fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Mengaji Surat Yaasin, dirangkaikan dengan ceramah dan dialog antara Bupati dengan masyarakat. Rutin digelar setiap malam jum'at, di kediaman Bupati KSB.

Mari Galakkan Gerakan Masyarakat Mengaji

“Peraturan Bupati Nomor 22 Tahun 2016”

Taliwang, KOBAR – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) saat ini tengah giat-giatnya menggalakkan Gerakan Masyarakat Mengaji (GMM), dalam rangka meningkatkan mental spiritual untuk melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan mempunyai prinsip dalam menjalani kehidupan.

Kepala Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) KSB, Amir Syarifuddin ST, tidak menyangkal jika GMM merupakan salah satu langkah dan terobosan yang digagas oleh pihaknya untuk membumikan Al-Quran secara masif, hingga membuat payung hukum dalam bentuk Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 22 Tahun 2016, tentang Gerakan Masyarakat Mengaji. Gerakan tersebut bahkan terus digencarkan dengan mengimplentasikannya kepada masyarakat, sekolah dan aparatur pemerintahan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengamalan agama dan menggiatkan masyarakat untuk lebih mencintai dan memaknai isi kandungan Al-Qur’an agar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Amir.

Mengaji Surat Yaasin, dirangkaikan dengan ceramah dan dialog antara Bupati dengan masyarakat. Rutin digelar setiap malam jum'at, di kediaman Bupati KSB.
Mengaji Surat Yaasin, dirangkaikan dengan ceramah dan dialog antara Bupati dengan masyarakat. Rutin digelar setiap malam Jum’at, di kediaman Bupati KSB.

Ia mengatakan, seiring perkembangan zaman dan teknologi, sebagian masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, terkadang lalai dalam melakukan hubungan dengan pencipta-Nya. Untuk itulah dengan adanya latar belakang tersebut, Pemerintah mulai menggiatkan kembali budaya mengaji di sekolah, instansi pemerintah, dan rumah tangga.

“Kita terus gencarkan. Seluruh sekolah mulai dari PAUD, TK, hingga jenjang SD sampai SMA sederajat bahkan sudah memulai gerakan ini. Sepuluh menit sebelum belajar, para siswa siswi membaca Al-Quran dipandu oleh para guru,” ungkapnya.

Gerakan Masyarakat Mengaji ini, lanjutnya, merupakan pencerminan dari program pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup dan memanfaatkan waktu supaya diisi dengan hal yang positif. Selain itu, kata dia, kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menekan kenakalan remaja serta pembinaan mental dan juga akhlak yang baik.

“Jika nilai Al-Quran sudah masuk dalam sendi kehidupan masyarakat, niscaya daerah ini akan diberkahi. Daerah yang Baldatun Tayyibatun Wa rabbun ghafur,” imbuhnya.

Hanya saja yang menjadi tantangan saat ini, menurut Amir, adalah mengamalkan ajaran Al-Qur’an itu dalam sikap dan perilaku masyarakat secara umum, terutama para aparatur di lingkup Pemkab setempat. Padahal, di dalam Al-Qur’an terkandung suatu perintah agar ummat manusia dituntut untuk selalu Ikhlas, jujur dan sunguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diamanatkan oleh pimpinan.

Khataman Al-Qur'an TPQ Majlis Ta'lim Babussalam, Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang. Dilaksanakan di Kediaman Bupati KSB, Dr Ir H W Musyafirin MM.
Khataman Al-Qur’an TPQ Majlis Ta’lim Babussalam, Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang. Dilaksanakan di Kediaman Bupati KSB, Dr Ir H W Musyafirin MM.

Tidak hanya sekolah dan instansi pemerintahan saja yang menjadi sasaran GMM. Tetapi, masyarakat juga dihimbau untuk membaca Al-Quran setiap selesai menjalankan shalat Maghrib. Bagi pimpinan di tingkat lingkungan, RT dan RW bahkan diharapkan untuk dapat mengagendakan baca Al-Quran bersama warganya minimal  satu kali dalam seminggu. Bisa berupa yasinan malam Jum’at atau model pengajian lainnya. Begitu juga dengan pimpinan perusahaan baik swasta maupun BUMN, BUMD dan BUMdes untuk dapat membuat peraturan terkait waktu baca Al-Quran ini. Apakah sebelum memulai kerja atau memanfaatkan waktu istirahat dengan mengisinya dengan membaca Al-Quran.

“Harus disediakan waktunya. Terserah, waktunya kapan. Yang penting, dalam seminggu harus ada,” tukasnya.

Ia juga tak menyangkal jika sebenarnya ada target lain yang ingin dicapai Pemerintah Daerah melalui Gerakan Masyarakat Mengaji ini, yakni, upaya menuntaskan buta aksara baca Al-Quran. Bupati menginginkan, agar masyarakat lebih mengintensifkan pembelajaran baca Al-Quran bagi anak-anak.

“Ini dimaksudkan agar anak-anak setelah tamat dari SD, atau SLTP terbebas dari buta aksara Al-Qur’an,” bebernya.

Ia optimis jika Gerakan Masyarakat Mengaji ini akan menjadi salah satu ciri khas Kabupaten Sumbawa Barat sebagai daerah yang berperadaban fitrah. Bahkan untuk mencapai target penuntasan buta aksara Al-Quran itu, pemerintah akan membentuk Tim Pelaksana yang akan di SK-kan Bupati.

“Tim Pelaksana ini berperan sebagai tenaga pembantu untuk mengajarkan masyarakat mengaji,” demikian Amir Syarifuddin ST. (*)

Don`t copy text!