Rp 5 M Dana Bansos dan Hibah Dicoret Dari APBDP 2015

Rp 5 M Dana Bansos dan Hibah Dicoret Dari APBDP 2015

Taliwang, KOBAR – Program Bantuan Sosial (Bansos) dan dana hibah daerah, menjadi salah satu item anggaran yang banyak dipangkas oleh pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB ) dalam rangka rasionalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) tahun 2015 ini.

Dalam pembahasan klinis yang dilakukan Komisi II DPRD KSB dengan Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan Daerah (DPPKD) setempat, besaran anggaran yang dipangkas pemerintah pada 2 item itu sebesar Rp 5 miliar lebih. “Mereka (DPPKD, red) tadi sudah sampaikan. Angkanya sekitar Rp 5 miliar lebih,” terang ketua Komisi II, Aheruddin SE ME, kepada media ini kemarin.

Meski sudah mengetahui nilainya, Aheruddin menyebutkan DPPKD belum bisa mengkonfirmasi item Bansos dan hibah mana saja yang akan dipangkas itu. Dalam pembahasan klinis, DPPKD beralasan belum merampungkan seluruhnya secara internal. “Makanya sementara kita pending sampai Kamis untuk DPPKD,” jelasnya.

Selain DPPKD, di hari pertama pembahasan klinis Komisi II juga bertemu dengan Dinas Kehutanan Perkebunan dan Pertanian (Dishutbuntan) dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD). Sama halnya dengan DPPKD, di Dishutbuntan juga terjadi sejumlah pemangkasan program.

Aheruddin menyebutkan, untuk Bidang Pertanian yang sempat dibahas, Dishutbuntan mengajukan sejumlah program untuk digeser pada tahun 2016 mendatang. Sementara BPMPD oleh Komisi II dinyatakan tuntas.

“Yang pertanian mereka minta direview kegiatannya di tahun 2016. Nah Dishutbuntan ini juga belum selesai dan akan kita lanjutkan Kamis bersama DPPKD,” imbuh politisi dari Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) ini.

Pada kesempatan itu Aher juga mengaku bahwa komisi II tetap akan meminta penjelasan dari SKPD mitra soal keinginan untuk memangkas maupun menggeser program, karena bisa jadi apa yang tidak ingin dilaksanakan pada tahun ini merupakan program kebutuhan masyarakat. “Kami dari komisi II tetap meminta penjelasan kepada SKPD,” urainya. Aher berharap agar pembahasan klinis yang sedang dilakukan bisa rampung sesuai jadwal.  (kimt)

Don`t copy text!