Perusda Jadi Penyalur Tunggal Beras ASN, DPRD KSB Soroti Potensi Monopoli

Perusda Jadi Penyalur Tunggal Beras ASN, DPRD KSB Soroti Potensi Monopoli - Santri Yusmulyadi

Taliwang, KOBARKSB.com – Penunjukan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Barinas sebagai penyalur tunggal beras khusus untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menuai sorotan tajam dari DPRD KSB. Rencana yang diklaim untuk menjamin ketersediaan beras premium ini dikhawatirkan memicu praktik monopoli, yang berpotensi mematikan usaha kecil menengah (UKM) dan petani lokal.

Anggota DPRD KSB dari Fraksi PDIP, Santri Yusmulyadi, mempertanyakan dasar hukum dan dampak ekonomi dari kebijakan tersebut. “Perumda Barinas sebagai BUMD harus memiliki dasar hukum yang jelas, apalagi ini melibatkan anggaran daerah,” katanya, Sabtu (1/2/2025).

Santri juga menyoroti bahwa peran Perumda sebagai distributor tunggal, meski beras diproduksi di luar KSB, berpotensi mematikan usaha perdagangan beras UMKM. “Perumda boleh berbisnis, tapi jangan memonopoli pasar,” tegasnya.

Antisipasi Gesekan di 21 Desa, Bupati KSB Wanti-wanti Netralitas Aparatur Jelang Pilkades 2026

Kekhawatiran juga, menurutnya, muncul di kalangan pelaku usaha dan petani. Keputusan memproduksi beras di luar KSB, meski dengan alasan kualitas premium, menimbulkan pertanyaan. “Bagaimana nasib petani lokal? Apakah gabah mereka akan terserap? Perumda seharusnya menjadi perintis, bukan monopoli,” ujarnya.

Menyikapi keresahan ini, Santri menegaskan bahwa DPRD KSB akan mengusulkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas masalah ini lebih lanjut. “Kami ingin program ini memberikan manfaat bagi semua pihak, terutama petani dan pengusaha lokal,” tandasnya.

Target Medali Emas, Atlet Biliar KSB Siap Berlaga di Porprov XII NTB 2026

Direktur Perumda Barinas, Baharuddin Ank, mengonfirmasi penunjukan pihaknya sebagai distributor beras khusus ASN oleh Pemda melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP). “Kami dipercaya untuk menjamin ketersediaan beras premium bagi ASN,” jelasnya.

Ank menambahkan bahwa Perumda telah bekerja sama dengan Perum Bulog Sumbawa melalui MoU. “Bulog Sumbawa berkewajiban menggunakan gabah hasil panen petani KSB sebagai bahan baku beras premium,” tuturnya. 

Mengenai produksi di luar daerah, Ank menjelaskan bahwa itu adalah solusi sementara karena belum ada pabrik pengolahan gabah yang mampu menghasilkan beras premium di KSB. “Kami berkomitmen membangun fasilitas produksi di daerah sendiri kedepannya,” tutupnya.

Rencana Perumda sebagai distributor tunggal beras ASN memang membawa harapan untuk peningkatan kualitas beras. Namun, potensi monopoli, dampak terhadap petani, dan nasib UMKM tetap menjadi perhatian serius. RDP diharapkan dapat menghasilkan solusi yang mengakomodasi semua kepentingan. (krij)

About The Author

Trending

  • 70
    Digitalisasi UMKM KSB Dimulai, AMMAN dan Mastercard Sasar Pengusaha PerempuanTaliwang, KOBARKSB.com - Gelombang optimisme dan kemajuan ekonomi digital kini menyentuh sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Semangat kolaborasi lintas sektor terwujud nyata saat PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, bersama Mastercard meresmikan kemitraan…
  • 69
    Dongkrak Produksi Ikan Lokal, Pemda KSB Salurkan Bantuan Bibit Ikan Air Tawar Ke MasyarakatTaliwang, KOBARKSB.com - Dinas Perikanan mengakui bahwa konsumsi ikan air tawar di Sumbawa Barat sebagian besar masih mengandalkan pasokan dari luar daerah. “Baru sekitar 50 persen dari produksi lokal. Sisanya dari luar Sumbawa Barat,” kata  Ahlul Afwan, Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya, Kamis, (9/11).  50 persen kebutuhan lokal ini dihasilkan…
  • 67
    Nasabah Keluhkan Layanan Bank NTB Syariah Selama Libur LebaranTaliwang, KOBARKSB.com - Sejumlah nasabah Bank NTB Syariah mengeluhkan gangguan layanan perbankan yang terjadi selama masa libur Lebaran. Keluhan ini muncul menyusul adanya pengumuman optimasi sistem Mobile Banking yang berlangsung dari tanggal 28 Maret hingga 11 April 2025. Padahal, periode tersebut bertepatan dengan momen krusial masyarakat dalam memenuhi kebutuhan finansial…
  • 67
    Naik Rp 588,4 Miliar, APBD KSB 2026 Kini Tembus Rp 2,29 TriliunTaliwang, KOBARKSB.com - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat secara resmi menyerahkan Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 kepada DPRD Kabupaten Sumbawa Barat. Penyerahan tersebut berlangsung dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD, Selasa (23/6/2026). Dalam rancangan perubahan tersebut,…
  • 66
    Pemda KSB Salurkan Bantuan Beras Murah Untuk Warga Miskin di Sumbawa BaratTaliwang, KOBARKSB.com - Dinas Ketahanan Pangan bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mulai menyalurkan bantuan beras murah kepada fakir miskin dan kelompok miskin di Sumbawa Barat.  “Beras murah ini disalurkan untuk 3 bulan. Masing-masing mendapat bantuan beras 10 kg per bulan. Ini sudah disalurkan ke semua wilayah,” kata…
  • 66
    Bayar Listrik atau Putus? Stempel PLN Picu KontroversiTaliwang, KOBARKSB.com - PT PLN (Persero) ULP Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali mengingatkan pelanggan tentang batas akhir pembayaran rekening listrik pascabayar, yaitu tanggal 20 setiap bulannya. Keterlambatan pembayaran dapat berujung pada pemutusan sementara aliran listrik.  Namun, himbauan yang disampaikan melalui stempel bertinta merah pada rekening tagihan listrik ini justru…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×