Studi Rekolonisasi AMMAN: Akademisi Temukan Biota Laut Beradaptasi Cepat di Area Tailing

Studi Rekolonisasi AMMAN - Akademisi Temukan Biota Laut Beradaptasi Cepat di Area Tailing

Maluk, KOBARKSB.com – Sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi ternama menyoroti hasil pemantauan ilmiah terkait kondisi ekosistem laut dalam di wilayah perairan Sumbawa Barat. Temuan terbaru dari Studi Rekolonisasi yang dilakukan di area operasional PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) menunjukkan indikasi kuat kemampuan adaptasi biota laut yang luar biasa terhadap lingkungan sekitarnya.

Studi ini dirancang khusus untuk menguji kemampuan pemulihan alami ekosistem laut melalui pendekatan eksperimental. Dalam prosesnya, sejumlah wadah terkontrol ditempatkan di dasar laut untuk memantau secara presisi bagaimana organisme laut merespons dan tumbuh kembali di atas material tailing yang berada di area tersebut.

Dr. M. Mukhlis Kamal, akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), dalam keterangannya, Jum’at (17/04/2026), menyampaikan bahwa program rekolonisasi bentos di substrat tailing milik PT AMMAN memberikan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan sampel yang diteliti, ditemukan berbagai organisme dasar perairan yang telah menghuni area tersebut.

Antisipasi Gesekan di 21 Desa, Bupati KSB Wanti-wanti Netralitas Aparatur Jelang Pilkades 2026

“Kemunculan organisme seperti udang, cacing laut, dan kerang ternyata berlangsung lebih cepat dari perkiraan awal. Hal ini mengindikasikan bahwa proses adaptasi dan pemulihan alami komunitas bentos di atas substrat tailing berjalan dengan sangat baik,” ungkap Dr. Mukhlis.

Akademisi Temukan Biota Laut Beradaptasi Cepat di Area Tailing

Ia memaparkan bahwa keberhasilan rekolonisasi bentos ini tidak berdiri sendiri, melainkan sejalan dengan rangkaian studi serupa yang pernah dilakukan AMMAN pada periode tahun 2002, 2005, dan 2009. Konsistensi data yang terjaga selama lebih dari dua dekade tersebut memberikan dasar ilmiah yang kuat bahwa operasional AMMAN dijalankan dengan standar ketat. Hal ini memungkinkan biota laut, khususnya organisme bentos, untuk kembali tumbuh dan hidup secara alami di atas lapisan endapan tailing.

Target Medali Emas, Atlet Biliar KSB Siap Berlaga di Porprov XII NTB 2026

Senada dengan itu, Prof. Joni Safaat Adiansyah, Ph.D., akademisi lingkungan hidup dari Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), menilai bahwa pendekatan berbasis pemantauan ilmiah ini sangat krusial untuk memahami interaksi antara aktivitas industri skala besar dengan kondisi lingkungan hidup.

“Data yang tersedia dapat menjadi salah satu referensi dalam menilai bagaimana pengelolaan lingkungan dilakukan serta dampaknya terhadap ekosistem. Perlindungan keanekaragaman hayati yang dijalankan perusahaan secara berkala merupakan langkah nyata dalam menjaga potensi ekonomi maritim bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk jangka panjang,” ujar Prof. Joni.

Dampak tailing terhadap biota laut bentos

Selain studi rekolonisasi, AMMAN diketahui secara rutin melakukan studi laut dalam (deep sea study) dengan melibatkan kolaborasi lintas institusi yang sangat luas. Program pemantauan ini melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Pertahanan, serta Politeknik Ahli Usaha Perikanan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Keterlibatan berbagai institusi negara dan akademisi independen ini bertujuan untuk menjamin bahwa seluruh proses pemantauan lingkungan—mulai dari pengambilan data di lapangan, analisis laboratorium, hingga tahap evaluasi—berjalan secara transparan, akuntabel, dan memenuhi standar ilmiah internasional.

Sinergi yang solid antara AMMAN dan dunia akademik ini diharapkan terus menghasilkan data akurat dan objektif. Langkah ini menjadi kunci untuk memastikan bahwa kemajuan industri pertambangan di Sumbawa Barat tetap berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan laut yang berkelanjutan demi masa depan generasi mendatang. (kdon/*)

Investasi Masa Depan: AMMAN Kirim 61 Pelajar Beasiswa dan 12 Pesepak Bola Muda KSB ke Pulau Jawa

About The Author

Trending

  • 79
    BPKP NTB Turun Ke Lokasi Memeriksa dan Mengawasi Proyek Smelter Amman MineralMaluk, KOBARKSB.com - Untuk memastikan tata kelola Proyek Smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), berjalan efektif dan akuntabel. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan telah turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan terhadap PSN yang terletak…
  • 78
    Wujud Kepedulian Selama Ramadan, PT AMMAN Salurkan 5.760 Paket Sembako untuk Masyarakat SumbawaSumbawa, KOBARKSB.com - PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) kembali menunjukkan komitmen dan kepedulian sosialnya di tengah masyarakat. Selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah ini, perusahaan mendonasikan sebanyak 5.760 paket sembako untuk masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Sumbawa. Penyerahan bantuan bertajuk "Donasi Paket Sembako Ramadan 1447 H" ini diserahkan langsung…
  • 75
    Bupati Sumbawa Barat Kirim 27 Siswa Terbaik ke SMK Unggulan AMMANTaliwang, KOBARKSB.com - Suasana haru dan bangga menyelimuti Central Kediaman Bupati Sumbawa Barat pada Senin malam, 15 Juli 2023. Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin., MM, melepas secara resmi 27 orang siswa terbaik dari Kabupaten Sumbawa Barat untuk melanjutkan pendidikan di 5 SMK Unggulan di Kudus dan Malang…
  • 74
    Amman Mineral Rehab Hutan Pulau Lombok, Tapi Hutan Pulau Sumbawa TidakTaliwang, KOBARKSB.com - PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dilaporkan akan merehabilitasi 6 ribu hektar hutan di Pulau Lombok. Akan tetapi tak sejengkal pun hutan di Pulau Sumbawa bakal direhab. "Aneh, masa selama 5 tahun hutan di Pulau Lombok yang direhabilitasi. Tapi hutan di Pulau Sumbawa tidak, kan janggal," kata…
  • 74
    Disnaker KSB "Kecolongan" Lagi, Ratusan Orang Jadi Korban Perekrutan GelapTaliwang, KOBARKSB.com - Dugaan perekrutan tenaga kerja gelap kembali terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Kali ini, PT MIA, perusahaan yang berada di bawah naungan PT PIL, dituding merekrut setidaknya 200 orang tanpa melalui prosedur yang benar. Publik pun mempertanyakan kembali komitmen Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) KSB dalam…
  • 74
    Apresiasi Semangat 'Hungry, Humble, Human', Bupati Jarot Sebut PT Amman Aset Strategis SumbawaMaluk, KOBARKSB.com - Bupati Sumbawa, H. Syarafuddin Jarot, memberikan apresiasi tinggi terhadap filosofi "Stay Hungry, Humble, Human" yang diusung oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN). Dalam kunjungannya di perayaan HUT ke-9 perusahaan di Maluk, KSB, Bupati Jarot menegaskan bahwa PT Amman merupakan aset strategis yang sangat vital bagi kemajuan…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×