fbpx
28/09/2020

PORTAL BERITA KOBAR

www.kobarksb.com

Sejumlah Plafon RSUD Asy-Syifa’ Terancam Ambruk

“Komisi III Akan Panggil DPU dan Managemen RSUD”

Taliwang, KOBAR – Komisi III DPRD Sumbawa Barat memastikan dalam waktu dekat ini akan memangil Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dalam kaitan mengklarifikasi proses pembangunan gedung RSUD Asy-Syifa’. Menyusul item bangunan berupa plafon gedung tersebut yang kerap mengalami kerusakan.

Ketua Komisi III DPRD Sumbawa Barat, Dinata Putrawan ST, mengatakan, sejak gedung baru tersebut resmi ditempati, masalah kerusakan plafon selalu menjadi laporan managemen RSUD. Secara fisik konstruksi dari item bangunan tersebut bahkan diduga telah terjadi kesalahan pada proses pembangunannya.

“Karena persoalan ini menyangkut fasilitas pelayanan dasar bagi masyarakat yang harus dijamin kenyamanan dan keamanannya dari segala aspek, maka kami akan memanggil dinas terkait. Termasuk pihak managemen RSUD untuk dimintai keterangannya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pengangguran Melimpah, KSB “Sakit”

Tidak hanya itu, Ia juga mengaku akan mengklarifikasi persoalan yang kini berkembang di tengah masyarakat yakni, mengenai asal muasal anggaran yang digunakan untuk membiayai pembangunan plafon tersebut. Rumor yang beredar, konon biaya perbaikan plafon  yang kini tengah dalam proses pengerjaan tersebut ditanggung oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan manajemen RSUD.

Selain itu persoalan lainnya mengenai rumor atas pembayaran kepada pihak rekanan, dimana meski bangunan itu telah selesai dibangun, namun hingga kini Pemkab Sumbawa Barat melalui dinas tehnis belum menyelesaikan pembayarannya sesuai dengan jumlah kontrak kerja.

“Itu rumor yang berkembang saat ini sehingga perlu diklarifikasi dengan dinas terkait. Informasinya, bahkan ada sekitar Rp 2 miliar lebih yang belum dibayarkan ke pihak rekanan,” beber politisi PAN ini.

Baca Juga :  BPK Sorot Tata Kelola Dana Parpol di KSB

Menurut Dinata, jika hal itu terbukti benar maka berimplikasi terhadap pengunaan anggaran yang dialokasikan pada tahun anggaran berjalan. Dan ini menjadi ruang bagi rekanan untuk semaunya melakukan hal yang diinginkan.

“Seharusnya dinas tehnis membayar rekanan sesuai nilai kontrak,” imbuhnya.

Terkait pemanggilan manajemen RSUD, lanjutnya, untuk memastikan kondisi terakhir bangunan tersebut. Karena berdasarkan hasil kunjungan pihaknya beberapa waktu lalu, dikhawatirkan plafon di bagian lain akan mengalami kerusakan serupa.

“Yang kami lihat memang seperti itu. Sudah nampak tanda-tanda ada yang akan roboh,” demikian Dinata. (ktas)

Baca Juga :  Pemerintah KSB Akan Gencar Promosikan Potensi Wisata Pantai

KOMENTAR

Komentar

Don`t copy text!