BPOM akan Sidak Para Pedagang Takjil

BPOM akan Sidak Para Pedagang Takjil

Taliwang, KOBAR – Dalam rangka menjaga keamanan makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat selama bulan suci Ramadhan, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Perindagkop) dan UMKM Sumbawa Barat bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berencana akan menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke para pedagang takjil puasa.

Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM, Ir Lalu Muhammad Azhar, membenarkan, sidak yang akan dilakukan tersebut merupakan tindakan untuk mengantisipasi adanya pedagang nakal yang nekad menggunakan zat kimia berbahaya dan mencampurnya dalam barang dagangannya yang dapat merugikan konsumen.

“Kita sudah membangun komunikasi  intens dengan BPOM untuk memastikan kapan waktu tepat pelaksanaannya. Selain waktu, lokasi juga akan kita tentukan secara bersama-sama,” ujarnya tanpa menyebut kapan waktu pelaksanaannya.

Dalam pelaksanaan sidak itu, nantinya BPOM akan membawa seluruh peralatannya termasuk laboratorium berjalan. Seluruh dagangan Takjil yang dijajakan pedagang akan diuji oleh petugas. Sehingga, ketahuan mana yang steril dari bahan kimia dan mana yang menggunakan bahan kimia berbahaya.

Ia tidak menampik bahwa pihaknya banyak menemukan jenis jajanan yang menggunakan bahan kimia berbahaya beredar. Kadang oknum pedagang nakal tersebut menggunakan zat pewarna untuk menarik minat pembeli dan menonjolkan dagangannya seakan-akan dalam kondisi segar.

“Ada banyak trik yang bisa mereka lakukan untuk mengibuli pembeli. Tapi, dengan kerja Lab yang akan digunakan oleh BPOM saat sidak nanti, tidak ada bahan kimia yang bisa lolos. Semuanya akan terdeteksi dengan jelas,” terangnya.

Peredaran barang kimia berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan terus dipantau apalagi di bulan suci Ramadhan ini. Jika dalam sidak itu ditemukan pedagang yang secara sengaja menggunakannya, maka tim tidak akan segan-segan untuk memberikan  sanksi sebagai efek jera.

“Dalam sidak itu, kita juga nantinya akan dibantu oleh Dinas Kesehatan dan Penegak Hukum. Mengenai sanksi, kita serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum,” bebernya.

Untuk itu Ia mengigatkan kepada para pedagang untuk tidak nekad menjual barang dagangannya dengan mencampurinya dengan bahan kimia berbahaya. Selain itu ia juga berharap agar masyarakat tidak asal membeli. Pastikan jajanan yang dibeli bebas dari zat berbahaya apapun.

“Ingat, keberadaan zat kimia bukan untuk menyegarkan bahan makanan saja melainkan zat kimia untuk pemikat rasa juga ada. Ini harus diantisipasi dengan baik jika benar-benar ingin menjaga kesehatan. Usahakan periksa dulu semua makanan yang akan dibeli,” demikian Azhar mengingatkan. (kjon/ktas)

Don`t copy text!