Penetapan Hasil Seleksi Anggota Panwascam Diprotes

Menu

Mode Gelap

PULAU SUMBAWA · 22 Jun 2015

Penetapan Hasil Seleksi Anggota Panwascam Diprotes


Penetapan Hasil Seleksi Anggota Panwascam Diprotes Perbesar

Unang: Mekanisme Rekrutmen Sudah Sesuai Aturan

Taliwang, KOBAR – Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Sumbawa Barat (Panwaslu KSB) telah menetapkan dan mengambil sumpah anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se-Kabupaten Sumbawa Barat. Namun, Tahapan itu diprotes oleh sejumlah bakal calon Panwascam yang tidak terpilih dan menuding bahwa penetapan itu tidak prosedural, sehingga akan dilaporkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Salah seorang yang mengajukan protes adalah, R Agustono, salah seorang calon Panwascam untuk Kecamatan Jereweh. Pada kesempatan itu ditegaskan bahwa ada indikasi proses penjaringan hingga pelaksanaan seleksi wawancara yang dilakukan komisioner Panwaslu KSB bermasalah, bahkan tidak obyektif sesuai syaratnya.

Pada kesempatan itu disampaikan juga oleh Agustono bahwa syarat untuk dipilih sebagai anggota Panwascam adalah berpengalaman dibidang pengawasan, tapi realitas yang dipilih saat ini justru, para pihak yang belum pernah melaksanakan tugas pengawasan atau tidak ada pengalaman. “Saya bisa pastikan bahwa yang dipilih tidak berpengalaman melakukan pengawasan,” tegasnya.

Agustono juga mengaku bahwa dirinya sudah dua periode menjadi anggota Panwascam, termasuk beberapa orang rekannya yang tidak terpilih adalah mantan anggota Panwascam, namun kenapa justru pada seleksi periode ini yang tidak berpengalaman yang direkrut. ”Tidak ada satupun anggota Panwascam lama yang berhasil lolos. Padahal syarat awal yang dibutuhkan itu adalah pengalaman. Kalau seperti ini prosesnya, kami mempertanyakan bagaimana sebenarnya mekanisme penentuan kelulusan tersebut,” timpalnya.

Selain itu Agustono juga mempertanyakan proses seleksi wawancara yang hanya dilakukan dua orang komisioner. Seharusnya, sesuai aturan yang berlaku, proses tersebut harus dilakukan tiga orang komisioner sekaligus. “Saat wawancara hanya dua orang komisioner yang hadir. Tapi saat pleno, tiga orang komisioner itu hadir. inikan melanggar aturan Bawaslu,” tandasnya.

Ketua Panwaslu KSB, Unang Silatang S.Kom, yang dikonfirmasi kemarin mengatakan, berbicara soal pengalaman, tidak pernah disebutkan dalam aturan. “Itu tidak pernah ada dalam aturan. Yang jelas, indikasi lolosnya mereka itu bukan hanya dilihat dari pengalaman, tapi juga dari sisi objektifitas, itulah kenapa tes tulis dan wawancara dilaksanakan. Ini semua bagian dari mengukur kemampuan anggota tersebut,” tegasnya.

Unang menegaskan, pengalaman bukan satu-satunya indikator untuk menentukan kelulusan. Ada beberapa hal lain yang menjadi tolak ukur, diantaranya integritas dan beberapa hal lain. “Kalau berbicara pengalaman itu hanya satu faktor saja. Tapi yang kita lihat ini adalah secara keseluruhan baik itu tes tulis maupun wawancara,” ungkapnya.

Terkait hanya dua komisioner yang melakukan seleksi wawancara, Unang menegaskan, hal tersebut sebenarnya tidak ada masalah. Apalagi mereka mengenal istilah kolektif kolegial. “Kolektif kolegial itu artinya meski tidak dihadiri oleh ketiga komisioner, dua orang saja sudah cukup atau koarum dan sudah bisa mengambil keputusan. Jadi kalau hal ini sebenarnya tidak ada yang perlu dipersoalkan,” tandasnya.

Terkait dengan adanya indikasi sejumlah anggota Panwascam yang dilantik kemarin ada yang menjabat sebagai anggota PNPM maupun pegawai honorer K2 , Unang kembali menegaskan, bahwa hal tersebut seharusnya disampaikan pada saat panitia memberikan kesempatan dan waktu untuk masyarakat mengajukan protes. “Kita umumkan nama orang-orang ini, kita minta bagaimana tanggapan publik. Kalau ada yang masuk, wajib kami akomodir dan akan kami tanyakan pada saat seleksi wawancara, tapi kesempatan itu tidak pernah dimanfaatkan. Nah kami malah balik bertanya dan sesali, kenapa baru sekarang protes. Motif mereka ini apa?,” pungkas Unang. (kimt)

About The Author

Trending di KOBARKSB.com

  • 50
    Anggaran Dipangkas, Kinerja Panwaslu dan KPU KSB Bakal KeteterSekda: Nota Perjanjian Hibah Akan Direvisi Taliwang, KOBAR - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan melakukan revisi Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) atas anggaran yang akan dipergunakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), karena jumlah yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) tahun 2015 tidak…
  • 47
    Busrah Hasan Tidak Siap Ikut Suksesi Pilkada KSBTaliwang, KOBAR - Mantan calon Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Drs H Busrah Hasan memastikan diri tidak ikut pada suksesi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar pada 2015 mendatang, lantaran ingin konsentrasi sebagai anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Diakui H Busrah Hasan, dukungan serta permintaan untuk kembali maju…
  • 44
    Kubu F1 Persoalkan APK KPUTaliwang, KOBAR - Kerusakan sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang menjadi tanggung jawab Komisi Pemilihan Umum (KPU) dipersoalkan sejumlah pihak, termasuk dari kalangan DPRD KSB yang menjadi tim sukses pasangan calon, karena alat peraga itu harus terpasang sampai masuk hari tenang pada…
  • 44
    Pasca Penetapan Nomor Urut, Perang Nomor Mulai MarakTaliwang, KOBAR - Tiga pasangan calon yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai peserta Pilkada Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akhirnya mendapatkan nomor urut resmi. Melalui rapat pleno terbuka yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Rabu (26/8) kemarin, ketiga pasangan calon memilih masing-masing nomornya melalui mekanisme undian. Bertempat di aula pertemuan hotel Grand…
  • 44
    F1 Tunda Survei LSITaliwang, KOBAR - Tahapan survei untuk menetapkan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) yang akan mendampingi Bacabup, Dr Ir W Musyafirin MM, bakal diundur, lantaran dalam beberapa hari terakhir ada sejumlah partai politik yang kemungkinan masuk dalam koalisi F1 (sebutan untuk tim Musyafirin). Juru bicara koalisi untuk F1, Amiruddin Embeng SE, mengakui…
  • 43
    KPU: Balon Bupati Yang Masih Berstatus PNS Akan DicoretTaliwang, KOBAR - Sosialisasi terkait tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumbawa Barat (KPU KSB) selalu disisipi tentang syarat mutlak mundur bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan maju sebagai Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati, termasuk diingatkan bahwa kandidat itu akan dicoret sebagai calon, jika…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Muhammadiyah Tetapkan 11 Maret 2024 Jadi Awal Puasa 1 Ramadan 1445 H

1 Februari 2024 - 18:43

Muhammadiyah Tetapkan 11 Maret 2024 Jadi Awal Puasa 1 Ramadan 1445 H - Haedar Nashir - Ketua Umum PP Muhammadiyah

PT Trakindo Utama Buka Lowongan Kerja Untuk Tamatan SMA dan SMK

12 Januari 2024 - 15:30

PT Trakindo Utama Buka Lowongan Kerja Untuk Tamatan SMA dan SMK - Loker Trakindo

PT Freeport Indonesia Buka 38 Lowongan Kerja Terbaru Untuk Fresh Graduate

8 Oktober 2023 - 18:01

PT Freeport Indonesia Buka 38 Lowongan Kerja Terbaru Untuk Fresh Graduate - Tambang Emas Freeport Indonesia

Seleksi Calon ASN 2023 Segera Dibuka, Kuota PPPK Lebih Banyak Dibanding CPNS

12 Agustus 2023 - 20:27

Seleksi Calon ASN 2023 Segera Dibuka, Kuota PPPK Lebih Banyak Dibanding CPNS - Seleksi PPPK 2023 - CASN 2023

3.113 Orang Jemaah Haji NTB Telah Tiba di Kampung Halaman

30 Juli 2023 - 22:03

3.113 Orang Jemaah Haji NTB Telah Tiba di Kampung Halaman - Jamaah Haji Sumbawa - Bandara Internasional Lombok - Embarkasi Lombok

PT Adaro Energy Indonesia Buka 55 Lowongan Kerja Untuk Tamatan SMA dan Sarjana

9 Juli 2023 - 20:07

PT Adaro Energy Indonesia Buka 55 Lowongan Kerja Untuk Tamatan SMA dan Sarjana - Lowongan Kerja Terbaru PT Adaro Energy Indonesia
Trending di LOWONGAN KERJA
Don`t copy text!