fbpx
Pemecah Gelombang Labuhan Lalar Akan Didanai APBN Rp 60 M

Pemecah Gelombang Labuhan Lalar Akan Didanai APBN Rp 60 M

Taliwang, KOBAR – Pembangunan pemecah gelombang untuk wilayah Labuhan Lalar yang telah dianggarkan sebesar Rp 1,5 miliar pada APBD 2015 telah resmi dicoret pada APBDP 2015, sehingga Warga Labuhan Lalar masih harus dihantui dengan gelombang pasang pada musim hujan mendatang. Tapi Syukurlah, Pemerintah Pusat tidak tinggal diam. Proyek pemecah gelombang di Desa Labuhan Lalar sebesar Rp 60 miliar dijanjikan akan tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2016 mendatang. Kepastian anggaran itu pernah disampaikan oleh pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU dan PR).

Kepala Desa (Kades) Labuhan Lalar, Ansyarullah, kepada media ini kamis 29/10 mengatakan, salah satu alasan sampai dipangkasnya anggaran yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015 adalah kepastian dianggarkannya proyek tersebut di APBN tahun 2016 mendatang. “Saya dengar langsung tentang kesediaan pusat menganggarkan pekerjaan pemecah gelombang,” bebernya.

Disampaikan Ansyarullah, pemecah gelombang sangat dibutuhkan dan merupakan pekerjaan penting, karena akan menjadi petaka bagi masyarakat yang berada di pesisir pantai Labuhan Lalar jika tidak dibangun. “Ancaman disapu ombak bagi pemukiman warga yang berada di pinggir pantai cukup pasti, jika pemerintah tidak segera membangun pemecah ombak tersebut,” tandasnya.

Jika pekerjaan itu tidak terealisasi, Ansyarullah mengaku sulit untuk membendung kemarahan masyarakat, karena mereka sudah mengetahui bahwa anggaran yang pernah ditetapkan melalui APBD tahun 2015 telah dipangkas. “Semoga bisa tertuang anggarannya dan dikerjakan pada tahun mendatang,” harapnya.

Ansyarullah tidak membantah jika dirinya cukup intens membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, termasuk memberanikan diri melakukan pengecekan di Kementerian, lantaran tidak ingin anggaran itu tidak jadi tertuang dalam APBN. “Saya kadang-kadang nyelonong ke pusat untuk mengingatkan bahwa Desa Labuhan Lalar butuh program atau pekerjaan pembangunan pemecah ombak,” ungkapnya.

Diakui Ansyarullah jika pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pernah berupaya untuk membantu masyarakat, namun yang dibangun bukan pemecah gelombang, namun penahan ombak, sementara tinggi dan besarnya ombak tidak akan bisa dibendung. “Yang pernah dibangun pemerintah bukan pemecah gelombang, tetapi tumbukan batu yang dianggap sebagai penahan ombak, sementara bukan itu yang dibutuhkan masyarakat,” sesalnya. (kimt)

Don`t copy text!