Brang Ene, KOBARKSB.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) resmi mengambil langkah besar untuk menjadikan daerah ini sebagai produsen daging unggul. Tanda dimulainya Program KSB Maju Luar Biasa Agribisnis Peternakan Sapi (Agribisnis Sapi Bali) resmi digelar melalui sosialisasi di Kantor Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene, Selasa (3/3/2026).
Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, hadir langsung untuk memberikan arahan sekaligus memastikan kesiapan warga di tingkat akar rumput. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa program ini adalah investasi besar daerah yang membutuhkan komitmen penuh dari masyarakat.
“Saya turun langsung ke sini untuk melihat dan menilai keseriusan masyarakat. Ingat, yang harus terlibat aktif bukan hanya ketua dan pengurus, tetapi seluruh anggota kelompok,” tegas Bupati Amar di hadapan warga.
Bupati menjelaskan, pemilihan Hutan Kemasyarakatan (HKm) sebagai basis program bukan tanpa alasan. Di Kecamatan Brang Ene, terdapat empat HKm dengan total lahan mencapai 1.000 hektar yang telah memiliki izin kelola, namun belum dimanfaatkan secara maksimal.
Selain lahan yang memadai, masyarakat di sekitar kawasan tersebut memiliki ketergantungan ekonomi tinggi terhadap lahan, serta telah memiliki kelembagaan yang siap diberdayakan. Pada tahun pertama ini, program difokuskan pada dua HKm di Brang Ene, yaitu HKm Batu Dulang dan HKm Ontar Telu.
Program Agribisnis Sapi Bali dirancang terintegrasi dari hulu ke hilir melalui tiga skema: bottom (akar rumput), middle (tengah), dan top (atas).
Untuk skema top, Rumah Potong Hewan (RPH) di Kecamatan Poto Tano ditargetkan aktif enam bulan ke depan dengan kapasitas suplai 15 ton daging per bulan (setara pemotongan 6-7 ekor per hari). Meski saat ini sapi masih dibeli dari masyarakat dan luar daerah, pada tahun 2027 seluruh kebutuhan RPH ditargetkan mampu dipenuhi dari produksi lokal KSB.
Skema middle dan top nantinya akan dikelola oleh Perusahaan Daerah (Perusda) bersama mitra bisnis profesional. Sementara itu, masyarakat akan menjadi aktor utama di skema bottom, yakni sebagai plasma pembibitan/bakalan dan plasma hijauan (pakan).
Dalam tahap awal, Pemda KSB memberikan dukungan penuh. Setiap HKm ditargetkan menyiapkan 20 hektar lahan untuk ditanami rumput gajah dan 10 hektar untuk fasilitas pendukung seperti kandang kolektif (kapasitas 100 ekor) dan sumber air.
“Semua pembiayaan pengolahan lahan, bibit, pupuk, pembuatan kandang, hingga sumur bor telah disiapkan oleh pemerintah daerah,” ujar Bupati.
Penanaman rumput gajah ditargetkan mulai Maret agar bisa dipanen dalam usia 3-4 bulan. Untuk pendistribusian sapi, paling lambat dilakukan Juli 2026. Setiap HKm akan menerima 100 ekor sapi jantan bakalan (usia ±8 bulan, berat ±100 kg).
Dari sisi ekonomi, program ini sangat menjanjikan. Sapi bakalan seharga Rp 6 juta tersebut akan dipelihara selama kurang lebih 7 bulan hingga usianya mencapai 1,5–2 tahun dengan bobot 200 kg. Sapi tersebut kemudian akan diambil oleh perusahaan penggemukan dengan harga Rp 11–12 juta.
Artinya, dalam satu siklus, kelompok HKm berpotensi meraup tambahan nilai hingga Rp 6 juta per ekor. Sapi yang telah diambil perusahaan akan diganti kembali dengan sapi bakalan usia 8 bulan untuk siklus berikutnya.
Selain rumput gajah, warga juga diarahkan menanam lamtoro sebagai pakan konsentrat tambahan. Ke depan, hasil panen pakan warga ini tidak hanya untuk kebutuhan sendiri, tapi berpeluang dijual ke perusahaan penggemukan skala besar.
“Program ini tidak ada sistem bagi hasil dengan pemerintah. Ini murni pemberdayaan untuk masyarakat! Keberhasilannya sangat bergantung pada keseriusan bapak-bapak sekalian, dan kami akan mengawasi pelaksanaannya secara ketat,” tandas Bupati disambut antusiasme warga.
Sebagai informasi, sepanjang tahun 2026, Pemda KSB menargetkan pengadaan 1.000 ekor sapi yang akan disebar di 10 titik HKm/kelompok (masing-masing 100 ekor). Titik tersebut tersebar di Brang Ene, Brang Rea, Sekongkang, Senayan, Kokarlian, hingga Taliwang. Ke depan, Pemda juga akan menyiapkan pengadaan sapi indukan untuk menghasilkan bibit sapi eksotik lokal unggulan. (krij)
About The Author
Trending
- 79
Brang Ene, KOBARKSB.com - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai mengambil langkah berani untuk memeratakan perputaran ekonomi sektor pariwisata. Tidak lagi sekadar mengandalkan pesisir pantai, magnet wisata kini mulai digeser ke wilayah tengah melalui Program Pembangunan Destinasi Pariwisata Kerakyatan. Guna mematangkan rencana tersebut, Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah turun… - 78
Taliwang, KOBARKSB.com - Menurut Bupati Sumbawa Barat, H W Musyafirin, bahwa dengan keberadaan industri pertambangan, sektor ini sangat berperan besar terhadap angka pengangguran dan kemiskinan di daerah. “Terkait dengan pengangguran, bahwa KSB sebagai daerah tambang terdapat banyak sekali pendatang. Dan dampak dari mutasi penduduk, banyak berimbas pada peningkatan kemiskinan,” kata… - 78
Taliwang, KOBARKSB.com - Peringatan keras disampaikan kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Dalam upaya mewujudkan visi besar "KSB Maju Luar Biasa", Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, menegaskan bahwa tidak ada lagi ruang bagi birokrat yang bekerja dengan mengandalkan perasaan (baper), gemar… - 77
Taliwang, KOBARKSB.com - Bupati Sumbawa Barat, H W Musyafirin, melepas 50 orang putra-putri terbaik daerah yang berhasil mendapatkan beasiswa D3 Program Unggulan AMMAN tahun 2023. Ini merupakan program unggulan bidang pendidikan yang didanai sepenuhnya oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). PT AMNT merupakan perusahaan tambang tembaga dan emas yang… - 77
Maluk, KOBARKSB.com - Bupati Sumbawa Barat, H W Musyafirin, mengapresiasi sejumlah program pengembangan UMKM yang saat ini sedang dilakukan oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Bupati mengakui, bahwa sektor UMKM termasuk sektor yang cukup potensial di KSB. Tinggal bagaimana dikelola dengan baik serta dikembangkan… - 76
Taliwang, KOBARKSB.com - Guna mempercepat pembangunan di Desa, Bupati Sumbawa Barat, H W Musyafirin, meminta agar segenap Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk tidak takut mengelola Dana Desa dan melaksanakan program yang ada di Desa. “Laksanakan saja semua program kegiatan di desa itu dengan niat yang baik,…
Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



Komentar