fbpx
Inventaris Budaya Nyaris Hilang

Inventaris Budaya Nyaris Hilang

Taliwang, KOBAR – Tanah Samawa termasuk daerah yang memiliki kebudayaan cukup beragam, termasuk kegiatan adat yang turun temurun, namun tidak sedikit kegiatan budaya itu mulai terkikis bahkan nyaris sudah tidak pernah dilihat lagi, sehingga butuh keseriusan Dinas Kebudayaan Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) selaku leading sektor tekhnis.

Kabid Kebudayaan Pemuda dan Olahraga pada Dikbudpora, Kaharuddin Made SPd yang dikonfirmasi saat dalam ruang kerjanya rabu 22/10 mengakui jika tidak sedikit kebudayaan dan adat masyarakat yang sudah tidak terdengar lagi, bahkan generasi muda tidak pernah mengetahuinya.

Berangkat dalam hasil evaluasi itu, Kahar sapaan akrabnya mengaku jika akan lebih konsentrasi untuk melakukan pendataan tentang kebudayaan, permainan rakyat dan adat istiadat yang sudah tidak dilaksanakan lagi saat ini, agar bisa kembali dikembangkan dan diperkenalkan kepada seluruh masyarakat, terutama generasi muda.

Dibeberkan Kahar, saat ini kita hanya pernah mendengar adanya permainan rakyat Badempa atau adu tendang kaki, main pake (main gasing), main kelar atau permainan anak-anak yang menggunakan potongan rotan. “Cukup banyak permainan rakyat yang nyaris sudah tidak pernah lagi kita lihat, jadi semangat untuk mengembalikan kebudayaan dan permainan rakyat akan menjadi perhatian serius kami,” janji Kahar.

Inventarisir dan mengembalikan permainan rakyat dan kebudayaan yang akan dilakukan juga bagian dari mendukung pembangunan rumah adat nantinya, karena beberapa permainan rakyat dan kebudayaan yang nyaris hilang itu akan dipamerkan juga di sekitar rumah adat. “Saya punya konsep bahwa rumah adat akan menjadi lokasi memamerkan adat, kebudayaan dan permainan rakyat yang sudah jarang kita lihat, sehingga di lokasi itu akan selalu ramai dari aktifitas kebudayaan,” lanjut Kahar.

Kahar sangat optimis bahwa kebudayaan turun temurun akan bisa dikembangkan, karena pemerintah sendiri telah berencana untuk membangun gedung kesenian. Konon rencana pembangunannya dalam areal perkantoran Kemutar Telu Center (KTC). “Sudah ada perencanaan gedung kesenian, dimana hampir menyerupai Taman Ismail Marzuki yang berada di Jakarta,” beber Kahar.

Terkait dengan beberapa budaya yang masih kita bisa lihat seperti, Bagenang, Barapan Kebo, Sampo Ayam, Main Bai, pemerintah juga berencana segera membangun arena pacuan kuda. Lokasi pembangunannya di kecamatan Poto Tano. (kimt)

Don`t copy text!