fbpx
31/05/2020

PORTAL BERITA KOBAR

kobarksb.com

UPTD Pasar ‘Tidur’, Kompleks Terminal Tana Mira Lautan Sampah

“Pungutan Iuran Sampah Ke Pedagang Pasar Dipertanyakan”

Taliwang, KOBAR – Upaya penanganan sampah di Kompleks Terminal Tana Mira Taliwang yang dikelola Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Tana Mira Sumbawa Barat, tidak terlaksana dengan baik. Penanganan yang cenderung acuh menyebabkan terminal seperti lautan sampah. Walaupun pemerintah telah membangun kantor UPTD khusus penanganan sampah, namun volume limbah di kompleks terminal itu terus bertambah setiap hari. 

Masalah ini pun tampaknya tidak digubris oleh pengelola Pasar Induk KSB itu. Hal ini dibuktikan dengan belum adanya niat baik untuk mengurangi volume sampah. Padahal pihak BLH telah menawarkan bantuan fasilitas kendaraan pengangkut dan tenaga lapangan.

Baca Juga :  Potensi Budidaya Rumput Laut Kertasari Mulai Terancam

Plt Sekretaris Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumbawa Barat, Muhammad Fauzi, mengatakan, lokasi limbah sampah itu dulunya memang merupakan Tempat Pembuangan Akhir Sementara (TPAS). Namun pada 2014, seiring beroperasinya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Dusun Batu Putih Desa Kertasari, tempat itu pun tidak digunakan lagi.

“Antara tahun 2013-2014 kami memang menggunakan lokasi sekitar terminal Tana Mira sebagai tempat pembuangan sementara, namun akhir tahun 2014 sampai 2016, lokasi itu menjadi tanggung jawab pihak pasar,” terangnya.

Fauzi tidak memungkiri jika penanganan sampah seharusnya dilakukan secara mandiri oleh pengelola pasar. Apalagi ada penerapan retribusi sampah kepada pedagang di pasar oleh UPTD.

Baca Juga :  SMA Sederajat di KSB Kembali Terapkan Kurikulum 2006

“Secara institusi, kami siap menempatkan kontainer khusus untuk menampung sampah dengan syarat disediakan lokasi khusus,” timpalnya.

Meski hanya khusus menangani persoalan sampah rumah tangga, namun lanjut Fauzi, pihaknya akan tetap menawarkan bantuan tersebut sebagai rasa tanggung jawab moral.

“Kami telah meminta beberapa kali untuk disediakan tempat kontainer, namun belum ada respon positif dari pasar,” cetusnya lagi.

Ego sektoral dan minimnya tanggung jawab sosial ditenggarai masih menjadi pemicu buruknya penanganan sampah di bumi pariri lema bariri ini. Kesadaran akan fungsi masing-masing instansi seharusnya lebih dicermati untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Hingga berita ini dimuat, koran ini belum berhasil mengkonfirmasi pihak UPTD Pasar Tana Mira. (krom)

loading...
Bagikan di:

KOMENTAR

Komentar