Libur dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2020 Dikurangi 3 Hari

Libur dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2020 Dikurangi 3 Hari

Jakarta, KOBAR – Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PMK), Muhadjir Effendy, menyampaikan, bahwa  libur dan cuti bersama di akhir tahun 2020 dikurangi sebanyak 3 hari. Yaitu, tanggal 28-30 Desember 2020. 

Pengurangan lama libur akhir tahun ini, kata Muhadjir, merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo, dalam rapat terbatas pada 23 November lalu. 

“Secara teknis ada pengurangan libur dan cuti bersama ini sebanyak tiga hari, yaitu tanggal 28, 29, dan 30 (Desember). Tanggal 28, 29, 30 (Desember) tidak libur tetapi tetap masuk kerja seperti biasa,” katar Muhadjir, dalam siaran persnya, Selasa, (1/12). 

Meski sebelumnya, tuturnya, bahwa berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB), Nomor 440/2020, 03/2020, 03/2020, tanggal 28-30 Desember 2020, telah ditetapkan 3 hari itu, sebagai pengganti cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. 

Meski demikian, lanjut Menko PMK, libur Natal dan Tahun Baru tetap ada, ditambah dengan 1 hari pengganti cuti bersama Hari Raya Idul Fitri. Libur Natal berlangsung pada tanggal 24-27 Desember 2020. 

“Tanggal 24 (Desember) adalah libur (cuti bersama) Natal. Kemudian 25 itu adalah Natal-nya. Selanjutnya 26 otomatis (libur), karena hari Sabtu, dan 27 adalah hari minggu,” tukasnya. 

Sementara tanggal 31 Desember, jelas Muhadjir, adalah cuti bersama sebagai pengganti cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. 

“Tanggal 1 (Januari) adalah otomatis libur karena 1 Januari. Kemudian tanggal 2 (Januari) adalah hari Sabtu (dan). Tanggal 3 Januari juga hari Minggu, sehingga otomatis libur,” papar Menko PMK. 

Lebih lanjut, Muhadjir menyampaikan, bahwa kesepakatan pengurangan libur dan cuti bersama ini akan dituangkan dalam SKB Tiga Menteri, yaitu Menpan RB, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Agama. 

“Menpan RB, karena nanti berkaitan dengan masalah cuti dan libur ASN (Aparatur Sipil Negara). Kemudian Menteri Ketenagakerjaan, berkaitan dengan cuti dan libur karyawan dan pegawai swasta. Dan Pak Menteri Agama, karena ini berkaitan dengan libur hari keagamaan,” demikian Muhadjir Effendy. (knda)

Don`t copy text!