fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Nurdin Rahman, SE.

BPKD KSB Tutup Kas Daerah Dengan Pencapaian Terbaik

Nurdin Rahman: SILPA Rp 10,2 Miliar

Taliwang, KOBAR – Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mengklaim, bahwa berdasarkan hasil evaluasi internal, arus kas daerah tahun anggaran 2020 telah sesuai target yang diinginkan, dan termasuk pencapaian terbaik. Kas daerah ditutup secara resmi pada pekan pertama tahun 2021. 

“Kas daerah untuk tahun anggaran 2020 secara resmi ditutup pada hari Selasa, tanggal 5 Januari 2021. Yang mana, secara perhitungan antara dana masuk ke kas dan pembelanjaan sama-sama berada di posisi nol,” tutur Nurdin Rahman SE, Kepala BPKD KSB, Kamis, (28/1).

Alasan kas daerah baru ditutup pada pekan pertama tahun 2021, jelas Nurdin, disebabkan oleh karena hingga tanggal 31 Desember 2020, transaksi keuangan masih berlangsung. Sehingga perhitungan keuangan daerah baru bisa difinalkan pada tanggal 5 Januari 2021.

“Sebenarnya sebelum libur akhir tahun kita sudah punya gambaran. Tapi kan masih ada transaksi keuangan yang berlangsung hingga 31 Desember 2020. Sehingga, baru kita finalkan di tanggal 5 Januari 2021,” jelasnya.

Menurut Nurdin, realisasi belanja dengan pendapatan pada tahun anggaran 2020 telah sesuai target yang direncanakan. Bahkan ia mengklaim, bahwa sisi belanja APBD KSB telah mencapai capaian terbaik sepanjang sejarah pengelolaan keuangan daerah. Dimana realisasinya mencapai 92,6 persen, sedangkan realisasi penerimaan berada di posisi 93 persen. 

“Antara belanja dan penerimaan hampir setara. Ini pencapaian terbaik kita, dan ini bisa disebut sebagai rekor baru,” ujar Nurdin.

Pada penutupan kas daerah, bebernya, dana yang tersisa yang kemudian dicatat sebagai SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan) atau selisih antara surplus/defisit anggaran dengan pembiayaan netto, berjumlah Rp 10,2 miliar. 

“Dana surplus itu secara umum telah memiliki peruntukannya. Hanya saja, hingga tutup buku terdapat OPD yang belum menuntaskan programnya, sehingga tidak dapat dibelanjakan sepenuhnya. SILPA bebas kita hanya sekitar Rp 1,3 miliar. Sisanya sudah terikat dalam bentuk DAU, DAK atau Dana BOS,” demikian Kepala BPKD KSB. (kdon)

Don`t copy text!