fbpx
Bupati Serahkan Paket Sarana Air Bersih dan Sanitasi Kepada 3.740 KK

Bupati Serahkan Paket Sarana Air Bersih dan Sanitasi Kepada 3.740 KK

Taliwang, KOBAR – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat memberikan paket sarana air bersih dan sanitasi kepada 3.740 kepala keluarga, di Desa Tuananga, Kecamatan Poto Tano, Selasa (20/02/2018). Hal itu diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sumbawa Barat, Dr Ir H W Musyafirin M.M,  kepada Kepala Desa Tuananga, mewakili para penerima.

Sarana air bersih dan sanitasi bagi warga ini merupakan pelaksanaan Program penyediaan sarana air minum dan sanitasi berbasis masyarakat/Pamsimas III tahun anggaran 2017. Pamsimas III sendiri dilaksanakan sejak tahun 2016 hingga 2019. Program ini merupakan program pemerintah pusat untuk mewujudkan Mileneum Development Goals/MDGs dalam penyediaan air minum dan sanitasi bagi masyarakat. Anggaran program ini adalah sharing dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

Bupati dalam sambutannya mengatakan, bahwa kebutuhan utama yang menjadi salah satu hak dasar masyarakat adalah air bersih. Pemerintah Daerah pun berusaha mewujudkannya terutama di desa-desa yang kesulitan mendapatkan air bersih.

“Alhamdulillah melalui Pamsimas III di tahun 2017 ini, kita telah mengintervensi 14 desa dengan anggaran masing-masing desa senilai Rp 245 Juta,” kata Bupati.

14 Desa yang mendapat target Pamsimas III Tahun 2017, adalah, Desa Mura, Lampok, Mataoyang, Seloto, Banjar, Batu Putih, Labuhan Lalar, Meraran, Kelanir, Lamusung, Senayan, Tuananga, Moteng dan Lamontet. Kegiatan yang dilaksanakan adalah penangkapan mata air sebanyak 8 unit. Pembangunan penampungan baik air sebanyak 13 unit, pengadaan panel surya, kran dan hydran umum. Pengadaan jaringan pipa distribusi sepanjang 24.523 meter, hingga sambungan ke rumah warga sebanyak 3.740 kepala keluarga atau 13.651 jiwa. Pada tahun 2018, Pamsimas akan dilaksanakan di 15 desa di KSB. Target penerima manfaatnya sebanyak 11.639 jiwa. Sementara tahun 2019  juga direncanakan menyentuh 15 desa di KSB terutama yang wilayahnya kesulitan air bersih.

Bupati meminta, agar Pemerintah Desa dan masyarakat mengelola dan menjaga dengan baik fasilitas sarana air bersih yang diberikan. Sarana ini diharapkan dapat menjadi aset desa yang berkelanjutan. Kepada pihak sekolah yang mendapatkan pengadaan sanitasi juga diharapkan menjaga fasilitas yang ada. Guru-guru agar membangun budaya atau kebiasaan anak-anak berprilaku hidup sehat, termasuk mensosialisasikannya kepada masyarakat, agar masyarakat KSB menjadi generasi yang sehat dan kuat. (adv/hms)

Don`t copy text!