Usia Harapan Hidup Penduduk KSB 66 Tahun

Usia Harapan Hidup Penduduk KSB 66 Tahun

BPS: IPM KSB Tertinggi di NTB

Taliwang, KOBAR – Kebijakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui program pro rakyat dianggap berdampak besar terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Hal ini bahkan telah menempatkan IPM Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berada di urutan pertama mengalahkan IPM 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbawa Barat, Ir Muhadi, membenarkan jika IPM Kabupaten Sumbawa Barat melaju kencang hingga menembus 1,77 persen.

“Ya, peningkatannya melaju pesat hingga menempatkan KSB sebagai daerah dengan laju pertumbuhan IPM tertinggi di NTB,” terangnya.

Peningkatan IPM ke dua di NTB disusul Kabupaten Lombok Barat (Lobar) sebesar 1,73 persen. peringkat ke tiga Kabupaten Sumbawa dengan petumbuhan IPM 1,64 persen dan paling lamban pertumbuhan IPM Kota Mataram 0,58 persen.

Ir. Muhadi

Sesuai ketentuan, BPS mengunakan indikator survey peningkatan IPM  di setiap daerah berdasarkan angka harapan hidup, angkatan dan peluang mendapat pendidikan  yang telah ditempuh di semua satuan pendidikan dan yang terakhir pengeluaran perkapita.

Menurut Muhadi, sesuai hasil survey, bayi yang baru lahir memiliki harapan hidup 66 tahun. Artinya bayi lahir di KSB memiliki harapan hidup, hingga umur 66 tahun.

“Angka harapan hidup itu meningkat enam bulan, jika dibandingkan dengan hasil survey tahun 2014 lalu,” imbuhnya.

Sementara anak usia tujuh tahun memiliki peluang menempuh pendidikan atau bersekolah 13 tahun. Jika dibandingkan hasil survey tahun 2014, Sumbawa Barat mengalami peningkatan sebesar 3,2 persen atau rata-rata pendidikan yang berumur 25 tahun  menempuh pendidikan setara kelas dua SMP.

“Sedangkan pengeluaran perkapita hasil survey tahun 2015, masyarakat KSB membelanjakan uangnya sekitar Rp 10,2 juta pertahun per orang. Sementara untuk biaya hidup yang harus dikeluarkan masyarakat KSB setiap hari sekitar Rp 30.000,” bebernya.

IPM ditetapkan sebagai tolak ukur pembangunan kualitas hidup manusia. Karena itu, sesuai hasil survey BPS, kebijakan yang telah digulirkan Pemda Sumbawa Barat, dinyatakan telah menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Berdasarkan persentase itu, kebijakan dan program-program yang telah digulirkan Pemkab KSB telah menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dan ini wajib kita apresiasi,” demikian Muhadi. (ktas)

Don`t copy text!