fbpx
Sumbawa Barat Segera Kecipratan Hasil Penjualan Saham Newmont

Sumbawa Barat Segera Kecipratan Hasil Penjualan Saham Newmont

Taliwang, KOBAR – Bupati Sumbawa Barat, Dr Ir H W Musyafirin MM, menyatakan, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Daerah Maju Bersaing (PTDMB) terkait  pembagian hasil penjualan saham PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) akan terlaksana Maret mendatang.  Penjualan saham 6 persen dari total 24 persen saham milik entitas bisnis mewakili Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa dan Sumbawa Barat kepada taipan Arifin Panigoro itu nilainya mencapai Rp 719 miliar lebih.

“Yang saya dengar pelaksanaannya di bulan itu. Mudah-mudahan itu terlaksana tepat waktu untuk kemudian ditransfer sebagai pendapatan daerah,” ungkap Bupati.

Bupati mengaku belum mendapat informasi lanjutan apakah seluruh hasil penjualan saham sebesar Rp 719 miliar lebih yang selanjutnya dibagikan ke tiga daerah itu sudah ditransfer atau tidak. Informasi terakhir yang diterima pihaknya bahwa sudah ada aliran dana sebesar Rp 300 miliar lebih masuk ke rekening PTDMB.

“Kita berharap agar hak daerah itu segera dibayar, tanpa dipotong sedikit pun. Itu (saham, red) hak kita, harus kita terima sepenuhnya,” imbuhnya.

Bupati mengaku tinggal menunggu pembayaran hasil penjualan saham itu saja. Sementara sisa dividen yang ditunggak perusahaan kepada masing-masing pemegang saham selama 4 tahun lamanya yakni dari 2012 hingga 2015 sudah diselesaikan pembayarannya setelah kepemilikan saham di PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) bersama PT Multi Capital melalui PT Multi Daerah Bersaing (PTMDB) sebesar 24 persen diakuisi PT Amman Mineral Indonesia (AMI) akhir tahun 2016 lalu.

“Tinggal itu saja yang kita tunggu. Kalau digelar RUPS, tentu harus direalisasikan juga dong seluruh pembayaran hasil penjualan saham itu,” cetusnya.

Di kesempatan yang lain, Bupati sebelumnya juga menyatakan akan melakukan kajian tersendiri atas kondisi PTDMB kedepan. Ia menyatakan bahwa pihaknya tidak berniat untuk memiliki saham lagi di PTDMB jika keuntungannya tidak jelas.

“Apalagi bisnis yang akan dikerjakan PTDMB sampai saat ini juga kita anggap masih belum jelas,” tandas Bupati.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin SH MH, malah terkesan lebih tegas menyikapi persoalan pembayaran hasil penjualan saham tersebut. Ia menyatakan, apabila PTDMB belum juga menerima pembayaran, maka pemegang saham akan melayangkan surat somasi kepada PT Multi Capital (MC). Mengingat durasi waktu yang diberikan sudah cukup lama dan terus saja diundur.

“Pengamatan saya sih ini murni kesalahan Multi Capital yang tidak jelas. DMB kan hanya menerima saja, setelah dibayar barulah disetor ke daerah. Kita ingin semuanya jelas biar tidak lagi ganggu APBD,” tukas Wagub, belum lama ini. (kher/ktas)

Don`t copy text!