Sekda: Kapasitas dan Kualitas ASN KSB Akan Ditingkatkan

Sekda: Kapasitas dan Kualitas ASN KSB Akan Ditingkatkan

Taliwang, KOBAR – Sepekan pasca dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Abdul Azis SH MH, langsung bergerak cepat dengan memasang beberapa target kerja. Salah satunya akan meningkatkan kualitas dan kapasitas kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkup Pemkab setempat. 

“Bupati telah mengamanatkan agar para ASN utamanya kepala SKPD untuk ditingkatkan kualitas kinerjanya melalui berbagai agenda pendidikan dan pelatihan (Diklat),” ungkapnya.

Menurutnya, alasan mendasar Bupati meminta untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas kinerja itu karena melihat masih minimnya tingkat kepekaan dan kemampuan SKPD dalam memberikan solusi dari berbagai permasalahan yang dihadapi. Segala permasalahan yang semestinya mampu diselesaikan justru dilimpahkan ke Pimpinan Daerah.

“Jika semua hal diselesaikan pimpinan daerah, lalu kapan SKPD mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Hal inilah yang harus dibenahi agar SKPD lebih mandiri, tidak melulu mengandalkan ide dan pemikiran pimpinan daerah semata, tetapi bagaimana menciptakan inovasi, kreatif dan tanggap terhadap permasalahan,” jelasnya.

Sebenarnya, setiap unit kerja harus mampu mengenali tupoksi masing-masing, tanggap terhadap permasalahan dan mampu mencarikan solusi terbaik. Termasuk harus tanggap dalam memetakan permasalahan yang ada.

Untuk itu kata Sekda, memperbanyak pendidikan dan pelatihan bagi pegawai, baik yang menduduki jabatan struktural maupun fungsional adalah upaya efektif yang akan dilakukan untuk melahirkan aparatur pemerintahan yang berkualitas dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Tujuannya agar melahirkan para aparatur sipil negara yang memiliki kompetensi dan kecakapan dalam melaksanakan tugas yang diberikan. Termasuk tanggungjawab yang dijalankan dapat dilaksanakan dengan efektif, efisien, jujur, transparan, dan akuntabel agar cita-cita dalam menciptakan pemerintahan yang baik dapat tercapai,” bebernya.

Menurutnya, setidaknya ada beberapa substansi yang ingin dicapai atas upaya memperbanyak pendidikan dan pelatihan tersebut. Diantaranya, untuk meningkatkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, meningkatkan kompetensi teknis, manajerial dan kepemimpinan, serta meningkatkan efesiensi, efektifitas dan kualitas pelaksanaan tugas yang dilakukan dengan semangat kerja dan tanggung jawab sesuai dengan lingkungan kerja dan organisasinya.

“Substansi-substansi itu yang ingin kita capai sebagai modal yang sangat penting untuk dapat tampil sebagai implementor program pembangunan di masyarakat. Apalagi dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, terdapat penekanan pada pentingnya peningkatan kualitas kerja, integritas dan skill,” imbuhnya.

Tuntunan professionalitas dalam melakukan pekerjaan pemerintahan, tambah Sekda, menjadi semakin penting, apalagi dalam era globalisasi yang berlangsung saat ini yang mengharuskan para aparatur pemerintahan untuk dapat bersaing secara global dalam berbagai bidang. Seperti layaknya kereta api, posisi pemerintah adalah lokomotif, sebagai motor penggerak agar bisa bersaing dalam kompetisi itu.

“Nah, hanya dengan aparatur yang berkualitas, maka daya gerak itu akan mampu kita perkuat,” demikian Sekda. (ktas/kjon)

Don`t copy text!