Jakarta, KOBAR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengeluarkan peringatan dini, bahwa mulai Selasa, 6 September 2020, hingga Kamis, 8 September 2020, sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berpotensi terjadinya angin kencang, juga hujan yang dapat disertai kilat atau petir, dan angin kencang. BMKG juga minta masyarakat waspadai gelombang tinggi yang mencapai 2,5 meter hingga 4 meter yang berpeluang terjadi di Selat Lombok Bagian Utara dan Selatan, Selat Alas Bagian Utara dan Selatan, Samudra Hindia Selatan NTB, dan Selat Sape Bagian Selatan.

“Pusat tekanan rendah (1006 mb) terpantau di Laut China Selatan, yang membentuk sirkulasi siklonik pada lapisan 925-700 mb. Daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Laut China Selatan utara Kalimantan hingga perairan barat Filipina. Daerah konvergensi juga terpantau memanjang di Samudera Hindia barat Bengkulu, dari Laut Sulawesi hingga perairan selatan Filipina, dan di Papua bagian tengah. Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sekitar pusat tekanan rendah/sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut,” ungkap Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, dalam siaran persnya, Selasa, (6/10).
Jelas Guswanto, angin kencang berpotensi terjadi di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Dompu dan Bima. Sedangkan potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang akan terjadi di sebagian wilayah Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, dan Bima, pada siang hingga sore hari.

“Tanggal 7 Oktober 2020, pukul 06.00 WIB, hingga 8 Oktober 2020, pukul 19.00 WIB, pusat tekanan rendah 1006 hPa di Laut Cina Selatan. Pola angin di wilayah Indonesia umumnya dari Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan 5-25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Barat Kepulauan Mentawai, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Banten, dan Perairan Merauke. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut,” bebernya.

Akibatnya, tambahnya, gelombang tinggi sekitar 2,5-4,0 meter, berpeluang terjadi di Selat Malaka Bagian Utara, Perairan Utara Sabang, Perairan Barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Pulau Enggano-Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatera, Selat Sunda Bagian Barat dan Selatan, Perairan Selatan Jawa, hingga Pulau Sumbawa. Selat Bali-Lombok-Alas, Bagian Selatan Samudra Hindia, Selatan Jawa hingga NTB.
“Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” demikian Deputi Bidang Meteorologi BMKG. (knda)
About The Author
Trending
- 52
Praya, KOBARKSB.com – Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi yang diperkirakan akan melanda sejumlah wilayah perairan dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid telah mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi ini, yang berlaku mulai tanggal… - 51
Jakarta, KOBAR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), memprediksi, bahwa dalam periode 3 hari kedepan, hujan dengan intensitas sedang-lebat, yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, berpotensi terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Demikian disampaikan, Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, dalam siaran persnya, Minggu, (27/9). Hal itu disimpulkan pihaknya,… - 50
Praya, KOBARKSB.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berlaku selama tiga hari ke depan, mulai Sabtu, 11 Oktober hingga Senin, 13 Oktober 2025. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang… - 45
Kepala BMKG: Tetapi Tetap Waspadai Gelombang Tinggi di Laut Jakarta, KOBAR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca setelah tanggal 7 April semakin membaik. Seiring dengan bergerak menjauhnya siklon tropis seroja yang terdeteksi di perairan sekitar Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam… - 45
Mataram, KOBAR - Berdasarkan hasil pemantauan BMKG terhadap kondisi atmosfer di atas wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan terdapat dampak dari adanya tropical storm “Conson” yang terjadi di Manila Filipina, dan tropical storm “CHANTHU” di perairan Filipina. “Perbedaan tekanan yang signifikan antara tekanan rendah di belahan bumi utara dan… - 42
Jakarta, KOBARKSB.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini khusus bagi masyarakat di wilayah Kepulauan Nusa Tenggara. Menjelang akhir Januari 2026, wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) diprediksi akan menjadi salah satu titik pusat cuaca ekstrem akibat dinamika atmosfer yang bergejolak di selatan…
Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



Komentar