Waspada Gempa dan Tsunami di Pulau Sumbawa

gempa-sumbawa-2

Kawasan timur Indonesia, kini tengah menjadi perhatian serius Tim Katastropik Purba. Sejarah mencatat, gempa kuat yang diikuti oleh tsunami beberapa pernah melanda kawasan ini di masa lalu. Gempa 6.8 Skala Richter yang terjadi pada sesar aktif Ransiki di Teluk Bintuni, Sabtu (21/04) kemarin, semakin menyadarkan bahwa potensi ancaman dari kawasan ini tidak bisa dianggap sepele.

Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) Andi Arief  mengemukakan, Tim Katastropik Purba telah menghimpun data dari berbagai sumber dan penelitian para ahli mengenai dokumentasi gempa bumi dan tsunami di Bali, Lombok, Sumbawa, dan Flores, Nusa Tenggara Timur.

Andi mengemukakan, daerah yang memiliki catatan gempa dan tsunami di kawasan timur Indonesia itu, perlu mendapat perhatian serius untuk segera diriset. Juga perlu ditekankan arti penting mitigasi bencana di sana. “Kita tidak boleh lengah untuk daerah ini,” ujar mantan aktivis mahasiswa ini.

Dekatkan Pelayanan, Dinsos KSB Buka Tiga Loket Khusus Program KSB Maju Sosial

Gempa 8,6 Simeulue 11 April 2012 membangkitkan kesadaran bahwa gempa masih menjadi ancaman di negara kita. Mitigasi menjadi sesuatu yang sangat penting,  pencatatan dan riset serius adalah ujung tombak dalam mitigasi itu. Hal ini terjadi karena catatan dan memori tentang bencana masa lalu sudah mulai terlupakan. Ibarat mendapatkan serangan musuh dalam perang, korban dapat diminimalisir jika kita mampu membaca kekuatan musuh dan jenis serangannya. Itulah pentingnya riset, sebagai intelegence “dalam antisipasi serangan bencana”.

Kita memiliki riset yg lengkap dan jadi perhatian dunia adalah tentang potensi gempa di siberut yg secara periodik masuk siklusnya. Perhatian dan persiapan serius di siberut dan kemudian bengkulu-selat sunda dan selatan jawa memang layak dilakukan, namun bukan berarti di tempat lain tidak akan muncul gempa2/tsunami yg bisa mengejutkan. Gempa manokwari 21 April 2012 misalnya mengingatkan bahwa Indonesia timur juga bukan tidak ada potensi serius. Bagaimana Bali, sumbawa, NTT flores?

Tim Katastropik Purba telah menghimpun data dari berbagai sumber dan penelitian para ahli mengenai dokumentasi gempa bumi dan tsunami di Bali, Lombok, Sumbawa, dan Flores, Nusa Tenggara Timur.

Alhamdulillah! 144 Jemaah Haji KSB Sehat Walafiat, Dijadwalkan Tiba di Tanah Air Mulai 16 Juni

DR Didit Ontowirjo, Anggota Tim Katastropik Purba mengemukakan, daerah yang memiliki catatan gempa dan tsunami di kawasan timur perlu mendapat perhatian serius untuk segera diriset, sekaligus memperingatkan akan pentingnya mitigasi di sana. “Segmen ini sama mengkhawatirkannya dengan gempa-gempa besar lainnya yang masuk siklus,” terang dia.

Berikut catatan gempa bumi atau tsunami yang pernah menghantam kawasan timur yang disusun Tim Katastropik Purba dari berbagai riset dan catatan sejarah:

Bali

22-11-1815: 7.0 SR, tsunami, laut, utara Bali; 10.253 tewas.

13-05-1857: 7.0 SR, tsunami, laut, utara Batur; 36 tewas.

1917: Tsunami, laut; 15.000 korban.

Lombok

25-07-1856: Tsunami, laut Flores, timur Lombok.

Motor Anda Hilang? Polda NTB Amankan 78 Motor Curian, Segera Cek ke Polres Terdekat!

Sumbawa

05-04-1815: Letusan gunung Tambora, 7 VEI, tsunami; 10.000 tewas.

10-04-1815: Tsunami akibat letusan Tambora.

08-11-1818: Gempa 8.5SR, laut Bali.

05-03-1836: Laut Flores.

Tanpa Sekat, Kapolsek Poto Tano Tampung Curhatan dan Keluhan Warga

28-11-1836: Gempa 7.5SR, laut Flores.

28-11-1837: Pantai barat laut Bima.

Flores

14-04-1855: Laut selatan Flores.

05-10-1891: Gempa bumi 7.0SR, laut Sawu, selatan Flores.

ASN KSB Jangan Asal ‘Live’ Medsos! BKPSDM Ingatkan Sanksi Berat Jika Lalai Tugas Saat Jam Kerja

Nusa Tenggara Timur

1814: Selatan NTT; darat.  [pi]

About The Author

Trending

  • 70
    Potensi Gempa Bumi, Tsunami dan Gunung Api di NTBOleh: Trisman, ST. Bencana Alam Geologi akhir-akhir ini menjadi kejadian yang sangat menakutkan bahkan telah menjadi kebiasaan di masyarakat ketika bencana datang maka seolah-olah kematian akan menjadi tujuan akhirnya. Tentunya semua bencana memang tidak dapat diprediksi tentang ruang dan waktunya akan tetapi pendekatan ilmiah dalam bentuk kegiatan Mitigasi Bencana Alam…
  • 52
    Aliran Dana Gempa Terbata-bataSetahun lebih sudah tragedi gempa bumi magnitudo 6,9 yang menguncang Nusa Tenggara Barat (NTB) melanda, yang menyisakan trauma mendalam bagi sebagian besar warga NTB. Bantuan dana untuk rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban gempa dari Pemerintah Pusat sudah dikucurkan, meski terbata-bata, dan belum juga tuntas. Untuk Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) saja,…
  • 51
    Perbaikan Rumah Korban Gempa Bumi di KSB Belum Tuntas“Jika Tidak Rampung Tahun Ini, Dana Kemungkinan Hangus” Taliwang, KOBAR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mencatat, bahwa sampai dengan saat ini pihaknya telah menerima Rp 109,3 Miliar dana rehabilitasi dan rekonstruksi untuk korban gempa bumi di KSB dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Sampai dengan…
  • 47
    Trauma Healing Penting!Bencana alam tidak hanya mengakibatkan masyarakat yang menjadi korban kesulitan mendapatkan pangan, melainkan juga akan menimbulkan efek traumatik bagi masyarakat yang terkena musibah tersebut. Belum lagi suasana kehidupan yang serba darurat, terutama di tempat-tempat pengungsian membuat para korban tertekan dan mengalami kondisi depresi maupun faktor psikologis lainnya. Sehingga para korban,…
  • 45
    2 Hari Berturut-turut, Sumbawa Barat Diguncang Gempa Bumi M 4,6 dan M 4,8Taliwang, KOBAR - Selama 2 hari berturut-turut, Sumbawa Barat diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisa BMKG menunjukkan, bahwa gempa bumi pertama yang dirasakan berkekuatan M 4,6, terjadi pada hari Jumat, (25/12), pukul 06.09 WITA. Yang terbaru, berkekuatan M 4,8, yang terjadi pada pukul 21.42 WITA, Sabtu, (26/12). Yang pertama, Episenter…
  • 41
    FPT Gugat Bupati Sumbawa Barat Soal Amman MineralTaliwang, KOBARKSB.com - Front Pemuda Taliwang (FPT) dilaporkan akan melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Sumbawa Barat (Graha Fitrah), Kamis, 19 Januari 2023, dari pukul 09.00 WITA hingga selesai. Dalam selebaran menjelang aksi mereka disebutkan, bahwa FPT menuntut 3 hal kepada Bupati Sumbawa Barat: 1. Menolak pertemuan yang dilakukan…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

  1. apache-sumbawa berkata:

    ahhh cerita mati jgn terlaluh memgemborkan berita yg engga ada referensi statistik

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×