Batu Hijau Diduga Bekas Tambang Purba

Menu

Mode Gelap

SELA · 23 Apr 2012

Batu Hijau Diduga Bekas Tambang Purba


Batu Hijau Diduga Bekas Tambang Purba Perbesar

Tim Katastropik Purba baru saja menyelesaikan studi awal tentang jejak-jejak sedimentasi di Sumbawa, beberapa waktu lalu. Ada sejumlah keanehan sejarah dan ekstraksi bumi di wilayah ini. Kuat dugaan adanya tambang purba di tanah Sumbawa.

Selama ini, Indonesia kehilangan kontinuitas dalam pengetahuan tentang perjalanan sejarah.  Selain Bencana dan pendudukan kolonial, Bangsa kita yang resmi menjadi negara berdaulat, Indonesia kehilangan cerita dan fakta bencana berikut sejarah masa lalu.

Dari informasi yang didapatkan, di Sumbawa, Tim Katastropik Purba meneliti tentang kejadian tsunami pada masa lalu dengan mencari jejak-jejak sedimentasi. Sejumlah daerah di wilayah selatan menjadi lokasi riset ini, diantara Benete, Maluk, Sekongkang, Nenga Memenga, Swis, Sejurong, Tongo, Senutuk, Labuhan, Brang Tatar, Yangse.

Faktanya sejauh ini, belum ada satupun sumber tulisan yang lengkap mengulas tentang keanehan-keanehan sejarah dan ekstraksi bumi di daerah selatan tersebut. Melirik pada nama yang berbau oriental, Ma-Luk, Tse Kong Kang, Ta(r)tar, Yang Tse, muncul hipotesa awal, nama-nama itu mengindikasikan daerah pantai selatan Sumbawa itu pernah dijelajah oleh bangsa Mongol-China. Entahlah, mungkin tentara-tentara Jenghis Khan atau panglima-panglimanya. Tapi belum pernah ada yang meneliti mendalam tentang tersebut sejauh ini.

Di samping itu, ada cerita terpendam sampai sekarang tentang bagaimana para eksplorasionis awal geologis Newmont menemukan bekas-bekas penambangan kuno di puncak Batu hijau. Sekarang puncak batu hijau itu sudah hilang karena ditambang dan menjadi lembah kerucut terbalik dengan kedalaman sampai 700 meter dari permukaan awal. Tak ubahnya, seperti di Grasberg Freeport di Timika.

Ceritanya, pada awal 90-an saat melakukan pemetaan, para geologis ini mendapati sebuah lapisan tipis berupa ‘arang’ yang ditutupi oleh endapan volkanik (tuff?) dan soil. Di zona lapisan memanjang tersebut, didapati banyak sekali keramik (Pottery) dan juga Slag – sisa-sisa pembakaran bijih untuk pemurnian tembaga.

Para geologis curiga, fenomena itu adalah bekas penambangan kuno. Karena kecurigaan itu, mereka pun memanggil tim arkeologi dari Jakarta (Tim pemerintah). Kemudian, Tim tersebut melakukan ekskavasi dengan memakai bentangan benang-benang saling menyilang seperti umumnya standar penggalian arkeologi.

Kabar yang beredar saat ini, laporan tertulis Tim Arkeologi itu ada di Newmont, tapi mereka tidak tahu disimpan dimana sekarang, karena sejak  dulu proyek tersebut memang dirahasiakan.

Laporan tersebut menyimpulkan, benda-benda yang ditemukan di puncak gunung Batu Hijau tersebut tidak mempunyai nilai sejarah. Atas rekomendasi itu, Newmont-pun meneruskan usaha awal eksplorasinya dengan feasibility study standar resmi penambangan umumnya, sampai mereka menambang bukit Batu Hijau itu menjadi kaldera seperti saat ini.

Dengan kondisi saat ini, hampir dipastikan lapisan pembawa bukti-bukti “man-made” yang diteliti Tim Arkeologi tersebut sudah hilang tertambang. Sebagian dari “artefak-artefak” yang dikumpulkan banyak dijadikan souvenir oleh tim eksplorasi Newmont, termasuk dibawa ke Denver, Amerika Serikat, ke kantor pusatnya.

Untuk menjawab teka-teki ini, Tim Katastropik Purba berharap  geologis Indonesia yang sudah keluar dari Newmont masih menyimpan hasil riset tersebut, karena menurut analisis Tim Katastropik purba, sangat aneh kalau ada lapisan “arang” dengan banyak artefak yang ditutupi endapan gunung api lalu dianggap tidak punya nilai sejarah.

Jika benar lapisan penguburnya adalah endapan tuffa gunung api, kemungkinan itu adalah endapan piroklastik letusan Tambora pada tahun 1815. Dengan demikian, kegiatan penambangan tembaga di daerah tersebut sudah terjadi sebelum 1815.

Apakah  Tentara Jenghis Khan yang melakukannya, ataukah ada peradaban lain? Sangat disayangkan sampai ada kesimpulan bahwa lapisan tersebut tidak punya nilai sejarah. Karena dengan dasar itulah maka sah-sah saja lapisan-lapisan itu dibongkar dalam rangka mengakses cadangan raksasa tembaga, emas, dan perak di bawahnya.

Disamping dua hal tersebut, Tim Katastropik Purba, juga menemukan suatu bentukan morfologi yang menarik di daerah pantai. Morfologi itu berbentuk sebuah gunung yang radial  tapi bagian sirkular tengahnya menunjukkan pola menurun ke tengah, seperti kaldera dangkal, seolah-olah seperti bentuk galian tambang porfiri yang sudah ditutup.

Peta geologi menunjukkan data yang tidak konsisten. Kemungkinan memang belum pernah didaki untuk diteliti. Seperti gunung api purba. Bahkan eksplorasionis Newmont-pun tertarik dengan fenomena tersebut, karena kalau memang ada mineralisasinya, berarti di dalam “gunung” tersebut kemungkinan juga akan didapatkan cadangan serupa seperti Batu Hijau.

Atau mungkin sudah habis ditambang oleh peradaban terdahulu. Jenghis Khan? Orang-orang Purba?. Kabarnya, dalam tahun ini Pihak Newmont akan mulai meneliti morfologi tersebut karena masih  masuk dalam daerah konsesi.

Satu hal yang dapat disimpulkan, bekas-bekas penambangan kuno  tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan dan teknologi mineral dan metalurgi pada peradaban purba ternyata sudah  sangat maju. Entah  itu  jaman Raden Wijaya,  Jenghis Khan, atau mungkin jaman jauh sebelum itu. *** – KOBARKSB.com

Trending di KOBARKSB.com

  • 61
    Newmont Sangat KeterlaluanTaliwang, KOBAR - Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr KH Zulkifli Muhadli, SH, MM menilai PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) bersikap keterlaluan. Buktinya, disaat proses negosiasi justru mengajukan gugatan kepada pemerintah melalui jalur arbitrase. Langkah yang dilakukan perusahaan asal paman sam itu memang diatur dalam undang-undang, tetapi jalur itu tidak perlu…
  • 60
    Pelaku Tabrak Lari di Sekitar Tambang Batu Hijau Hilang JejakSekongkang, KOBAR - Kasus tabrak lari yang terjadi di Desa Sekongkang Bawah, pekan kemarin, hingga saat ini belum terungkap. Diduga pelaku adalah Karyawan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT). Sebab menurut keterangan korban, bahwa mobil yang menabraknya adalah mobil perusahaan yang beroperasi di tambang Batu Hijau dengan ciri-ciri warna putih, merek…
  • 59
    Newmont Menuntut Ganti Rugi PemerintahJakarta, KOBAR - Perseteruan antara PT Newmont Nusa Tenggara dengan pemerintah Indonesia terkait izin ekspor masih berlangsung. Kondisi diperparah dengan diajukannya gugatan arbitrase oleh Newmont terhadap pemerintahan Indonesia. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menuturkan pihaknya tidak melihat niat baik dari Newmont lantaran disaat Newmont hendak berbicara membahas permasalahan tersebut, secara bersamaan Newmont…
  • 54
    Kebijakan PTAMNT ‘Mengandangkan’ Karyawan Timbulkan Gejolak“Pemerintah Didesak Turun Tangan” Maluk, KOBAR - Kebijakan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT) mewajibkan seluruh karyawannya tinggal di camp dalam lokasi tambang, ternyata menimbulkan efek lesunya perekonomian masyarakat di lingkar tambang. Akibatnya, saat ini banyak usaha-usaha kecil masyarakat setempat sepi pengunjung dan bahkan terpaksa gulung tikar. Salah seorang pedagang kios…
  • 52
    Dewan Minta Hasil Uji Lab Air Asam Tambang NewmontTaliwang, KOBAR - Pembuangan air asam tambang ke laut melalui pipa tailing yang dilakukan PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) menjadi bahan pembicaraan hangat di internal DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), lantaran lembaga politik itu tidak pernah mendapat pemberitahuan atas tindakan tersebut. Politisi Demokrat, Ahmad Jamaluddin MSi kepada media ini rabu 27/8…
  • 52
    Newmont Buang Air Asam Tambang Ke LautTaliwang, KOBAR - Air asam tambang yang tertampung di bendungan santong 3 sudah pada ambang batas ketinggian atau hampir meluap, sehingga PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) mengambil langkah dengan membuang melalui pipa tailing ke dalam laut. Informasi yang dihimpun media ini, ketinggian air yang mengandung zat kimia berbahaya itu sudah mencapai…
Artikel ini telah dibaca 243 kali

badge-check

Pewarta

Baca Lainnya

Sinergi Pengelolaan Keuangan Negara dan Keuangan Daerah di Masa Pandemi Covid-19

21 Juni 2021 - 22:35

Sinergi Pengelolaan Keuangan Negara dan Keuangan Daerah di Masa Pandemi Covid-19 - Bupati Sumbawa Barat - Indonesia Visionary Leader - HW Musyafirin

Pendidikan Akhlak Sangat Penting Untuk Menghadapi Penetrasi Budaya Asing dan Perubahan Kebudayaan Dunia

8 Juni 2021 - 10:36

Pendidikan-Akhlak-Mendidik-Anak-Hormat-Pada-Orang-Tua

Strategi APBD KSB Menghadapi Peluang dan Tantangan Ekonomi Global

4 Juni 2021 - 16:04

Strategi APBD KSB Menghadapi Peluang dan Tantangan Ekonomi Global - Bupati Sumbawa Barat - HW Musyafirin Luar Biasa

Peran Orang Tua Dalam Mengembangkan Pendidikan Anak di Masa Pandemi Covid-19

25 Mei 2021 - 13:40

Peran-orang-tua-dalam-mendidik-anak

Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah yang Bersumber dari Penghasilan ASN Kabupaten Sumbawa Barat

20 Mei 2021 - 19:20

Nurdin-Rahman-SE

Penuntasan STBM di Kabupaten Sumbawa Barat Patut Ditiru

6 Mei 2021 - 21:33

Surya-Darmayadi
Trending di SELA
Don`t copy text!