fbpx
Guru Penggerak Jadi Syarat Menjadi Kepala Sekolah

Guru Penggerak Jadi Syarat Menjadi Kepala Sekolah

Papua Barat, KOBAR – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, menyatakan, bahwa para guru yang tergabung dalam Program Guru Penggerak memiliki kesempatan untuk menjadi kepala sekolah. Bahkan, akan menjadi syarat kedepan untuk bisa jadi Kepala Sekolah.

Guru Penggerak, jelasnya, merupakan program yang dirancang untuk memberikan pembekalan kompetensi kepada para guru, mulai dari jenjang TK/PAUD hingga SMA, guna menyiapkan pemimpin pembelajaran masa depan.

“Kedepan, kalau mau punya karir sebagai kepala sekolah, tentu harus melewati program Guru Penggerak. Karena ini bukan cuma program penguatan, tapi juga kepemimpinan,” kata Nadiem Makarim, saat bertemu para calon guru penggerak di Kota Sorong, Papua Barat, Kamis, (11/2).

Untuk angkatan pertama, jelasnya, program Guru Penggerak dibatasi hanya untuk 2.800 orang. Mendikbud memastikan selanjutnya kuota program Guru Penggerak akan ditambah, seiring dengan tingginya minat para guru. Lebih lanjut, Mendikbud berharap, dengan mengikuti program Guru Penggerak, maka para guru dapat mengubah pola pikir untuk selalu mengutamakan siswa dalam proses pembelajaran.

“Sebenarnya, melalui Program Guru Penggerak Kemendikbud bukannya mau mengajari menjadi guru. Semua guru yang baik tahu bahwa ada yang tidak beres dengan cara kita mengajar. Prosesnya ada yang salah. Padahal insting guru itu sudah benar. Jadi tugas Kemdikbud adalah memerdekakan insting itu,” jelas Mendikbud.

Sementara itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Iwan Syahril, mengatakan, bahwa Kota Sorong termasuk angkatan pertama dalam Program Guru Penggerak. 

Hingga saat ini, beber Iwan, ada 15 guru dari berbagai sekolah di Kota Sorong sedang menjalani pembekalan kompetensi Guru Penggerak selama 9 bulan ke depan.

“Tahun depan akan ada lagi. Jadi totalnya ada 6 angkatan. Setelah 6 angkatan nanti akan balik lagi ke kota yang sama. Tapi untuk tahun ini sudah (tutup), tahun depan ayo berlomba ikut,” pungkas Dirjen GTK. (knda)

Don`t copy text!