Posisi Ketua KONI KSB Banyak Yang Incar

Posisi Ketua KONI KSB Banyak Yang Incar

Deden: Saya Akan Kembali Mencalonkan Diri

Taliwang, KOBAR – Kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Periode 2016-2020, tak lama lagi akan berakhir. Namun, bola panas menuju suksesi Ketua KONI KSB mulai menggelinding. Wajar saja, karena posisi Ketua untuk organisasi olahraga di daerah ini begitu seksi.

Desas desus orang yang akan maju mencalonkan diri sebagai Ketua KONI mendatang semakin liar, dan terus bergulir. Serangan-serangan kepada Ketua KONI yang masih menjabat pun kian berhembus dan memanas di media sosial, bahkan cenderung menjurus ke arah politik. Konon karena kabarnya, ketua yang sedang menjabat sekarang akan kembali maju mencalonkan diri.

Bupati KSB, Iswandi, dan Ketua KONI KSB.

Dihubungi awak media ini, Jum’at, (7/8), Deden Zaedul Bahri, Ketua KONI KSB, menanggapi enteng berita miring yang diarahkan padanya. Ia percaya bahwa apa yang telah dilakukannya selama ini tidak menyalahi aturan, dan sudah pada koridor yang benar.

“Biasa itu mas! Maklum orang-orang itu tidak tahu persis apa yang telah kami lakukan. Di organisasi manapun pasti ada tanggapan positif dan negatif terhadap pengurusnya. Tak terkecuali KONI. Tidak perlu kita sikapi berlebihan, apalagi emosional,” kata Deden.

Apalagi nada-nada miring itu datang dari orang-orang di luar KONI, tambah Deden. Dirinya, aku Deden, tidak mau ambil pusing dengan hal itu. Bahkan dia mengaku, bahwa dirinya akan maju kembali mencalonkan diri.

“Apalagi tanggapan negatif itu datang dari luar KONI. Itu karena mereka tidak tahu tentang KONI. Mereka hanya tahu luarnya saja, bagaimana sebenarnya di KONI, pastilah mereka tidak tahu. Dan saya akan mencalonkan diri kembali, sebagai amanah dari Pemda KSB,” tutup H Deden Zaedul Bahri.

Pengurus KONI KSB, Periode 2016-2020.

Sementara itu, Manurung SPd, Ketua panitia pelaksana Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Ke-IV, kepada media ini, menjelaskan, bahwa kepengurusan KONI KSB Periode 2016-2020, akan berakhir pada tanggal 31 oktober mendatang. Sehingga Musorkab mesti digelar segera.

“Sekarang kami sedang mempersiapkan segala kebutuhannya. Termasuk memastikan pelaksanaannya dengan KONI NTB. Maklum pelaksanaannya dalam kondisi pandemi covid-19,” tutur Manurung.

Menurut Manurung, Musorkab direncanakan akan dilakukan secara tatap muka, dan di dalam ruangan. Namun jumlah perwakilan masing-masing Cabang Olahraga (Cabor) akan dibatasi, sesuai protokol kesehatan penanganan covid-19..

“Kemungkinan setiap cabor hanya akan mengutus 2 atau 3 orang saja. Dan Musorkab hanya untuk memilih Ketua KONI Periode 2020-2024. Sementara komposisi pengurus lainnya akan ditetapkan melalui formatur yang dipercayakan oleh para cabor,” pungkas Manurung SPd. (kdon)

Don`t copy text!