikap netral, dan tidak memihak paslon tertentu di Pilkada. Sebagaimana telah diatur dalam sejumlah aturan perundang-undangan.

“Saya minta kepada aparat birokrasi, TNI, dan Polri untuk tetap terus bersikap netral dengan tidak memihak kepada pasangan calon tertentu,” kata Presiden, saat memimpin rapat terbatas Persiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, (8/9).

Selain itu, Kepala Negara juga mengingatkan, agar persatuan dan kesatuan bangsa harus tetap dijaga selama tahapan Pilkada Serentak berlangsung. Presiden meminta ketegasan pengawas dan penyelenggara Pilkada untuk tidak membiarkan adanya narasi yang membahayakan persatuan bangsa.

“Harus ada ketegasan, jangan sampai menggunakan politik-politik identitas atau SARA, karena itu akan membahayakan persatuan dan kesatuan. Ini yang harus dicegah,” tegas Presiden.

Di tengah kedewasaan berdemokrasi, lanjut Jokowi, para kontestan Pilkada sudah selayaknya untuk mengedepankan kontestasi gagasan, dan beradu program kerja untuk menjadi kepala daerah. Masyarakat juga, sebutnya, harus mempelajari rekam jejak masing-masing para kontestan, sebelum menentukan pemimpin yang terbaik.

“Netralitas, profesionalitas, dan transparansi penyelenggara Pilkada berperan besar untuk menjaga kualitas demokrasi kita. Sekaligus menjaga stabilitas politik di daerah serta penerimaan masyarakat terhadap hasil-hasil Pilkada yang kita lakukan,” tutup Presiden Joko Widodo. (knda)

Don`t copy text!