Revolusi Hijau AMMAN di Maluk Berhasil Ubah ‘Tanah Lelah’ Jadi Lumbung Padi Organik yang Menjanjikan

Revolusi Hijau AMMAN di Maluk Berhasil Ubah 'Tanah Lelah' Jadi Lumbung Padi Organik yang Menjanjikan

Maluk, KOBARKSB.com – Matahari pagi di Desa Benete, Kecamatan Maluk, terasa hangat menyapa hamparan sawah yang kini tampak lebih hijau dan rimbun. Di sana, sekelompok petani berkumpul bukan sekadar untuk bekerja rutinitas, melainkan untuk merayakan sebuah pembuktian besar.

Kamis (30/4/2026) menjadi saksi momen syukuran panen perdana System of Rice Intensification (SRI) Organik. Ini adalah sebuah titik balik dari perjalanan panjang transformasi pertanian yang dimulai sejak Agustus 2025 lalu.

Selama bertahun-tahun, tanah di wilayah Desa Benete dan Desa Maluk seolah “lelah”. Lahan dipaksa terus berproduksi dengan hantaman pupuk kimia dan pestisida sintetis yang masif. Akibatnya, tingkat keasaman lahan melonjak dengan pH mencapai 5,5. Petani pun terjebak dalam lingkaran setan: biaya produksi yang kian mencekik, namun hasil panen tetap stagnan di angka 4-5 ton per hektar.

Pukul Bedug 3 Kali, Camat Nurdin Buka STQ Ke-18 Kecamatan Brang Ene

Namun hari ini, wajah pertanian di Maluk berubah total. Malai padi yang berat dan merunduk menjadi bukti nyata produktivitas yang melesat hingga 10,02 ton per hektar. Sebuah lonjakan drastis yang melampaui capaian pola konvensional.

Program yang diinisiasi oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) bekerja sama dengan Aliksa Organik ini bukan sekadar bantuan teknis biasa. Ini adalah sebuah revolusi cara berpikir. Lewat metode SRI Organik, petani diajarkan prinsip pertanian yang sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Fokus utamanya adalah kedaulatan petani. Mereka didorong untuk berhenti “membeli” kesuburan dari pabrik dan mulai “menciptakannya” sendiri di ladang. Limbah jerami, kotoran ternak, hingga tanaman hijau yang dulunya dianggap sampah, kini diolah menjadi Mikroorganisme Lokal (MOL) dan pupuk kompos berkualitas tinggi.

Merawat Warisan Leluhur, Festival Muharram 1448 H di Desa Goa Hidupkan Kembali Tradisi Melala

“Awalnya saya ragu. Bagaimana mungkin bertani tanpa kimia bisa berhasil? Dulu kami pikir semakin banyak obat, semakin bagus. Tapi lewat sekolah lapangan ini, kami diajak kembali mencintai tanah,” ungkap Hamzah, Presidium Pertanian Organik Kecamatan Maluk.

Petani Maluk KSB panen padi SRI Organik program AMMAN

Hamzah bercerita, tanah yang dulunya keras kini berubah menjadi gembur dan berwarna hitam subur. “Hasil panen naik hampir dua kali lipat. Yang paling penting, kami tidak lagi pusing memikirkan biaya pupuk yang mahal. Kami sekarang benar-benar menjadi tuan di sawah sendiri,” tambahnya dengan nada bangga.

Transformasi ini tidak hanya terlihat pada karung-karung gabah yang penuh, tetapi juga pada ekosistem yang kembali seimbang. Burung-burung dan serangga predator kini kembali hadir sebagai penjaga alami. Tanah yang tadinya asam kini telah pulih menjadi netral (pH 7)—sebuah warisan berharga bagi generasi petani mendatang.

Semangat ini bahkan menular hingga ke generasi muda. Kelompok tani milenial dan Karang Taruna di Kecamatan Maluk mulai aktif terlibat, menandakan regenerasi petani organik sedang tumbuh subur.

Priyo Pramono, Vice President Social Impact AMMAN, menegaskan bahwa program SRI Organik ini adalah komitmen perusahaan untuk memperkuat kapasitas masyarakat lokal.

IPM KSB Berada di Angka 76,46, Kemiskinan Ekstrem Berhasil Ditekan ke 0,40%

“Kami ingin petani memiliki kapasitas teknis dan kelembagaan yang kuat, sehingga mampu menekan biaya produksi namun mendapatkan hasil yang jauh lebih besar. Kami berharap program ini terus meluas jangkauannya ke depan,” ujar Priyo.

Keberhasilan ini pun mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah. Menurutnya, Maluk telah menjadi laboratorium hidup keberhasilan pertanian organik yang harus dicontoh desa lain.

“Secara kasat mata, padi organik ini jauh lebih baik dibanding konvensional. Apa yang kita saksikan hari ini adalah bukti bahwa inovasi dan kearifan lokal bisa berjalan beriringan. Kami berharap praktik baik di sini bisa direplikasi di seluruh KSB agar daerah kita menjadi pionir pertanian organik yang mandiri,” tegas Bupati.

Langkah ke depan kini kian mantap. Mulai dari proses sertifikasi beras dan sayuran organik, standarisasi MOL, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas telah masuk dalam peta jalan program. Syukuran panen di Maluk ini adalah pesan kuat: bahwa tanah yang dirawat dengan ilmu dan kasih sayang akan membalas dengan kemakmuran yang melimpah. (kdon/*)

Jamin Bansos Lebih Tepat Sasaran, Dinas Sosial KSB Perbarui Data Tiap Bulan

About The Author

Trending

  • 76
    PT AMMAN Berdayakan Masyarakat Talonang Melalui Program Perhutanan SosialSekongkang, KOBARKSB.com - Di lereng-lereng hijau Desa Talonang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat (NTB), bukan hanya pohon-pohon yang menjulang ke langit. Bersama mereka, harapan dan kesejahteraan masyarakat setempat turut bersemi. PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), perusahaan tambang tembaga dan emas terkemuka di Indonesia, hadir sebagai katalisator perubahan…
  • 74
    Tutup 2025 Tanpa Insiden Fatal, AMMAN Buktikan Janji Pulang Selamat Bukan Sekadar MitosTaliwang, KOBARKSB.com - Ribuan pekerja di Batu Hijau memulai hari dengan satu harapan sederhana setiap kali pergantian sif dimulai, yakni bisa pulang ke rumah dengan selamat. Tahun ini, harapan tersebut berhasil dijaga dengan sempurna. PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), sebagai salah satu raksasa tambang tembaga dan emas di Indonesia,…
  • 72
    AMMAN Peduli Pendidikan, Beri Beasiswa kepada Siswa-Siswi Berprestasi di Sumbawa BaratTaliwang, KOBARKSB.com - PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, memberikan apresiasi kepada lebih dari 200 siswa/i penerima manfaat Beasiswa AMMAN (AMMAN Scholars) dalam acara 'Halal Bi Halal dan Silaturahmi AMMAN Scholars' yang diselenggarakan pada 18 April 2024 lalu di Taliwang,…
  • 72
    Amman Mineral Raih Dua Penghargaan Nasional untuk Program PAUD di Sumbawa BaratMaluk, KOBARKSB.com - PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) berhasil meraih dua penghargaan bergengsi di tingkat nasional, yaitu Tambang Mensejahterakan Masyarakat (Tamasya Award) 2024, berkat program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) inovatif yang dijalankan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat.  Penghargaan dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen…
  • 72
    Didampingi AMMAN, Sekolah di KSB Sukses Raih Adiwiyata NasionalMaluk, KOBARKSB.com - Penantian panjang selama hampir dua dekade bagi dunia pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akhirnya terbayar lunas. Sejarah baru tercipta ketika SMPN 1 Maluk dan SDN 2 Seteluk secara resmi menyandang predikat Sekolah Adiwiyata Nasional atas capaian mereka pada Desember 2025 lalu. Prestasi ini menjadi bukti nyata…
  • 71
    AMMAN dan Pemda KSB Bersinergi Wujudkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Sumbawa BaratTaliwang, KOBARKSB.com - PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjalin sinergi untuk mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan di wilayah KSB. Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) oleh Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, dan Vice President Social Impact AMMAN, Priyo Pramono, di…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×