fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Menteri Sosial Risma

Ibu Rumah Tangga dan Anak-anak Jadi Korban Terberat Pandemi Covid-19

Jakarta, KOBAR – Selama pandemi Covid-19 berlangsung, ibu rumah tangga, anak-anak, dan disabilitas dinyatakan sebagai kelompok yang paling berat merasakan dampaknya. Sehingga Menteri Sosial, Tri Rismaharini, mengaku akan memberikan perhatian khusus terhadap kelompok tersebut.

Menurut Risma, selama masa pandemi ini, ibu rumah tangga telah melakukan peran ganda. Selain sebagai ibu, juga berperan sebagai teman dan juga guru bagi anak-anak mereka. Lantaran anak-anak harus belajar di rumah.

“Kaum perempuan termasuk dalam hal ini ibu rumah tangga, berperan lebih banyak terdampak. Dalam arti, selain sebagai ibu rumah tangga, mereka juga harus menjadi guru karena anak-anak belajar di rumah. Yang tak kalah penting, ibu juga menjadi teman bermain anak-anak, karena sekolah sebagai tempat bertemu dan bermain dengan teman-teman, kini harus dibatasi,” kata Risma, dalam sebuah webinar dengan Unicef, Selasa, (23/3).

Ia memahami betul peran berat seorang ibu dalam mendampingi anaknya selama pandemi. Karena disamping dituntut untuk mewadahi belajar anak, seorang ibu juga berfungsi untuk membentuk karakter anak, layaknya mereka tengah bermain dengan teman sebayanya.

Sehingga, Risma begitu mengapresiasi peran luar biasa dari seorang ibu, terutama saat mendampingi anak-anak mereka di rumah selama pandemi. 

“Mohon suasana aktif, atraktif, dan gembira tetap bisa dihadirkan di rumah. Intinya, meskipun belajar dan beraktivitas di rumah, ciptakan suasana sedemikian rupa yang tidak mengubah karakter anak,” ucapnya.

Risma memahami tugas berat itu. Karena seorang ibu harus mengambil peran ganda. Ibu harus mampu menciptakan suasana yang biasa ditemui seorang anak di luar, kini hadir di rumah.

“Iya, mengambil peran sebagai teman-teman sebaya kan tidak mudah. Bagaimana suasana rumah tidak membosankan,” ujarnya.

Terkait dengan rencana kegiatan belajar secara tatap muka, ia meminta semua pihak tidak lupa memastikan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan. Baik pada saat berangkat ke sekolah, selama belajar di sekolah, selama istirahat, dan saat pulang sekolah.

“Namanya anak-anak. Kadang melihat temannya memakai masker yang bagus lalu dipinjam. Nah, ini kan bisa menularkan virus. Jadi memastikan penerapan protokol kesehatan ini penting,” tegas Risma.

Pada kesempatan ini juga, Risma juga menyampaikan rencana Kemensos untuk membantu anak-anak penyandang disabilitas sensorik netra, penyandang disabilitas intelektual, dan anak-anak penyandang cerebral palsy, untuk mendapatkan bantuan peralatan. 

“Ini kami lakukan, agar mereka bisa beraktivitas sebagaimana mestinya dan tetap merasakan kehadiran negara,” tutup Menteri Sosial. (knda)

Don`t copy text!