fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Gubernur NTB di Desa Mungkin

Dr. H. Zulkifliemansyah, SE, M.Sc.

Di Desa Mungkin, Gubernur Minta Pemuda NTB Tak Boleh Kerdil

Sumbawa, KOBAR – Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini dirayakan berbeda oleh Gubernur NTB, Dr H Zulkifliemansyah SE MSc. Bertempat di Desa Mungkin, Kecamatan Orong Telu, Kabupaten Sumbawa, Gubernur merayakan Hari Sumpah Pemuda Ke-92 bersama para pemuda di desa yang hingga kini belum diterangi listrik PLN.

“Semangat pemuda itu tidak hanya dimiliki oleh masyarakat perkotaan. Dimanapun kita berada, optimisme serta kekompakan tidak boleh hilang,” kata Gubernur, Rabu, (28/10).

Gubernur berharap, dari Desa Mungkin akan banyak lahir pemimpin hebat, pengusaha hebat, serta akademisi-akademisi hebat. Menurutnya, semangat belajar masyarakat pedesaan sangat tinggi dan harus didukung oleh seluruh pihak, termasuk Pemerintah Provinsi NTB.

Gubernur NTB di Desa Mungkin
Bang Zul saat disambut Pemuda Pemudi Desa Mungkin.

“Boleh saja kita terlahir di desa terpencil. Tapi semangat belajar, serta cara pandang kita tidak boleh kerdil,” pesan Gubernur NTB, kepada para pemuda Desa Mungkin.

Menanggapi pidato Gubernur, Ardian, salah seorang pemuda Desa Mungkin, kepada awak media, mengaku terharu. Ia merasa baru pertama kali merayakan hari sumpah pemuda. Karena menurutnya, hari sumpah pemuda hanya dirayakan oleh orang-orang yang bersekolah tinggi.

“Pandangan saya, sumpah pemuda hanya dirayakan oleh orang yang bersekolah,” katanya, sambil terbata-bata.

Laki-laki putus sekolah ini berharap, momentum hari sumpah pemuda ini bisa dijadikan semangat pembangunan. Mulai dari membangun SDM, hingga infrastruktur. Terutama di daerah terpencil seperti Desa-nya.

Kondisi Jalan Menuju Desa Mungkin
Kondisi Jalan Menuju Desa Mungkin.

“Jujur, salah satu penyebab saya putus sekolah adalah jalan yang susah. Dari rumah seragam saya bersih, sampai sekolah kotor sekali,” tutur pria berusia 18 tahun itu.

Untuk diketahui, datang ke Desa Mungkin ini tidak mudah. Butuh waktu 3 jam perjalanan dari Kota Sumbawa Besar. Jalannya belum diaspal, penuh bebatuan, berlumpur, serta berkabut tebal. Mobil biasa tidak bisa naik, semua harus pakai mobil double gardan. Tak jarang, kendaraan masyarakat di Desa Mungkin ini mengikat ban mobilnya dengan rantai besi, supaya tidak terpeleset saat melalui tanjakan yang cukup terjal.

Kondisi Jalan Menuju Desa Mungkin
Kondisi Jalan Menuju Desa Mungkin.

Gubernur sendiri menggunakan mobil Toyota Hilux. Meski memiliki mesin Diesel berkapasitas besar, mobil tersebut merengek saat berjalan di tengah lumpur jalan menuju Desa Mungkin. Sesampai di Desa Mungkin, Gubernur yang populer disapa Bang Zul itu, bersama rombongan begitu kelelahan. Maklum saja, sebelumnya Bang Zul banyak memenuhi undangan warga hingga larut malam, sebelum berangkat ke Desa Mungkin. (kdon)

Don`t copy text!