fbpx
06/06/2020

PORTAL BERITA KOBAR

kobarksb.com

Tim Satgas Covid-19 KSB Kecolongan, Camat Taliwang Respon Cepat

Taliwang, KOBAR – Salah satu warga Sumbawa Barat, diduga Pasien Dalam Pengawasan (PDP), tengah ditangani RSUD Asy-Syifa. Pasien yang sebelumnya dirawat di Puskesmas Terara selama satu hari dengan keluhan demam dan sakit kepala. Kemudian pasien dirujuk ke Rumah Sakit Selong selama dua hari dengan keluhan yang sama. Namun keluarga pasien meminta pasien untuk dipulangkan ke Sumbawa Barat karena terkendala biaya.

Selanjutnya pada hari Kamis, tanggal 2 April 2020, pasien pulang ke KSB, namun yang bersangkutan tidak melaporkan diri sehingga luput dari pantauan tim Satgas Covid-19 yang ada di perbatasan, dan hal itu dibenarkan oleh salah satu tim satgas saat dikonfirmasi media ini, Jum’at, (03/04), Siang.

Setelah itu, melihat keadaan yang bersangkutan tidak kunjung membaik oleh keluarganya, dia dibawa ke Puskesmas Taliwang untuk diperiksa, dari hasil pemeriksaan Puskesmas Taliwang, pasien diharuskan rujuk ke RSUD Asy-Syifa.

Baca Juga :  BKP5K Upayakan Dana Pelatihan Penyuluh

Mendengar adanya kejadian tersebut, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Sayifuddin ST, didampingi Kapolsek Taliwang, Danramil Taliwang, Ketua DPRD Sumbawa Barat dan Camat Taliwang, serta Lurah, melakukan koordinasi dengan pihak Rumah Sakit untuk mengetahui perkembangan pasien.

Menyikapi persoalan tersebut, meski pasien belum dipastikan terjangkit Covid-19, Camat Taliwang dan Lurah Kuang mengambil langkah menangani penanganan pasien, dan melakukan pemantaun kepada semua keluarga pasien untuk menghindari kontak dengan masyarakat lain, guna mengantisipasi dugaan Covid-19.

“Pasien tersebut berasal dari Lingkungan Tiangnam, Kelurahan Kuang, Pelajar kelas 5 SD, dan sudah kami atasi, sekarang pasien sedang dirujuk ke RSUP Manambai Sumbawa,” kata Aku Nur Rahmadin SPd, Camat Taliwang.

Masih Madin, akrab disapa Camat Taliwang itu, setelah kami telusuri lebih lanjut, pasien memang datang dari Keluarga kurang mampu. dan untuk mengantisipasi Covid-19, atas arahan Wabup dan Ketua DPRD serta petugas Kesehatan, keluarga pasien harus dikarantina selama 14 hari. Dan biaya hidup selama masa karantina ditanggung tim Satgas Covid-19 Sumbawa Barat.

Baca Juga :  “Bengkel F1” Bongkar 4 Bacawabup Untuk Musyafirin

“Semua proses rujuk sudah kami urus, dan pasien sekarang didampingi ayahnya ke RSUP Manambai Sumbawa untuk ditangani lebih lanjut” ujar Madin.

Bukan hanya pasien, tambah Madin, Rumah beserta keluarga pasien sudah kami semprot desinfektan, dan berharap tetangga sekitar juga menghindari kontak dengan keluarga pasien selama masa karantina.

Untuk diketahui, pengawasan terhadap pendatang melalui Pintu masuk Kabupaten Sumbawa Barat di Poto Tano cukup ketat. Meski demikian, diharap para pendatang juga membantu para petugas Satgas Covid-19 untuk selalu memeriksakan diri sebelum masuk ke KSB tanpa harus diperintah. Dan tidak menerobos masuk tampa pemeriksaan.

Masyarakat diminta tetap tenang dan melakukan pola hidup sehat, upaya lainnya yang penting untuk dijadikan kebiasaan rutin adalah pencegahan di level pribadi dan keluarga dengan mencuci tangan dan menjaga kebersihan.

Baca Juga :  9 Perda KSB Tentang Desa Sudah Usang

Serta diharapkan kepada tim PDPGR agar selalu terlibat dalam proses pencegahan Covid-19, untuk bersinergi dengan tim Satgas Desa dan Kelurahan. (kras)

loading...
Bagikan di:

KOMENTAR

Komentar