HPP Gabah Naik Dari Rp 3.800 Menjadi Rp 4.200 | kobarksb.com
28/05/2020

PORTAL BERITA KOBAR

kobarksb.com

HPP Gabah Naik Dari Rp 3.800 Menjadi Rp 4.200

Suhadi, S.P., M.Si.

“Dinas Pertanian Siap Sambung Petani Dengan Bulog”

Taliwang, KOBAR – Menjelang musim panen, Pemerintah resmi menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah Petani. Kebijakan tersebut ditempuh dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2020, tentang Penetapan HPP untuk Gabah atau Beras.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mengaku siap memfasilitasi para petani agar dapat menjual gabahnya sesuai HPP sebesar Rp 4.200 per kilogram.

“Kami akan memfasilitasi semua petani kita, agar dapat menjual gabahnya sesuai HPP. Dan kita juga akan arahkan petani untuk dapat menjual gabahnya di Bulog,” kata Suhadi SP MSi, Kepala Dinas Pertanian KSB, saat ditemui awak media ini, Jum’at, (17/04).

Baca Juga :  Bupati Ajak Masyarakat Gemar Belanja di Pasar Tradisional

Suhadi menjelaskan, bahwa HPP Gabah Kering Panen (GKP) dengan kualitas kadar air maksimal 25 persen, dan kadar hampa/kotoran maksimal 10 persen naik menjadi Rp 4.200 per kg di tingkat petani, dan Rp 4.250 per kg di tingkat penggilingan.

“HPP Gabah Kering Giling (GKG) kadar air maksimal 14 persen dan kadar hampa/kotoran 3 persen dihargai Rp 5.250 per kg di penggilingan, serta Rp 5.300 per kg di gudang Perum Bulog,” jelasnya.

Sambung Suhadi, sebelum HPP gabah dinaikkan, HPP yang berlaku adalah Rp 3.800 per kg. Dan tambahnya, Pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian, perlu meluruskan bahwa harga gabah sebenarnya tidak pernah anjlok atau turun seperti yang dikatakan oleh petani, tetapi ada oknum-oknum yang membeli gabah petani dengan harga di bawah HPP.

Baca Juga :  KSB Sukses Gelar Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi NTB

“Itu yang kita takutkan terjadi di lapangan. Ada oknum atau pelele yang membeli gabah kepada petani di bawah standar. Untuk menghindari hal tersebut, kita minta kepada petani, agar dapat menjual gabahnya kepada Bulog. Dan kami juga akan mengajak pihak Bulog untuk langsung mengecek gabah para petani dan kemudian membelinya,” pungkas Suhadi SP MSi. (kras) 

loading...
Bagikan di:

KOMENTAR

Komentar