fbpx
Lain Dulu Lain Sekarang

Lain Dulu Lain Sekarang

Catatan: Hasanain Juaini

Opps jangan khawatir bahwa saya akan menceritakan tentang perubahan berupa materi gedung-gedung yang dahulu tidak ada di Kota Suci. Tidak sebab saya rasa, jika kitapun bangsaIndonesiaini punya duit pastilah yang paling cepat berubah adalah fisik, fisik dan fisik. Jadi sama saja atau bahkan kita akan lebih dahsyat lagi, sebab para TKI -pun kalau pulang kampung yang dibangun malah istana-istana, di kampung sekalipun.

Tahun 1987 pertama kali saya mengunjungi tanah suci, hampir segala macam makanan bermerek import mulai dari mie, sabun, juice, saklarnya made in Jepang, toiletnya American Standard dan mobil-mobil serba Erofa.

Kini 25 tahun kemudian saya lihat aneka product makanan sudah made in Jeddah KSA. Kemarin waktu naik pesawat terlihat jelas ribuan spot-spot hijau yang konon menurut orangsanaadalah kebun-kebun buah yang setiap tahun bertambah lebar lebih dari seribu hektar. Kononnya lagi, kotoran2 dan sampah2 jamaah hajji dan umroh diolah menjadi pupuk organik dan dipakai menyulap lahan tandus menjadi perkebunan….maka juice-juice dan juice buatan KSA.

Toilet-toilet hotel mewah juga mereknya sudah Forsalina KSA. pemandu Umroh kami Al-Akh Khuzaifah, pemuda Asli Surabaya bercerita bahwa betapa kerajaan Saudi Arabia tergila dengan MENGEJAR KETERTINGGALAN sehingga mendirikan sebuah Universitas bernama KING ABDULLAH UNIVERSITY.

Di Univ ini, kata Khuzaifah, persis saat kami melintas di bilangan bandara King Abdul Aziz, dimana terbentang ribuan hektar lokasi perguruan tinggi itu, baru ada tujuh (ya tujuh orang saja) Mahasiswa dariIndonesia, semua Tingkat doktor dan peneliti kawakan. Mahasiswa disini mendapat tunjangan tidak kurang dari dua puluh juta rupiah setiap bulan. Heeeeeeem.

Bagaimana dengan kita?

Ah lihat saja Bos Kantata Taqwa justru beli pabrik Lamborgini di Italia, atau itu tuuuh mantan bekas Calon Ketua PSSI (?) yang justru mengeksplorasi minyak di Rusia, atau bakal presiden yang berinvestasi di Thailand. Haaaaaaalah mana itu Nasionalisme?

Entah benar atau tidak, salah seorang pengusahaIndonesiayangmalangmelintang diMalaysiajustru berkata sederhana:

“Bukannya kami tidak cintaIndonesia. Biarlah kami kirimkan zakat dan shadaqah kami keharibaan saudara sebangsa. Ketimbang meghadapi birokrasi yang membingungkan dan menghadapi saudara-saudara kami para buruh yang lebih mencintai Korlap Demo ketimbang kami yang menciptakan lapangan kerja untuk mereka.

saya tidak bisa berkata-kata lebih dari itu. Insya Allah saya akan berdo’a semoga Allah memberi jalan keluar untuk Bangsaku yang kurang pandai mensyukuri karunia Ilahi, berupa SDA yang pah pah melimpah. Amiin

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Madinah, Jum’at: 10 Maret 2012

Don`t copy text!